Ebook ‘ Dewaruci ‘ karya S.P. Adhikara


Ebook ‘ Dewaruci ‘ karya S.P. Adhikara

Yasadipoera I, SP Adhikara, Dewaruci, Bimasuci, Bima, Drona, Rukmuka, Rukmakala, Naga, Tirtapawitra, Tibrasara, Candramuka, Gadamadana, Bathara Indra, Bathara Bayu, Jalasangara, Wrekodara, penerbit ITB, penerbit Institut Teknologi Bandung.

 

Diunggah ke blog pertama kali 28 Mei 2011 oleh Budi Adi Soewirjo.

Data buku :

S. P. Adhikara (di-Indonesia-kan oleh) ,  “ Dewaruci “ ,  penerbit Institut Teknologi Bandung ,  Bandung ,  1984 cetakan 1,  29 halaman ,  bahasa Indonesia ,  gambar wayang.

 

Prakata S. P. Adhikara :

Cerita Dewaruci yang disajikan dalam buku ini merupakan terjemahan utuh cerita Bimasuci tulisan pujangga Yasadipoera I, pada tahun 1803. Terjemahan cerita ini tidak disertai analisis, interpretasi, dan lain sebagainya, mengingat tulisan ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin mengetahui cerita Bimasuci tulisan pujangga Yasadipoera I, tetapi tidak atau kurang paham bahasa Jawa.

Tulisan pujangga Yasadipoera I diawali dengan sebuah doa AWIGHNAM ASTU NAMAS SIDDHI, artinya : SEMOGA TIADA RINTANGAN, SEGALA PUJI TELAH SEMPURNA DIPANJATKAN.

Pada akhir tulisan tersebut, terdapat kolofon, yaitu catatan waktu selesainya menulis cerita dan kesimpulan cerita Bimasuci, yang dinyatakan dengan dua buah kalimat saja, ialah berturut-turut sebagai berikut : ‘ meletiking dahana goraning rat ‘ dan ‘ pamungkasing bramarawilasita ‘. Bagian ini terpaksa kami sertai ulasan secukupnya, agar dapat dipahami oleh para pembaca.

Desember 1983

S.P. Adhikara

Kolofon :

Berakhirnya ceritera kami, yang kami tulis dalam bahasa yang sederhana pada tahun 1803 tarikh Masehi atau tahun 1730 tarikh Jawa. Tahun selesainya menulis cerita ini, kami beri tanda untuk mudah mengingat-ngingat (sengkala), ‘ maletiking dahana goraning rat ‘ , artinya ‘ meloncatnya api menakutkan dunia ‘.

Meloncat (meletik) nilainya nol, api (dahana) bernilai tiga, takut (gora) berati tujuh, dan dunia (rat) nilainya satu. Jadi 0371 dapat dibaca ‘ meloncatnya api menakutkan dunia ‘. Tetapi apabila urutan angka dibalik menjadi 1730, yaitu tahun selesainya kami menulis cerita ini dan dapat dibaca ‘ dunia takut (bila) api meloncat ‘. Maksudnya, manusia dapat diibaratkan sebagai ‘ dunia ‘ dan sukma diibaratkan ‘ api ‘, jadi ‘ dunia takut (bila) api meloncat ‘ dapat diartikan ‘ manusia takut bila sukma lepas dari raga ‘ atau ‘ manusia takut (bila) menghadapi ajalnya ‘.

Hal ini tidak perlu terjadi karena ilmu pelepasan mengajak manusia hidup suci dan ajal itu merupakan berakhirnya hidup di dunia ini, yang kami singkat sebagai kalimat penutup karangan kami, ‘ pamungkasing bramara wilasita ‘ . ( pamungkasing = berakhirnya , bramara = kumbang , wilasa = bermain-main, sita = putih, lambang kesucian, wilasasita = bermain-main dalam kesucian ).

Maka ‘ berakhirnya kumbang bermain-main dalam kesucian ‘ dapat ditafsirkan ‘ ajal manusia yang hidup suci, karena ia telah mendalami ilmu pelepasan ‘ . Manusia tidak takut menghadapi lepasnya sukma dari raga.

Bukankah hidup suci itu inti sari ilmu pelepasan ?  Bukankah ilmu pelepasan itu ilmu yang diperlukan dalam menghadapi ajal ?  Untuk apa manusia takut menghadapi ajalnya, apabila ia telah mendalami ilmu pelepasan selagi ia hidup di bumi manusia ini !

‘Ebook’ buku ini bisa diunduh gratis di URL :

http://www.4shared.com/document/cFIDaUzx/Dewaruci_SP_Adhikara.html

Selamat membaca dan menikmati.
Salam dari Admin.

2 responses to this post.

  1. […] b.      “ Dewaruci “. Terjemahan bebas ke dalam bahasa Indonesia atas Serat Bimasuci karya pujangga Jawa bernama Jasadipoera I pada tahun 1793. https://wayangpustaka02.wordpress.com/2011/05/28/ebook-dewaruci-karya-s-p-adhikara/ […]

    Reply

  2. […] :  S.P. Adhikara ; “ Dewaruci “ ; Bandung ; Penerbit Institut Teknologi Bandung ; 29 halaman ; […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: