Archive for the ‘Cerita Wayang’ Category

Ebook BARATA YUDHA oleh Sunardi DM – 1995, 1993, 1991, 1986, 1978 – [cerita wayang]


.

Data buku :

 

Sunardi DM  ;  “ Barata Yudha “  ;  Jakarta  ;  Balai Pustaka  ;  1995 = cetakan kelima , 1993 = cetakan keempat , 1991 = cetakan ketiga , 1986 = cetakan kedua , 1978 = cetakan pertama  ;  BP no.2777  ;  135 halaman  ;  gambar wayang  ;  Bahasa Indonesia.

 

 

Buku ini secara ringkas ( tanpa banyak menuliskan dialog di antara tokoh nya ) menceritakan latar belakang Pandawa dan Kurawa , serta jalan cerita perang Barata Yudha. Mengambil sumber dari versi Jawa. Menurut Admin buku ini cocok untuk seorang pemula yang ingin mengenal cerita Barata Yudha versi Jawa, sebelum membaca buku Barata Yudha dari bermacam versi lainnya.

 

 

Catatan pendahuluan oleh penulis buku mengenai sumber kepustakaan buku ini :

 

Kisah Barata Yudha ini memilih versi Indonesia [ baca : Jawa ].

Ia disadur dari Kakawin Barata Yudha hasil karya Empu Sedah dan Empu Panuluh di jaman pemerintahan Prabu Jajabaya Kediri (1135 – 1157),

 

Saduran tersebut dilengkapi dengan mengawinkannya dengan buku-buku Serat Padalangan Ringgit Purwa jilid 30 (Kalabendana Pejah dan Kresna Duta), jilid 31 (Kresna Gugah, Tewasnya Bisma dan Seta), jilid 32 (Tewasnya Angkawijaya, Jayadrata, Burisrawa, Gatotkaca dan Dursasana), dan jilid 33 (Tewasnya Adipati Karna da Prabu Suyudana, dan Lahirnya Parikesit). Semuanya terbitan Balai Pustaka Batavia Centrum tahun 1933.

 

Buku Serat Padalangan Ringgit Purwa itu sendiri terdiri dari 37 jilid. Aslinya ditulis dalam huruf Jawa, diterbitkan oleh Balai Pustaka seri nomor 443.

 

Penghimpun buku tersebut adalah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagara VII di Surakarta, Kanjeng Pangeran Arya Kusumadiningrat di Surakarta dan J. Kats,

 

Gambar-gambar wayang yang dijadikan ilustrasi aslinya diambil dari koleksi wayang kulit milik Kanjeng Gusti Adipati Arya Mangkunagara IV di Surakarta.

 

…..

 

Kemudian di awal bagian yang menceritakan perang Barata Yudha, penulis buku menuliskan kembali tentang sumber kepustakaan yang dipakainya untuk rujukan buku ini :

 

Kisah Barata Yudha berikut ini disadur langsung dari karangan Empu Sedah seorang pujangga terkenal dari Prabu Jajabaya di Kediri.

 

Kisah berikut ditulis oleh Empu Sedah pada sekitar tahun 1079. Keuntungan memilish versi ini adalah kita dapat merasakan suasanan hidup kenegaraan pada waktu itu. Tidak hanya itu. Paling sedikit dapat mendekatkan kisah-kisah Barata Yudha versi Surakarta dan versi Yogyakarta yang kadang-kadang ada perbedaan sedikit. Karena betapapun juga versi Empu Sedah ini ditulis lebih dahulu dari versi-versi yang lain tersebut.

 

 

 

Admin kutipkan bagian cerita ketika kereta Prabu Kresna – sebagai utusan Pandawa – melaju menuju Astina.

 

Suasana sepanjang jalan ke Astina menyedihkan.

 

Rakyat yang berdiam di kiri kanan jalan yang dilalui kendaraan Prabu Kresna kelihatan murung dan prihatin, karena betapa pun juga persiapan perang yang mereka saksikan telah memberi petunjuk kepada mereka situasi kenegaraan yang ada.

 

Desah bunyi daun-daun beringin yang bergerak terkena angin seperti tarikan napas manusia saja layaknya yang mengeluh dirundung malang. Seperti seorang pria yang sedih karena cintanya tidak mendapat tanggapan dari kekasihnya.

 

Gapura negri Astina yang mulai kelihatan di kejauhan seperti melambai-lambai saja layaknya, mengelu-elukan kedatangan utusan Pandawa tersebut. Pintu gerbang yang kemudian tampak seperti mempunyai keinginan untuk berdatang sembah. Bergeraknya daun-daunan pohon-pohon bunga cempaka yang semerbak baunya, yang tumbuh di kiri kanan jalan, yang terkena angin seperti tangan-tangan permaisuri Astina Dewi Banowati saja yang melambai-lambai menanyakan kepada Prabu Kresna apakah Raden Arjuna ikut.

 

Suara roda kereta yang dinaiki Sri Kresna dibarengi dengan mengkilatnya hiasan-hiasannya, seakan-akan memberikan jawaban kepada sang permaisuri bahwa kekasihnya ialah sang Arjuna tidak ikut, bahwa ia masih tertinggal di Wirata, bahwa saudara-saudaranya tidak seorang pun ikut.

 

Sebuah cabang pohon yang bergerak kena tiupan angina di tepi jalan seolah-olah berubah menjadi sang dewi yang kecewa, memalingkan muka sambil cemberut, merenungi nasibnya, mengapa Arjuna sendiri tidak ikut datang ke Astina, menuntut sendiri kembalinya begreinya ?

 

Burung-burung beterbangan berbunyi lirih seakan-akan berbisik mengapa ia tidak iukt, ia Arjuna. Begitu juga bunga-bunga yang terkena angina berjatuhan di batu-batu seakan-akan menyesali sang tamu mengapa tidak membawa serta Pandawa.

 

Kelelawar-kelelawar yang bergantungan di dahan-dahan pohon menggerak-gerakkan sayapnya seakan-akan ikut merasa khawatir. Andaikata dapat berbicara mungkin mereka bertanya, “ Mengapa putra-putra Pandudewanata tidak dating sendiri menuntut kembali negrinya ?”

 

Kumbang-kumbang yang terbang ke sana ke mari mencari bunga mengikuti riak air seperti menangis saja layaknya, menyesali mengapa Sri Kresna dating tidak bersama Arjuna. Bahkan lumut kering yang menempel di batu-batu seakan-akan tidak mau ketinggalan menyesali, seperti seorang wanita yang dirundung cinta kepada sang Arjuna yang tidak dating.

 

Terlampau panjang untuk diceritakan, tetapi suasana mencekam dan menyedihkan, semuanya prihatin, baik yang berada di tepi jalan maupun yang berada di tepi rawa-rawa.

 

………

 

 

Untuk keperluan study wayang dan konservasi kepustakaan wayang yang sudah saat ini sudah sulit ditemui, Admin sudah berhasil memindai buku ini menjadi file digital berformat PDF. Bagi Anda yang berminat bisa mengunduh gratis di alamat URL :

http://www.mediafire.com/view/9y8fsqblqd00c66/Barata_Yudha_Sunardi_DM.pdf

 

.

.

Buku BARATA YUDHA oleh Sunardi DM

Buku BARATA YUDHA oleh Sunardi DM

.

 

Ebook “ PAKEM RAMAYANA ( Lahiripun Rama – Brubuh Ngalengka ) “ karya Ki Slamet Soetarsa – 1964 – [cerita wayang]


.

Pakem Ramayana Slamet Soetarsa Ki

.

Buku PAKEM RAMAYANA karya Ki Slamet Soetarsa.

Buku PAKEM RAMAYANA karya Ki Slamet Soetarsa.

.

.

Data buku :

 

Slamet Soetarsa Ki  ;  “ PAKEM RAMAYANA ( Lahiripun Rama – Brubuh Ngalengka ) “  ;  Sala  ;  penerbit Toko Buku K. S. ( Keluarga Soebarno )  ;  1964 = cetakan keenam (?)  ;  gambar wayang  ;  Bahasa Jawa.

 

 

Kondisi kertas buku yang sudah lama ini adalah sudah menguning, sehingga harus di pindai dengan mode gray scale. Karenanya jumlah kilobyte file konservasi menjadi besar.

 

 

File pertama menyimpan halaman 01 sampai dengan 44 :

http://www.mediafire.com/view/2ztr852bojvpber/Pakem_Ramayana-_Slamet_Soetarsa_01~44.pdf

 

File kedua menyimpan halaman 44 sampai dengan 88 :

http://www.mediafire.com/view/q8qh8pae6o2bi47/Pakem_Ramayana-_Slamet_Soetarso_44~88.pdf

.

.

Daftar Isi buku PAKEM RAMAYANA karya Ki Slamet Soetarsa

Daftar Isi buku PAKEM RAMAYANA karya Ki Slamet Soetarsa

.

Halaman 6 buku PAKEM RAMAYANA karya Ki Slamet Soetarsa

Halaman 6 buku PAKEM RAMAYANA karya Ki Slamet Soetarsa

.

Halaman 7 buku PAKEM RAMAYANA karya Ki Slamet Soetarsa, penerbit Keluarga Soebarno Sala.

Halaman 7 buku PAKEM RAMAYANA karya Ki Slamet Soetarsa, penerbit Keluarga Soebarno Sala.

.

 

Ebook “ MAHABHARATA KAWEDAR. No 11 Taoen III, November 1938. “ karya R.M. Soetarta Hardjawahana -1938 – [cerita wayang]


.

Buku terbitan berkala MAHABHARATA KAWEDAR no. 11 Nopember 1938 karya RM Soetarta Hardjawahana

Buku terbitan berkala MAHABHARATA KAWEDAR no. 11 Nopember 1938 karya RM Soetarta Hardjawahana

.

.

Buku ini merupakan terbitan serial berkala setiap bulan satu terbitan. Data buku ini :

 

Soetarta Hardjawahana R.M.  ;  “ MAHABHARATA KAWEDAR. No 11 Taoen III, November 1938. “  ;  Timoeran – Solo  ;  diterbitkan oleh R.M. Soetarta Hardjawahana  ;  1938  ;  halaman 301 s/d 300  ;  Bahasa Jawa.

 

.

Untuk keperluan pembelajaran wayang dan konservasi kepustakaan wayang. Buku ini sudah dikonservasi menjadi file digital ber format PDF. Anda bisa mengunduh gratis di alamat URL :

http://www.mediafire.com/view/2zd1v9c2dfng3uf/Mahabharata_Kawedar_no_11_Nov_1938-_Soetarta_H.pdf

 

 

Ada uraian berjudul :

Papan patilasan utawi panggenan ingkang pinundi-pundi sarta kaanggep sukci saha nugrahani.

Daya pangaribawanipun papan patilasan utawi papan kang kanggep sukci.

.

.

Halaman 327 MAHABHARATA KAWEDAR no. 11 Nopember 1938 karya RM Soetarta Hardjawahana

Halaman 327 MAHABHARATA KAWEDAR no. 11 Nopember 1938 karya RM Soetarta Hardjawahana

.

Hlm 328 Mahabarata Kawedar no 11 Nov 1938 cmprs

.

Hlm 329 Mahabarata Kawedar no 11 Nov 1938 cmprs

.

Hlm 330 Mahabarata Kawedar no 11 Nov 1938 cmprs

.

 

Ebook “ MAHABHARATA KAWEDAR. No 10 Taoen III, October 1938. “ karya R.M. Soetarta Hardjawahana -1938 – [cerita wayang]


.

Buku ini merupakan terbitan serial berkala setiap bulan satu terbitan. Data buku ini :

 

Soetarta Hardjawahana R.M.  ;  “ MAHABHARATA KAWEDAR. No 10 Taoen III, October 1938. “  ;  Timoeran – Solo  ;  diterbitkan oleh R.M. Soetarta Hardjawahana  ;  1938  ;  halaman 271 s/d 300  ;  Bahasa Jawa.

.

Untuk keperluan pembelajaran wayang dan konservasi kepustakaan wayang. Buku ini sudah dikonservasi menjadi file digital ber format PDF. Anda bisa mengunduh gratis di alamat URL :

http://www.mediafire.com/view/lrkee7jyk76yc6o/Mahabharata_Kawedar_no_10_Oct_1938-_Soetarta_H.pdf

.

.

Buku terbitan bulanan MAHABHARATA KAWEDAR no 10 October 1938 karya RM Soetarta Hardjawahana

Buku terbitan bulanan MAHABHARATA KAWEDAR no 10 October 1938 karya RM Soetarta Hardjawahana

.

Hlm 287 Mahabharata Kawedar no 10 Oct 1938 cmprs

.

Hlm 288 Mahabharata Kawedar no 10 Oct 1938 cmprs

.

Hlm 289 Mahabharata Kawedar no 10 Oct 1938 cmprs

.

 

Buku ‘ BABAD PANDHAWA ” oleh Gatot Sasminto – 2006 – [buku cerita wayang]


.

Buku BABAD PANDHAWA oleh Gatot Sasminto, penerbit CV Cendrawasih.

Buku BABAD PANDHAWA oleh Gatot Sasminto, penerbit CV Cendrawasih.

.

Data buku :

 

Gatot Sasminto ; “ BABAD PANDHAWA “ ; Sukoharjo, Surakarta ; CV Cendrawasih ; 2006 = cetakan pertama ; 130 halaman ; gambar wayang ; Bahasa Jawa.

 

 

Buku berbahasa Jawa menceritakan Pandawa, Bharatayuda sampai dengan Parikesit. Yang menarik di buku ini adalah penulis berusaha menceritakan perbedaan ( atau mungkin lebih kena jika dikatakan sebagai variasi gubahan ) antara cerita Bharatayuda versi India dan versi Bharatayuda Kawi ( gubahan para punjangga Jawa ).

.

.

Halaman 105 buku BABAD PANDHAWA oleh Gatot Sasminto, penerbit CV Cendrawasih.

Halaman 105 buku BABAD PANDHAWA oleh Gatot Sasminto, penerbit CV Cendrawasih.

.

Hlm 106 Babad Pandhawa- Gatot Sasminto cmprs

.

Hlm 107 Babad Pandhawa- Gatot Sasminto cmprs

.

Hlm 108 Babad Pandhawa- Gatot Sasminto cmprs

.

Halaman 109 buku BABAD PANDHAWA oleh Gatot Ssminto, penerbit CV Cendrawasih.

Halaman 109 buku BABAD PANDHAWA oleh Gatot Ssminto, penerbit CV Cendrawasih.

.

 

Ebook ” Mahabharata Kawedar no 09 September 1938. ” karya Soetarta Hardjawahana R.M. – 1938 – [ebook cerita wayang]


.

Mahabharata Kawedar no 09 September 1938

.

ebook cerita wayang " Mahabharata Kawedar no 09 September 1938 " karya Soetarta Hardjawahana R.M.

ebook cerita wayang ” Mahabharata Kawedar no 09 September 1938 ” karya Soetarta Hardjawahana R.M.

.

.

 

Buku ini merupakan terbitan serial berkala setiap bulan satu terbitan. Data buku ini :

Soetarta Hardjawahana R.M.  ;  “ MAHABHARATA KAWEDAR. No 09 Taoen III, September 1938. “  ;  Timoeran – Solo  ;  diterbitkan oleh R.M. Soetarta Hardjawahana  ;  1938  ;  halaman 241 s/d 270.

.

Di dalam buku ini diceritakan juga satu lakon wayang purwa berjudul Pejahipun Sang Kangsa. Cuplikannya sebagai berikut :

Cariyos Ringgit Purwa , Pejahipun Sang Kangsa.

Wontenipun ing dalem cariyos padalangan, sang Kangsa punika beda kaliyan ingkang kawursita ing buku Mahabharata. Ing dalem cariyos padalangan ringgit purwa ingkang kalampah ing tanah Jawi, kasebutaken manawi sang Kangsa punika putranipun Prabu Basudewa nata ing Mandura, ananging saestunipun sanes putranipun Sinuwun Mandura wau piyambak. Wondene nalaripun makaten. Sang Dewi Maerah nenggih salah satunggaling garwanipun Prabu Basudewa, sang dewi kacidra ing resmi dening sawenehing yaksaraja nama Prabu Gorawangsa. Sareng Prabu Basudewa uninga, Dewi Maerah kadhawuhan nyedani. Sasampunipun sarembag kaliyan para parampara tuwin para sepuh, kalampahan Dewi Maerah kabekta dating wana badhe dipun lunasi dening Raden Arya prabu arinipun Sri Narendra. Ananging sarawuhipun ing wana, tetela bilih sang dewi ambobot, pramila boten saestu dipun lunasi sanalika wau, ngentosi menawi jabang bayi sampun lahir. Sareng sampun dumugi lekipun, Dewi Maerah ambabar putra miyos kakung nenggih sang Kangsa punika, tembenipun Prabu Basudewa kapeksa angaken putra. Dene Dewi Maerah kasupen punapa kadospundi, lajeng boten dipun sedani.

Prabu Basudewa kaguingan putra tiga. Ingkang sepuh kakung akekasih sang Kakrasana nenggih Wasi Jaladara, asarira gagah prakosa sembada lan kaprawiran sarta kakendelanipun, tur warninipun bagus, kulitan jene semu pethak, sumbaga wirotama teguh timbul madal salwiring braja, dasar kekasihipun Jawata, sarayanipun Dewa, diwasanipun jumeneng nata ing Mandura lumungsur kaprabonipun rama, ajejuluk Prabu Baladewa, dahat kineringan sasaminipun ratu ing bumi.

Putra ingkang angka kalih ugi kakung, akekasih Raden Narayana nenggih Danardana utawi sinebut Kresna, bagus warninipun, sarira cemeng mulus trus ing balung sungsum, ambaranyak sumunar wadananipun anelahi. Satuhu Raden Narayana tiutisanipun Hyang Wisnu Batara. Hyang Wisnu kacariyos binelah panitisipun dating Kresna lan Arjuna, upami sekar lan sarinipun utawi latu lan urubipun. Sekaripun Arjuna, sarinpun Kresna. Latunipun Danardana, urubipun Danajaya. Upami satu lam rimbagan, upami suruh lumah tuwin kurebipun sinawang sanes ingkang warni, ginigit tunggil raosipun. Pranyata Raden Narayana kekasihing Jawata Minulya. Diwasanipun jumeneng nata binatara anyakrawati ing praja Dwarawati, ajejuluk Prabu Padmanaba nenggih Sri Harimurti, satuhu Hyang Kesawa sawantah.

Putra ingkang angka tiga putri akekasih Retna Dewi Wara Sumbadra nenggih Endang Bratajaya utawi Endang Panalika, ugi kasebut Rara Ireng, putri pinunjul ing jagad tanpa timbang. Satuhu Dewi Wara Sumbadra titisanipun Dewi Sri, pramila tetep dados memanikipun sagung putri ing tribawana. Diwasanipun kagarwa ing satriya Madukara Raden Janaka.

dan seterus nya …

.

Untuk keperluan pembelajaran wayang dan konservasi kepustakaan wayang. Buku ini sudah dikonservasi menjadi file digital ber format PDF. Anda bisa mengunduh gratis di alamat URL :
http://www.4shared.com/office/dU0Y-47lce/Mhbrt_Kawedar_No_09_Sep_1938.html

.

.

Hlm 258 MK no09 Sep 1938 cmprs

.

Hlm 259 MK no09 Sep 1938 cmprs

.

 

Ebook ” Mahabharata Kawedar no 08 Agustus 1938. ” karya Soetarta Hardjawahana R.M. – 1938 – [ebook cerita wayang]


.

Mahabharata Kawedar no 08 Agustus 1938

.

ebook cerita wayang " Mahabharata Kawedar no 08 Agustus 1938 " karya R.M. Soetarta Hardjawahana.

ebook cerita wayang ” Mahabharata Kawedar no 08 Agustus 1938 ” karya R.M. Soetarta Hardjawahana.

.

.

Buku ini terbit pada bulan Agustus 1938 sebagai terbitan nomor 8 di tahun ke 3 penerbitan serial buku terbit berkala ini. Data buku nya :

Soetarta Hardjawahana R.M.  ;  “ MAHABHARATA KAWEDAR. No 08 Taoen III, Agustus 1938. “  ;  Timoeran – Solo  ;  diterbitkan oleh R.M. Soetarta Hardjawahana  ;  1938  ;  halaman 211 s/d 240.

Selain serial cerita Mahabharata , di dalam buku ini penulis memberi wejangan pertama tentang :

“ Pamarsudinipun Tiyang Sepuh Dhateng Atmaja. “

Kawursita ing dalem dongeng Mahabharata boten namung saweg sapisan punika kemawon sang Maha Resi Narada angrawuhi para kadang Pandawa, prelu paring pangandikan-pangandikan tuwin piwulang-piwulang ingkang kalangkung maedahi. Nadyan silih sang Nata Prabu Puntadewa punika kacariyos satunggaling Narendra mahambeg Wiku, ing padalangan ringgit kakocapaken trus putih getihe, inggih punika saking sukcining panggalihipun sang nata ngantos kacariyosaken rahipun pethak, lila legawa ing dunya, sadaya rajabrananipun suka lila kadanakna dating tiyang sanes, malah limraha makaten jiwanipun kapareng kangge nambak umuripun liyan, dasar lembah manah alus ing budi, sukci tan kalepetan ing dosa, suprandene saben-saben sang Nata tansaha dipun rawuhi sang Maha Resi Narada sarta dipun pangandikani kathah-kathah ingkang ateges memulang dating sang Prabu murih saya tambah sukcining pambekanipun.

Dongeng cariyos kasbut nginggil yektinipun ugi mengku kajeng angsung pitedah, kadospundi pamresudinipun tiyang sepuh dating atmajanipun ingkang dahat dipun tresnani. Sanadyan atmaja punika sampun tetela ing kapinteran, kawasisan, kalantipan miwah alus tuwin luhur pambekanipun, ewadene tiyang sepuh ingkang tresna saha asih dating anak temtu boten kendhat anggenipun taksih kedah mumulang lan mituturi, mamrih kawilujenganipun atmaja wau. Siang dalu pun anak boten kendhat tansah dipun serap-serapaken dating kautaman sarta supados tebih saking watak kanisthan, ing tembe dadosa tiyang ingkang luhur budinipun, tetep ing dharma, minangka pangayomanipun bebrayan, Makaten tandukipun tiyang sepuh ingkang tuhu asih dhateng atmajanipun kanthi lampah ingkang samestinipun.

Beda sanget kaliyan lekasipun bapa ingkang sih katresnanipun dhateng anak boten mawi landesan pangawikan ing saleresipun, ngantos katresnanipun wau asipat welas tanpa alis, karana ing sakajeng-kajengipun anak naming tansah tinurut, boten nate dipun leresaken samasa wonten tindak-tandukipun ingkang boten mapan utawi ingkang cengkah kaliyan kautaman, boten pisan-pisan dipun pambengi manawi wonten niyatipun anak ingkang murang kasusilan, satemah pun anak saya dangu saya tambah andaluya wewatekanipun ingkang boten leres, wekasan ing tembenipun dados wisunanipun jagad.

dan seterusnya …

Kemudian wejangan ke 2 adalah tentang : “ Bebayanipun Kabingahan, Samasa Tiyang Boten Pratitis Panampinipun. “ . Dilanjutkan dengan wejangan ke 3 : “ Pamarsudi Dhateng Weda, Kasoesastran, Kasoegihan, Tuwin Palakrama. “ dan dua wejangan lain lagi.

 

 

Admin blog wayang pustaka sudah meng konservasi buku ini menjadi file digital format PDF untuk keperluan pembelajaran wayang dan konservasi kepustakaan lama tentang wayang. Anda bisa mengunduh gratis file digital tersebut di alamat URL :
http://www.4shared.com/office/tKRWQB72ba/Mhbrt_Kawedar_No_08_Ags_1938.html

.

.

Hlm 218 MK no08 Ags 1938 cmprs

.

Hlm 219 MK no08 Ags 1938 cmprs

.

 

Ebook ” Mahabharata Kawedar no 04 Maret 1938 ” karya R.M. Soetarta Hardjawahana – 1938 – [ebook cerita wayang]


.

Mahabharata Kawedar no 04 Maret 1938

.

Ebook serial cerita wyang " Mahabharata Kawedar no 04 April 1938. " karya R.M. Soetarta Hardjawahana

Ebook serial cerita wyang ” Mahabharata Kawedar no 04 April 1938. ” karya R.M. Soetarta Hardjawahana

.

Buku serial cerita Mahabharata yang terbit sebulan sekali. Saat ini adalah terbitan bulan April 1938 :

Soetarta Hardjawahana R.M.  ;  “ MAHABHARATA KAWEDAR. No 04 Taoen III, April 1938. “  ;  Timoeran – Solo  ;  diterbitkan oleh R.M. Soetarta Hardjawahana  ;  1938  ;  halaman 211 s/d 240.

.

Cuplikan wejangan di buku ini :

Menggah kawontenanipun alam gangsal, kapetang wiwit alan wadhag ngantos dumuginipun alam budhi punika sajatosipun alam-alam ingkang kathah sanget sambekalanipun, kathah sanget bebayanipun, jalaran inggih wonten ing alam-alam kasbut nginggil punika wiwitipun tuwuh raosing gesang ingkang angrumaosi pepisahan. Tuwuhipun pangraos pepisahan lajeng anjalari tumimbulipun kamelikan, wekasan kamelikan wau saya andadra dados angkara. Wondene raos angkara punika adakan sanget lajeng ambabar cecongkrahan tanpa wates. Pramila lajeng dipun gambaraken kadidena papan ingkang dipun dunungi ing bajul ageng tur karem mangsa janma.

….. dan seterusnya …..

Buku terbitan 1938 ini , sebagai buku lawas , sudah dikonservasi keberadaannya menjadi file digital format PDF , serta di “ share “ di alamat URL ini :
http://www.4shared.com/office/1YWeyEqIce/Mhbrt_Kawedar_No_04_Apr_1938.html

.

.

" Mahabharata Kawedar no 04 April 1938 " karya R.M. Soetarta Hardjawahana.

” Mahabharata Kawedar no 04 April 1938 ” karya R.M. Soetarta Hardjawahana.

.

Hlm 103 MK no04 Apr 1938 cmprs

.

 

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Contemporary-interpretive Style. “ – Ki Purbo Asmoro – 2013.


.

DVD Rekaman Pakeliran Sesaji Raja Suya

 

Di tulisan sebelumnya Anda telah mengetahui tentang Wayang Educational Package. Yayasan Lontar / The Lontar Foundation – sebagai bagian dari paket – menerbitkan beberapa seri rekaman pakeliran Ki Purbo Asmoro. Lakon yang digelar adalah sama Sesaji Raja Suya namun disajikan dengan tiga gaya berbeda , yaitu gaya “classic” ( klasik ), gaya “contemporary-interpretive” ( garapan ), dan gaya “condensed” ( padat ).

 

Seri rekaman tersebut akan diwartakan di blog ini secara berurutan. Yang KEDUA adalah pakeliran dengan gaya garapan. Seri rekaman ini terdiri dari 4 DVD dengan panjang film rekaman 6 jam 40 menit.

.

DVD pakeliran wayang purwa lakon Sesaji Raja Suya gaya garapan, dalang Ki Purbo Asmoro.

DVD pakeliran wayang purwa lakon Sesaji Raja Suya gaya garapan, dalang Ki Purbo Asmoro.

.

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Contemporary-interpretive Style. “

.

http://www.lontar.org/index.php?page=shop&id=197&cat=2&lang=en :

 

Purbo Asmoro developed this new all-night wayang structure in the late 1980s, based on the techniques used in the condensed style. Conventional structures are loosened, and each story is approached as an individual entity that may have specific dramatic requirements driving its shape and content. The resulting aesthetic is radically different from classical performances.

 

Dhalang:    Purbo Asmoro
English Subtitles: Kathryn Emerson
Indonesian Subtitles: Sugeng Nugroho and Wikan Satriati

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Village Clasical Style. “ – Ki Purbo Asmoro – 2013.


.

DVD Film Pakeliran Sesaji Raja Suya

 

Di tulisan sebelumnya Anda telah mengetahui tentang Wayang Educational Package. Yayasan Lontar / The Lontar Foundation – sebagai bagian dari paket – menerbitkan beberapa seri rekaman pakeliran Ki Purbo Asmoro. Lakon yang digelar adalah sama namun disajikan dengan tiga gaya berbeda , yaitu gaya “classic” ( klasik ), gaya “contemporary-interpretive” ( garapan ), dan gaya “condensed” ( padat ).

 

Seri rekaman tersebut akan diwartakan di blog ini secara berurutan. Yang PERTAMA adalah pakeliran dengan gaya klasik desa. Seri rekaman ini terdiri dari 5 DVD dengan panjang film rekaman 7 jam 9 menit.

.

DVD pakeliran wayang purwa lakon Sesaji Raja Suya, gaya klasik desa, dalang Ki Purbo Asmoro.

DVD pakeliran wayang purwa lakon Sesaji Raja Suya, gaya klasik desa, dalang Ki Purbo Asmoro.

.

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Village Clasical Style. “

.

http://www.lontar.org/index.php?page=shop&id=196&cat=2&lang=en :

 

In the classical style of the villages, particularly Klaten, Central Java, dhalang use much of the same traditional structure represented in the palace classical style. However, in places there are different choices of gamelan accompaniment, sung poetry, dialogue patterns, narration, and dramatic pacing, leading to a slightly different aesthetic.

 

Dhalang:    Purbo Asmoro
English Subtitles: Kathryn Emerson
Indonesian Subtitles: Sugeng Nugroho and Wikan Satriati

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 31 other followers