Archive for the ‘Pedalangan’ Category

Buku ‘ WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA ” karya Soetarno dan Sarwanto – 2010 – [pedalangan]


.

Wayang Kulit dan Perkembangannya karya Soetarno dan Sarwanto.

.

Buku WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA karya Soetarno dan Sarwanto.

Buku WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA karya Soetarno dan Sarwanto.

.

Data buku :

 

Soetarno ( Prof., DR., DEA. ) dan Sarwanto ( Prof., DR., S.Kar., M.Hum. )  ;  WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA “  ;  Surakarta dan Sukoharjo  ;  penerbit ISI Press Solo bekerja sama dengan CV Cendrawasih, Sukoharjo  ;  Juli 2010 = cetakan pertama  ;  ISBN 978-602-8755-18-4  ;  viii + 350 halaman  ;  foto  ;  Bahasa Indonesia.

.

.

Prakata buku WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA karya Soetarno dan Sarwanto.

Prakata buku WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA karya Soetarno dan Sarwanto.

.

Prakata 2 Wyng Kulit n Perkembang- Soetarno cmprs

.

Prakata 3 Wyng Kulit n Perkembang- Soetarno cmprs

.

Prakata 4 Wyng Kulit n Perkembang- Soetarno cmprs

.

Daftar Isi buku WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA karya Soetarno dan Sarwanto.

Daftar Isi buku WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA karya Soetarno dan Sarwanto.

.

Dftr Isi 2 Wyng Kulit n Perkembang- Soetarno cmprs

.

Buku ” WAYANG MALANGAN. ” karya Suyanto – 2002 – [pengetahuan pedalangan]


.

Wayang Malangan Suyanto

.

Buku WAYANG MALANGAN oleh Suyanto

Buku WAYANG MALANGAN oleh Suyanto

.

.

Wayang Malangan merupakan salah satu bagian dari seni pewayangan Jawa Timuran, yang hidup dan berkembang secara lokal. Walaupun Wayang Malangan bersumber dari cerita yang sama seperti pakeliran yang hidup di daerah Yogyakarta dan Surakarta, tetapi kesan penyajiannya sangat berbeda.

 

Wayang Malangan tidak berkesan sebagai kesenian keratin, melainkan sebagai kesenian rakyat yang diwarnai oleh bahasa etnis Jawa Timuran serta dilatarbelakangi oleh budaya pesisiran yang mayoritas terdiri dari masyarakat agraris.

 

Kesenian in tumbuh dan berkembang secara lisan dan tidak memiliki pujangga. Artinya seni pedhalangan tersebut hidup secara turun-temurun tanpa memiliki buku pegangan atau pakem tertulis.

 

Buku Wayang Malangan ini akan mengupas tentang Wayang Malangan dari berbagai aspek, di antaranya adalah latar belakang pertunjukan, para pelakunya, dan pertunjukkannya itu sendiri. Buku diawali dari Wayang Malangan yang merupakan warisan tradisi lisan, pertunjukan Wayang Malangan, aliran Wayang Malangan, dan perkembangannya. Kehadiran buku ini juga memberi suatu dokumentasi tertulis karena selama ini dokumentasi tentang Wayang Malangan belum ada.

.

Wayang Malangan oleh Suyanto

Wayang Malangan oleh Suyanto

.

Sekapur Sirih 2 Wayang Malangan- Suyanto cmprs

.

Sekapur Sirih 3 Wayang Malangan- Suyanto cmprs

.

Sekapur Sirih 4 Wayang Malangan- Suyanto cmprs.

.

Data buku :

 

Suyanto ( S.Kar, M.A, )  ;  “ WAYANG MALANGAN “  ;  Surakarta  ;  penerbit Citra Etnika Surakarta, diterbitkan atas kerja sama dengan Yayasan Adikarya IKAPI dan The Ford Foundation  ;  2002 = cetakan pertama  ;  ISBN 979-3192-01-1  ;  xvii + 350 halaman  ;  foto wayang  ;  Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa.

.

Alamat penerbit :

Penerbit Citra Etnika Surakarta,
Jl. Guntur, Gang Guruh IV no.70 B, Surakarta 57126
Tel : 0271 – 666492  ;  Fax : 0271 – 41439
Email : citra_etnika@yahoo.com

.

.

Daftar Isi buku WAYANG MALANGAN karya Suyanto

Daftar Isi buku WAYANG MALANGAN karya Suyanto

.

Dftr Isi 2 Wayang Malangan- Suyanto cmprs

.

Dftr Isi 3 Wayang Malangan- Suyanto cmprs

.

 

Buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 3. “ oleh Marwanto – 1993 – [pengetahuan pedalangan] [filsafat wayang]


.

Pakeliran wayang purwa dikenal sebagai tontonan, tatanan dan tuntunan. Pakeliran tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai sarana untuk menyebarkan pengetahuan tentang tatanan dan tuntunan dalam hidup bermasyarakat. Disela-sela pakeliran dalang menyisipkan hal-hal tersebut.

 

Berbagai cara penyampaiannya, disesuaikan dengan lakon pakeliran tersebut. Ada yang berbentuk wejangan ( “nasehat luhur” ), wewarah ( “ajaran pedoman” ), piwulang kaprajan ( “ajaran tata laksana kenegaraan / kepemimpinan” ) dari seorang begawan kepada kesatria atau dari seseorang yang lebih tua kepada yang lebih muda. Ada yang berbentuk bantah kawruh ( “debat ilmu” ) , yang kadang berbentuk cangkriman ( “teka teki” ). Bantah kawruh biasa terjadi jika seorang Begawan menguji muridnya atau Dewa (yang menyamar) menguji tingkatan ilmu seorang kesatria atau debat yang dipakai untuk mematahkan kepongahan seorang kesatria asing yang merasa tahu segalanya.

 

Di bawah ini adalah salah satu buku yang menghimpun hal-hal semacam di atas. Admin hanya mempunyai yang jilid 3.

.

Buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 3. “ oleh Marwanto, penerbit CV Cendrawasih.

Buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 3. “ oleh Marwanto, penerbit CV Cendrawasih.

.

Daftar Isi buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 3. “  oleh Marwanto, penerbit CV Cendrawasih.

Daftar Isi buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 3. “ oleh Marwanto, penerbit CV Cendrawasih.

.

Data buku :

 

Marwanto ; “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 3. “ ; Sukoharjo, Surakarta ; penerbit CV Cendrawasih ; tahun ? = edisi revisi [ cetakan pertama diperkirakan sekitar 1993 ] ; 130 halaman ; gambar wayang ; Bahasa Jawa.

.

Contoh isi buku :

.

.

Sama Beda Dana Dendha

Sama Beda Dana Dendha

.

Sama Beda Dana Dendha

Sama Beda Dana Dendha

.

.

Kita patut berterima kasih kepada bapak Marwanto yang sudah dengan tekun merangkum hal-hal tersebut dari bermacam kepustakaan dan bermacam sumber lain.

.

Dari buku “ Kepustakaan Wayang Purwa (Jawa). Penelusuran Terbitan Indonesia Antara tahun 1949 ~ 1995. “ diperoleh data mengenai Daftar Isi buku yang jilid 1 dan jilid 2 tersebut :

.

Daftar Isi buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 1. “ oleh Marwanto, penerbit CV Cendrawasih.

Daftar Isi buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 1. “ oleh Marwanto, penerbit CV Cendrawasih.

.

Hlm X 153 Kepustakaan Wayang Purwa cmprs

.

 

Daftar Isi buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 2. “  oleh Marwanto, penerbit CV Cendrawasih.

Daftar Isi buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 2. “ oleh Marwanto, penerbit CV Cendrawasih.

.

Hlm X 155 Kepustakaan Wayang Purwa cmprs

.

.

Dan tercatat juga bahwa bapak Marwanto pada tahun 1977 sudah pernah menerbitkan buku semacam ini dengan bentuk stencilan tanpa nama penerbit. Di bawah ini Daftar Isi yang terbitan 1977 , sumber info dari ” Kepustakaan Wayang Purwa (Jawa). Penelusuran Terbitan Indonesia Tahun 1949 ~ 1995. ” :

.

Daftar Isi buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. “ Terbitan 1977 oleh Marwanto.

Daftar Isi buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. “ Terbitan 1977 oleh Marwanto.

.

Hlm X 147 Kepustakaan Wayang Purwa cmprs

.

Hlm X 148 Kepustakaan Wayang Purwa cmprs

.

 

 

Buku “ Serat Pedhalangan Kanthi Lampahan DEWI KUNTULWINANTEN. “ oleh Ki Purwadi – 2004 – [buku pedalangan jangkep]


.

Buku “ Serat Pedhalangan Kanthi Lampahan DEWI KUNTULWINANTEN. “ oleh Ki Purwadi, penerbit CV Cendrawasih.

Buku “ Serat Pedhalangan Kanthi Lampahan DEWI KUNTULWINANTEN. “ oleh Ki Purwadi, penerbit CV Cendrawasih.

.

Data buku :

 

Purwadi Ki ; “ Serat Pedhalangan Kanthi Lampahan DEWI KUNTULWINANTEN. “ ; Sukoharjo, Surakarta ; CV Cendrawasih ; 2004 = cetakan pertama ; 172 halaman ; gambar wayang ; Bahasa Jawa pedalangan.

 

 

Buku pedalangan jangkep. Tuntunan melaksanakan pakeliran wayang purwa Jawa semalam suntuk dengan lakon Kikis Tunggarana. Berisi tuntunan cara menggerakkan dan menempatkan boneka wayang di pakeliran, disertai lengkap dengan suluk, ada-ada ( lengkap dengan titi laras nadanya ), narasi ( janturan dll ), dialog antar tokoh.

.

.

Halaman 3 buku “ Serat Pedhalangan Kanthi Lampahan DEWI KUNTULWINANTEN. “  oleh Ki Purwadi, penerbit CV Cendrawasih.

Halaman 3 buku “ Serat Pedhalangan Kanthi Lampahan DEWI KUNTULWINANTEN. “ oleh Ki Purwadi, penerbit CV Cendrawasih.

.

Hlm 4 Kuntulwinanten cmprs

.

Hlm 5 Kuntulwinanten cmprs

.

Hlm 6 Kuntulwinanten cmprs

.

Halaman 7 buku “ Serat Pedhalangan Kanthi Lampahan DEWI KUNTULWINANTEN. “  oleh Ki Purwadi, penerbit cV Cendrawasih.

Halaman 7 buku “ Serat Pedhalangan Kanthi Lampahan DEWI KUNTULWINANTEN. “ oleh Ki Purwadi, penerbit cV Cendrawasih.

.

Buku “ Serat Pakeliran Jangkep Lampahan KIKIS TUNGGARANA. “ oleh B Subono dkk – 1996 – [ buku pedalangan jangkep ]


.

Serat Pakeliran Jangkep Lampahan KIKIS TUNGGARANA oleh B. Subono

Serat Pakeliran Jangkep Lampahan KIKIS TUNGGARANA oleh B. Subono

.

Data buku :

B. Subono dkk  ;  “ Serat Pakeliran Jangkep Lampahan KIKIS TUNGGARANA. “  ;  Sukoharjo, Surakarta  ;  CV Cendrawasih  ;  1996 = cetakan pertama  ;  120 halaman  ;  gambar wayang  ;  Bahasa Jawa pedalangan.

Buku pedalangan jangkep. Tuntunan melaksanakan pakeliran wayang purwa Jawa semalam suntuk dengan lakon Kikis Tunggarana. Berisi tuntunan cara menggerakkan dan menempatkan boneka wayang di pakeliran, disertai lengkap dengan suluk, ada-ada ( lengkap dengan titi laras nadanya ), narasi ( janturan dll ), dialog antar tokoh.

.

Admin kutipkan janturan di “ jejeran “ / adegan pertama yaitu Negeri Dwarawati.

Swuh rep data pitana, hanenggih nagari pundi ta kang kaeka adi dasa purwa. Eka marang sawiji, hadi linuwih, dasa sapuluh, purwa wiwitan. Sanadyan kathah titahing dewa ingkang kasongan akasa kasangga pratiwi kaapit samodra, kathah ingkang sami anggana raras, nanging datan kadi nagari Dwarawati, Dwaraka ya Maherakaya.

Sinebut Dwarawati satuhu dadi palawanganing jagad. Dwaraka papan pambuka wenganing rahsa. Maheralaya, Mahera sorot, laya pati, ingkono dununging pepadhang urip sepisan nganti tumekaning jaman delahan.

Mula kinarya bebukaning carita, ngupaya negari satus tan antuk kalih sanadyan sewu tan jangkep sadasa. Pranyata Dwaraka negari kang panjang, punjung, pasir, wukir, loh, jinawi, gemah, ripah, karta, tata lan raharja.

Panjang : dawa pocapane, punjung : luhur kawibawane, pasir : samodra, wukir : gunung. Tuhu nagara kang ngungkurke pareden, nengenaken pasabinan, ngerengaken benawi miwah ngayunaken bandaran agung.

Loh : subur kang tinadur, jinawi : murah kang tinuku, gemah : para dagang myang lelayaran lumintir tan ana kendhate, labet kalis sambekalaning marga. Ripah : janma ingkang sami dedunung salebeting nagari katingal jejel apipit, tepung cukit aben tritis, mila papan wiyar katingal ripak saking raharjaning nagari. Karta : para kawula datan kekirangan sandhang boga, tata : racak sami tentrem atine, mungkul pangolahing tetanen, kebo sapi pitik iwen datan ana cinancangan, rahina aglar ing pangonan, yen bengi mulih marang kandhange sowing-sowang. Pratandha tebih ing durjana juti. Tan ana cecengilan wada-winadan, anane muhung samat-sinamatan daya-dinayan. Raharja : tebih parang muka, miwah para mantri bupati pan samya bijaksana, limpat ing kawruh putus wajib pangolahing praja tansah hambudi-daya mrih wewahing kaluhuraning nata.

Dhasar nagari Dwarawati: padhang jagade, jero tancepe, dhuwur kukuse, adoh kuncarane, dhasar amba jajahane. Boten ngemungaken kanan kering, ngantos dumugi jawining rangkah kathah para raja narpati ingkang sami hanungkul datan karana ginebaging prang, labet kayungyun pepoyaning kautaman sarta kasongan pambeganing nata, bebasan kang tebih manglung, celak mantiyung, ing rikala mangsa asok glondhong pangareng-areng, peni-peni raja peni, guru bakal guru dadi.

Wenang den ucapna jejuluking sang nata : Prabu Sri Bathara Kresna, Padmanaba, Cakrapanu, Kesawa, Danardana, Janardana, Nayarana, Wasudewa, Harimurti, Wisnumurti. Hamila ajejuluk Sri Bathara Kresna, labet cemeng sarirane trus mbalung sungsum ludirane.

lan sakteruse …..

.

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Condenses Style. “ – Ki Purbo Asmoro – 2013.


DVD pakeliran wayang purwa Sesaji Raja Suya gaya padat, dalang Ki Purbo Asmoro.

DVD pakeliran wayang purwa Sesaji Raja Suya gaya padat, dalang Ki Purbo Asmoro.

 

.

DVD Rekaman Pakeliran Sesaji Raja Suya

Di tulisan sebelumnya Anda telah mengetahui tentang Wayang Educational Package. Yayasan Lontar / The Lontar Foundation – sebagai bagian dari paket – menerbitkan beberapa seri rekaman pakeliran Ki Purbo Asmoro. Lakon yang digelar adalah sama namun disajikan dengan tiga gaya berbeda , yaitu gaya “classic” ( klasik ), gaya “contemporary-interpretive” ( garapan ), dan gaya “condensed” ( padat ).

Seri rekaman tersebut akan diwartakan di blog ini secara berurutan. Yang KETIGA adalah pakeliran dengan gaya padat. Seri rekaman ini terdiri dari 1 DVD dengan panjang film rekaman 1 jam 59menit.

.

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Condenses Style. “

http://www.lontar.org/index.php?page=shop&id=198&cat=2&lang=en :

In this style developed among intellectual circles in Solo in the 1970s, a wayang is condensed down to anywhere from 30 minutes to 2 hours. Scenes are pared down to only what is considered important in terms of theme, message, and character development. Traditional conventions are secondary to dramatic purpose.

Dhalang:    Purbo Asmoro
English Subtitles: Kathryn Emerson
Indonesian Subtitles: Sugeng Nugroho and Wikan Satriati

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Contemporary-interpretive Style. “ – Ki Purbo Asmoro – 2013.


.

DVD Rekaman Pakeliran Sesaji Raja Suya

 

Di tulisan sebelumnya Anda telah mengetahui tentang Wayang Educational Package. Yayasan Lontar / The Lontar Foundation – sebagai bagian dari paket – menerbitkan beberapa seri rekaman pakeliran Ki Purbo Asmoro. Lakon yang digelar adalah sama Sesaji Raja Suya namun disajikan dengan tiga gaya berbeda , yaitu gaya “classic” ( klasik ), gaya “contemporary-interpretive” ( garapan ), dan gaya “condensed” ( padat ).

 

Seri rekaman tersebut akan diwartakan di blog ini secara berurutan. Yang KEDUA adalah pakeliran dengan gaya garapan. Seri rekaman ini terdiri dari 4 DVD dengan panjang film rekaman 6 jam 40 menit.

.

DVD pakeliran wayang purwa lakon Sesaji Raja Suya gaya garapan, dalang Ki Purbo Asmoro.

DVD pakeliran wayang purwa lakon Sesaji Raja Suya gaya garapan, dalang Ki Purbo Asmoro.

.

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Contemporary-interpretive Style. “

.

http://www.lontar.org/index.php?page=shop&id=197&cat=2&lang=en :

 

Purbo Asmoro developed this new all-night wayang structure in the late 1980s, based on the techniques used in the condensed style. Conventional structures are loosened, and each story is approached as an individual entity that may have specific dramatic requirements driving its shape and content. The resulting aesthetic is radically different from classical performances.

 

Dhalang:    Purbo Asmoro
English Subtitles: Kathryn Emerson
Indonesian Subtitles: Sugeng Nugroho and Wikan Satriati

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Village Clasical Style. “ – Ki Purbo Asmoro – 2013.


.

DVD Film Pakeliran Sesaji Raja Suya

 

Di tulisan sebelumnya Anda telah mengetahui tentang Wayang Educational Package. Yayasan Lontar / The Lontar Foundation – sebagai bagian dari paket – menerbitkan beberapa seri rekaman pakeliran Ki Purbo Asmoro. Lakon yang digelar adalah sama namun disajikan dengan tiga gaya berbeda , yaitu gaya “classic” ( klasik ), gaya “contemporary-interpretive” ( garapan ), dan gaya “condensed” ( padat ).

 

Seri rekaman tersebut akan diwartakan di blog ini secara berurutan. Yang PERTAMA adalah pakeliran dengan gaya klasik desa. Seri rekaman ini terdiri dari 5 DVD dengan panjang film rekaman 7 jam 9 menit.

.

DVD pakeliran wayang purwa lakon Sesaji Raja Suya, gaya klasik desa, dalang Ki Purbo Asmoro.

DVD pakeliran wayang purwa lakon Sesaji Raja Suya, gaya klasik desa, dalang Ki Purbo Asmoro.

.

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Village Clasical Style. “

.

http://www.lontar.org/index.php?page=shop&id=196&cat=2&lang=en :

 

In the classical style of the villages, particularly Klaten, Central Java, dhalang use much of the same traditional structure represented in the palace classical style. However, in places there are different choices of gamelan accompaniment, sung poetry, dialogue patterns, narration, and dramatic pacing, leading to a slightly different aesthetic.

 

Dhalang:    Purbo Asmoro
English Subtitles: Kathryn Emerson
Indonesian Subtitles: Sugeng Nugroho and Wikan Satriati

DVD “ Makuthrama : A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Condensed Style. “ – 2013.


DVD Rekaman Pakeliran Makutharama

Di tulisan sebelumnya Anda telah mengetahui tentang Wayang Educational Package. Yayasan Lontar / The Lontar Foundation – sebagai bagian dari paket – menerbitkan beberapa seri rekaman pakeliran Ki Purbo Asmoro. Lakon yang digelar adalah sama namun disajikan dengan tiga gaya berbeda , yaitu gaya “classic” ( klasik ), gaya “contemporary-interpretive” ( garapan ), dan gaya “condensed” ( padat ).

Seri rekaman tersebut akan diwartakan di blog ini secara berurutan. Yang KETIGA adalah pakeliran dengan gaya padat. Seri rekaman ini terdiri dari 1 DVD dengan panjang film rekaman 2 jam 4 menit.

.

DVD rekaman pakeliran lakon Makutharama gaya padat oleh Ki Purbo Asmoro, penerbit The Lontar Foundation, Jakarta.

DVD rekaman pakeliran lakon Makutharama gaya padat oleh Ki Purbo Asmoro, penerbit The Lontar Foundation, Jakarta.

.

DVD “ Makuthrama : A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Condensed Style. “

http://www.lontar.org/index.php?page=shop&id=195&cat=2&lang=en

In this style developed among intellectual circles in Solo in the 1970s, a wayang is condensed down to anywhere from 30 minutes to 2 hours. Scenes are pared down to only what is considered important in terms of theme, message, and character development. Traditional conventions are secondary to dramatic purpose.

Dhalang:    Purbo Asmoro
English Subtitles: Kathryn Emerson
Indonesian Subtitles: Sugeng Nugroho and Wikan Satriati

DVD “ Makutharama: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Contemporary-interpretive Style. “ – 2013.


DVD Rekaman Pakeliran Makutharama

Di tulisan sebelumnya Anda telah mengetahui tentang Wayang Educational Package. Yayasan Lontar / The Lontar Foundation – sebagai bagian dari paket – menerbitkan beberapa seri rekaman pakeliran Ki Purbo Asmoro. Lakon yang digelar adalah sama namun disajikan dengan tiga gaya berbeda , yaitu gaya “classic” ( klasik ), gaya “contemporary-interpretive” ( garapan ), dan gaya “condensed” ( padat ).

Seri rekaman tersebut akan diwartakan di blog ini secara berurutan. Yang KEDUA adalah pakeliran dengan gaya garapan. Seri rekaman ini terdiri dari 5 DVD dengan panjang film rekaman 7 jam 31 menit.

.

DVD rekaman pakeliran Makutharama gaya garapan oleh Ki Purbo Asmoro, penerbit The Lontar Foundation Jakarta.

DVD rekaman pakeliran Makutharama gaya garapan oleh Ki Purbo Asmoro, penerbit The Lontar Foundation Jakarta.

.

DVD “ Makutharama: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Contemporary-interpretive Style. “

http://www.lontar.org/index.php?page=shop&id=194&cat=2&lang=en

Purbo Asmoro developed this new all-night wayang structure in the late 1980s, based on the techniques used in the condensed style. Conventional structures are loosened, and each story is approached as an individual entity that may have specific dramatic requirements driving its shape and content. The resulting aesthetic is radically different from classical performances.

Dhalang:    Purbo Asmoro
English Subtitles: Kathryn Emerson
Indonesian Subtitles: Sugeng Nugroho and Wikan Satriati

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 33 other followers