Karya tulis Ki Tristuti Rahmadi Suryosaputro.


Karya tulis Ki Tristuti Rahmadi Suryosaputro sekembalinya dari Pulau Buru akhir tahun 1979 sampai dengan 2002 ( masa thesis Purbo Asmoro mulai disusun )

oleh Budi Adi Soewirjo, Jakarta, 07 Juli 2011
 

Semua bahan untuk menyusun data terurut waktu / kronologis di bawah ini adalah dari abstrak thesis Magister Humaniaora Purbo Asmoro di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 2004 berjudul “ Kehadiran Naskah Pedalangan Karya Tristuti Rahmadi Suryasaputra Dalam Pertunjukan Wayang Kulit Gaya Surakarta “. Namun di sini data diolah dan disajikan terurut waktu. Terbentuk data mentah daftar karya tulis Ki Tristuti Rahmadi Suryasaputra yang barangkali bisa dimanfaatkan sebagai bahan pengayaan para pengapresiasi wayang ; dan barangkali bisa diolah lebih lanjut oleh peminat atau peneliti lain. 

Mengapa saya merangkai data sehingga terbentuk data mentah ini ?

Landasan nya sama dengan ketika saya mengumpulkan data kepustakaan, meng-annotasi, meng-klasifikasi serta menyajikannya dalam bentuk buku “ Kepustakaan Wayang Purwa (Jawa). Terbitan Indonesia antara tahun 1948 s/d 1995 “ yang sudah diterbitkan tahun 1995 dengan sponsor Senawangi dan KITLV Belanda.  Landasannya adalah keingintahuan pribadi, keinginan mendokumentasi, keinginan berbagi bahan pengayaan pengetahuan wayang.

Di era digital dan internet landasan tersebut bertambah dengan keinginan – sebatas kemampuan –untuk mengkonservasi ke dalam format digital ; “berbagi baca” dengan pengapresiasi wayang lain dengan memperhatikan rambu UU HAKI Indonesia ; persiapan isi dari Perpustakaan Terbuka Wayang Digital yang bisa dimasuki dibaca oleh siapa saja, dari mana saja, kapan saja.

Di bawah ini daftar terurut waktu karya tulis Ki Tristuti Rahmadi Suryasaputra – sebatas data yang ada di abstrak thesis Purbo Asmoro. Sekiranya ada Pembaca yang mengetahui atau bahkan mempunyai karya tulis atau foto copy karya tuli lain yang belum tersebut di bawah ini , sudilah “berbagi pengetahuan” ; sehingga makin banyak khasanah karya tulis yang tertelusuri, terdokumentasi, terkonservasi untuk kepentingan jagad pewayangan kita. 
.
.

Daftar terurut waktu karya tulis : 

*** 

Antara tanggal 12 Mei sampai dengan tanggal 27 Juni 1983, menuliskan [ bahasa Tristuti : kahimpun dening ] lakon-lakon wayang purwa dan madya dalam bentuk kerangka lakon ( Jawa: balungan lakon ), diberi judul “ Serat Pustaka Raja Purwa ( Sampun Kadhapuk Balungan Lakon ) “, yang dikelompokkan dalam sebelas jilid ( lihat catatan kaki nomor 8 di bawah ). 

Jilid I berisi 22 kerangka lakon, mulai dari lakon Lahire Guru sampai dengan Amitaya.
Jilid II berisi 30 kerangka lakon, mulai dari lakon Rukmawati sampai dengan Rabine Kitaka.
Jilid III berisi 28 kerangka lakon, mulai dari lakon Rabine Sakri sampai dengan Pandhu Tuwuh.
Jilid IV berisi 25 kerangka lakon, mulai dari lakon Rabine Sucitra sampai dengan Rabine Jayadrata.
Jilid V berisi 25 kerangka lakon, mulai dari lakon Bondhan Paksa Jandhu sampai dengan Gandawardaya.

Jilid VI berisi 25 kerangka lakon, mulai dari lakon Somadinala sampai dengan mBangun Candhi Gadamadana.
Jilid VII berisi 25 kerangka lakon, mulai dari lakon Bratayuda Seta Gugur sampai dengan Sudarsana Kethok.
Jilid VIII berisi 23 kerangka lakon, mulai dari lakon RabineYudayaka sampai dengan Patine Anglingkusuma (lakon wayang madya).
Jilid IX berisi 22 kerangka lakon, mulai dari lakon Raji Pamasa Rabi Putri Banyuwangi sampai dengan Patine Daneswara (lakon wayang madya).
Jilid X berisi 27 kerangka lakon, mulai dari lakon Rabine Jatimurti sampai dengan Lahire Rahwana (seri Lokapala).

Jilid XI berisi 27 kerangka lakon, mulai dari lakon Patine Mahesasura sampai dengan Prabine Kunthiboja (seri Ramayana). “ 
.

( catatan kaki nomor 8 ) :

Menurut Tristuti, kerangka lakon tersebut merupakan versi pedalangan Ngasinan (Klaten), sehingga urutan adegannya ( kadang-kadang juga nama-nama tokoh wayangnya ) berbeda dengan “ Serat Pustaka Raja Purwa “ tulisan R. Ng. Ranggawarsita dan “ Serat Padhalangan Ringgit Purwa “ susunan K.G.P.A.A. Mangkunagara VII, yang merupakan pakem pedalangan versi keraton. 
.

*** 

Antara 17 Agustus 1983 sampai dengan 12 Oktober 1983 menulis naskah janturan yang akhirnya menjadi satu buku yang diberi judul Janturan Wayang Purwa dengan kronogram Kagunan Dhalang Hangesthi Gusti, terdiri dari 52 macam teks janturan dan / atau pocapan yang siap pakai, antara lain : janturan jejer Astina Ptabu Parikesit, Dhayohan Sabrang, janturan Gapuran, janturan Keputren Purwacarita, janturan Keputren Mandura Dewi Kunthi, janturan Keputren Pancala Wara Srikandhi, janturan Keputren Astina Dewi Banowati, janturan candrane Raden Dursasana, pocapan Kreta Jaladara, pocapan Gajah Puspadenta, janturan Karang Kadhempel, pocapan Madya Ratri, pocapan Gara-gara, dan pocapan Gagat Enjang. Naskah janturan itu semula hanya digunakan oleh Anom Soeroto, Manteb Soedharsono, Sukasna Mudhacarita, dan Purbo Asmoro, akan tetapi selanjutnya berkembang luas di kalangan para dalang, baik diperbanyak oleh Tristuti maupun disebarluaskan para dalang bersangkutan tanpa sepengetahuannya. 
Data naskah tersebut :
Judul “Janturan Wayang Purwa.” Naskah ketikan, tidak diterbitkan, 1983. 
.

*** 

Tahun 1985 Data naskah :
Judul “Lahire Harjunasasra.” Naskah ketikan, tidak diterbitkan., 1985
.

*** 

Tahun 1987 menyusun naskah pakeliran lengkap 12 episode serial tokoh Bima untuk Ki Manteb Soedharsono. Pakeliran satu tahun [ satu bulan satu episode ] di Bentara Budaya Jakarta atas prakarsa Yayasan Rara Wilis dan Harian Suara Karya. Duabelas episode tokoh Bima susunan Tristuti : Bima Bungkus, Bale Sigala-gala, Gandamana Sayembara, Babad Wana Marta, Dewaruci, Sesaji Raja Suya, Pandhawa Dhadhu, Wirathaparwa, Kresna Gugah, Kresna Duta, Rubuhan (Duryudana Gugur), dan Pandhawa Muksa. 

Tahun 1987 , data 3 naskah lain :
Judul : “Lampahan Babad Wana Marta,” naskah ketikan, tidak diterbitkan, 1987
Judul : “Lampahan Sasaji Raja Suya,” naskah ketikan, tidak diterbitkan, 1987
Judul : “Lampahan Wirathaparwa,” naskah ketikan, tidak diterbitkan., 1987
.

*** 

Tahun 1988 , data naskah
Judul : “Lampahan Samba Sebit.” Naskah ketikan, tidak diterbitkan, 1988
.

*** 

Tahun 1993 menyusun naskah pakeliran serial Bharatayuda untuk Ki Manteb Soedharsono.
Pakeliran satu tahun [ satu bulan satu episode ] di Bentara Budaya Jakarta atas prakarsa Yayasan Rara Wilis dan Harian Suara Karya. Kegiatan acara ini seperti yang sudah dilaksanakan tahun 1987. Sembilan lakon serial Bharatayuda susunan Tristuti : Bisma Gugur, Ranjapan (Abimanyu Gugur), Suluhan (Gathutkaca Gugur), Tigas/Timpalan (Burisrawa Lena), Jambakan (Dursasana Lena, Druna Gugur), Salya Gugur, Brubuh (Sangkuni, Duryudana Gugur), Aswatama Nglandhak, dan Parikesit Jumeneng Nata.
.

Tahun 1993 menyusun naskah Janturan Jilid II, dengan kronogram Cahyaning Kusuma Hambangun Praja. Buku ini berisi 24 macam janturan, 2 macam pocapan, 3 macam ginem, dan 30 tembang sinopsis lakon wayang. 
Data naskah tersebut :
Judul : “Janturan jilid II.” Naskah ketikan, tidak diterbitkan, 1993
.

Data naskah lain :
Judul : “Lampahan Kresna Duta.” Naskah ketikan, tidak diterbitkan, 1993
.

*** 

Tahun 1994 menyusun naskah pakeliran Banjaran Karna untuk Manteb Soedharsono. 

Tahun 1994 menyusun naskah pakeliran Anggada Balik untuk Ki Purbo Asmoro. 
.

*** 

Tahun 1995 menyusun naskah pakeliran Banjaran Baladewa untuk Manteb Soedharsono. 

Tahun 1995 menyusun naskah pakeliran Banjaran Rahwana untuk Manteb Soedharsono. 

Tahun 1995 menyusun naskah pakeliran Sumantri Ngenger untuk Ki Purbo Asmoro (dipentaskan pada Festival Greget Dalang)
.

*** 

Tahun 1997 menyusun naskah pakeliran Wahyu Darma untuk Ki Purbo Asmoro (dipentaskan di Pondok Tingal Borobudur)
.

*** 

Tahun 1998 menyusun naskah pakeliran (bersama Sumanto) Rama Tambak untuk Manteb Soedharsono. 

Tahun 1998 menyusun naskah pakeliran padat lakon Pikukuhan untuk Manteb Soedharsono. 

Tahun 1998 menyusun naskah pakeliran Alap-alapan Sukeksi untuk Ki Purbo Asmoro (dipentaskan di Jakarta dan forum Rebo Legen). Judul lakon diganti oleh Purbo Asmoro menjadi Melik Nggendhong Lali. Sanggit pakeliran ini banyak mengalami perubahan, dipadukan dengan sanggit pakeliran padat lakon Alap-alapan Sukeksi karya Sumanto (1980).
.

*** 

Tahun 1999 menyusun naskah pakeliran padat lakon Srikhandi Gugat untuk Manteb Soedarsono. 

Tahun 1999 menyusun naskah pakeliran Bimasuci untuk Ki Warseno Slenk (dipentaskan di IAIN Sunan Kalijaga Semarang)
.

*** 

Tahun 2000 menyusun naskah pakeliran Babad Wana Marta untuk Muhammad Pamungkas Prasetyo Bayuaji (dipentaskan untuk ulang tahun Rebo Legen)
.

*** Akhir daftar.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 37 other followers

%d bloggers like this: