Dalang Ki Tristuti Rahmadi Suryosaputro.


Dalang Ki Tristuti Rahmadi Suryosaputro. 

Oleh Budi Adi Soewirjo ; admin blog Wayangpustaka, Facebook: Wayang Purwa – Links ;
Jakarta, 04 Juli 2011
https://www.facebook.com/#!/notes/wayang-nusantara-indonesian-shadow-puppets/dalang-ki-tristuti-rahmadi-suryosaputro/10150369930126110

 

Tulisan ini disusun oleh admin blog Wayangpustaka sebagai seorang penonton wayang kulit, dari sudut pandang penonton awam di luar lingkaran pelaku langsung seni pewayangan, ditulis untuk sesama penonton wayang kulit, dengan tujuan berbagi bahan pengayaan guna apresiasi yang lebih baik terhadap pewayangan. Harapan lebihnya, mudah-mudahan, bisa menambah panduan bagi peminat untuk mendapatkan banyak pengayaan lebih banyak, dengan akan disajikan banyak alamat tautan sebagai sumber rujukan. 

Admin blog Wayangpustaka mulai tertarik, bagi dirinya sendiri, untuk mengetahui lebih banyak tentang Tristuti Rahmadi Suryasaputra setelah menerima dari Neno Giri seorang pecinta wayang kulit bermukim di Leuwinanggung Depok Timur sepuluh bendel foto copy an naskah ketikan ukuran folio dengan judul “ Serat Pustakaraja Purwa “ yang dihimpun oleh Suryosaputro, Surakarta. Sepuluh bendel tadi merupakan jilid 1 sampai dengan 9, ditambah jilid 11. Tidak ada foto copy untuk jilid 10. Foto copy tadi hasil copy dari foto copy juga yang didapat Neno Giri dari daerah Wonogiri, Jawa Tengah.

Dari catatan lama bertanggal 08 Oktober 2009 yaitu berita dari koran Solopos tentang meninggalnya dalang Ki Tristuti Rahmadi Suryasaputra serta Obituari yang ditulis oleh Kitsie Emerson, ada hal yang menarik bahwa Ki Purbo Asmoro melakukan penelitian terhadap karya tulis / naskah Ki Tristuti Rahmadi Suryasaputra serta pengaruhnya sebagai bahan thesis untuk mendapatkan gelar Magister Humaniora.
https://www.facebook.com/pages/Wayang-Nusantara-Indonesian-Shadow-Puppets/171041283735#!/notes/wayang-purwa-links/08-nop-pujangga-pedalangan-ki-tristuti-rachmadi-suryosaputro-wafat/173895586085

Mengapa Ki Purbo Asmoro berminat untuk meneliti Naskah Tristuti Rahmadi Suryasaputra ?

 

 

 

Foto dari blog Melissa Alarez (seorang wanita asing yang meminati wayang kulit Jawa) 18 Juli 2008
http://castingshadowsindonesia.blogspot.com/2008/07/pak-tristuti-rahmadi-suryosaputro.html

*** 

Penelusuran pertama dilakukan terhadap thesis tersebut dan didapatkan bahan pengayaan mengenai Tristuti Rahmadi Suryasaputra sebagai berikut :

http://i-lib.ugm.ac.id/jurnal/detail.php?dataId=399

Thesis tersebut berjudul “ Kehadiran Naskah Pedalangan Karya Tristuti Rahmadi Suryasaputra Dalam Pertunjukan Wayang Kulit Gaya Surakarta “, UGM 2004,  penelitian disusun dan dilaksanakan Purbo Asmoro ( Sekolah Tinggi Seni Indonesia di Surakarta )  dan Soetarno ( Institut Seni Indonesia di Yogyakarta ). 

Thesis untuk mencapai gelar Magister Humaniora pada Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. 

Abstractnya termuat di jurnal Humanika, 18(3), Juli 2005 dan file format PDF nya bisa diunduh di :
http://www.4shared.com/document/b6NqpO25/Abstract_Thesis_Ki_Purbo_Asmor.html 

 

Penelitian ini memusatkan perhatian pada sejumlah permasalahan sebagai berikut :

  1. 1.       Mengapa naskah pedalangan susunan Tristuti Rahmadi Suryasaputra banyak digunakan para dalang penganut pakeliran gaya Surakarta?
  2. 2.       Bagaimana cara dalang menyikapi naskah pedalangan susunan Tristuti Rahmadi Suryasaputra ?
  3. 3.       Bagaimana dampak kehadiran naskah pedalangan susunan Tristuti Rahmadi Suryasaputra di kalangan pedalangan ?
  4. 4.       Bagaimana aspek tekstual-kontekstual naskah pedalangan susunan Tristuti Rahmadi Suryasaputra ? 

 

Di dalam abstract tersebut juga dijelaskan latar belakang kehidupan Tristuti Rahmadi Suryasaputra pada ‘ masa jaya ‘ nya sebagai dalang sebelum terjadi peristiwa G30S. Dan sedikit uraian mengenai masa penahanan Tristuti Rahmadi Suryasaputra di Jakarta dan Pulau Buru.(#) Kemudian kehidupan kesenian / pedalangan Tristuti Rahmadi Suryasaputra setelah kembali dari Pulau Buru terutama pada masa Tristuti Rahmadi Suryasaputra produktif menghasilkan karya tulis pedalangan. Dengan rinci dijelaskan tentang bermacam karya tulis pedalangan yang dihasilkan Tristuti Rahmadi Suryasaputra. 

(#) Kalimat yang menarik berkaitan dengan penahanan di Pulau Buru : 

….. “ Penderitaan Tristuti Rahmadi Suryasaputra selama 14 tahun di pengasingan (Pulau Buru) sebagai tahanan politik di era Orde Baru, juga merupakan tempaan baginya yang dapat memacu kreativitas demi mempertahankan kelangsungan hidup. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika teks-teks wacana pakeliran susunannya mempunyai ciri khas dan betul-betul mampu menyentuh rasa hayatan “. …..(Humanika halaman 374)

 ….. “ Di tengah hutan belantara Pulau Buru inilah Tristuti Rahmadi Suryasaputra banyak mendapat inspirasi tentang sanggit pakeliran “. ….. (Humanika halaman 370)

 

*** 

Selanjutnya, berikut ini Admin blog Wayangpustaka ingin mengutip abstrast hanya hal-hal yang berkaitan dengan “ Serat Pustakaraja Purwa “ yang dihimpun dan diketik oleh Tristuti Rahmadi Suryasaputra , termuat pada Humanika halaman 371 [ dengan sedikit suntingan tata letak kalimat dari Admin untuk lebih memudahkan pengertian ] :

 

“  Tristuti, sejak tanggal 12 Mei sampai dengan tanggal 27 Juni 1983, juga membukukan lakon-lakon wayang purwa dan madya dalam bentuk kerangka lakon ( Jawa: balungan lakon ), diberi judul “ Serat Pustaka Raja Purwa ( Sampun Kadhapuk Balungan Lakon ) “, yang dikelompokkan dalam sebelas jilid ( lihat catatan kaki nomor 8 di bawah ).

 

Jilid I berisi 22 kerangka lakon, mulai dari lakon Lahire Guru sampai dengan Amitaya.
Jilid II berisi 30 kerangka lakon, mulai dari lakon Rukmawati sampai dengan Rabine Kitaka.
Jilid III berisi 28 kerangka lakon, mulai dari lakon Rabine Sakri sampai dengan Pandhu Tuwuh.
Jilid IV berisi 25 kerangka lakon, mulai dari lakon Rabine Sucitra sampai dengan Rabine Jayadrata.
Jilid V berisi 25 kerangka lakon, mulai dari lakon Bondhan Paksa Jandhu sampai dengan Gandawardaya.
Jilid VI berisi 25 kerangka lakon, mulai dari lakon Somadinala sampai dengan mBangun Candhi Gadamadana.
Jilid VII berisi 25 kerangka lakon, mulai dari lakon Bratayuda Seta Gugur sampai dengan Sudarsana Kethok.
Jilid VIII berisi 23 kerangka lakon, mulai dari lakon RabineYudayaka sampai dengan Patine Anglingkusuma (lakon wayang madya).
Jilid IX berisi 22 kerangka lakon, mulai dari lakon Raji Pamasa Rabi Putri Banyuwangi sampai dengan Patine Daneswara (lakon wayang madya).
Jilid X berisi 27 kerangka lakon, mulai dari lakon Rabine Jatimurti sampai dengan Lahire Rahwana (seri Lokapala).
Jilid XI berisi 27 kerangka lakon, mulai dari lakon Patine Mahesasura sampai dengan Prabine Kunthiboja (seri Ramayana). “

( catatan kaki nomor 8 ) :

Menurut Tristuti, kerangka lakon tersebut merupakan versi pedalangan Ngasinan (Klaten), sehingga urutan adegannya ( kadang-kadang juga nama-nama tokoh wayangnya ) berbeda dengan “ Serat Pustaka Raja Purwa “ tulisan R. Ng. Ranggawarsita dan “ Serat Padhalangan Ringgit Purwa “ susunan K.G.P.A.A. Mangkunagara VII, yang merupakan pakem pedalangan versi keraton.

***

 Admin blog Wayangpustaka :

Catatan kaki nomor 8 ini penting diketahui oleh pembaca blog Wayangpustaka yang mengunduh file digital konservasi serta membaca naskahnya Ki Tristuti Rahmadi Suryosaputro ; supaya tidak perlu bingung membaca isi naskah itu jika sebelumnya sudah pernah membaca naskah lain karya R.Ng. Ranggawarsita dan K.G.P.A.A. Mangkunagara VII
https://wayangpustaka02.wordpress.com/2011/07/03/serat-padhalangan-ringgit-purwa-kgpaa-mangkunegara-vii/

Inilah beragam khasanah kepustakaan wayang Jawa.
[ tulisan tentang topik keragaman khasanah kepustakaan wayang bisa dibaca di
https://www.facebook.com/home.php#!/notes/wayang-nusantara-indonesian-shadow-puppets/beragam-khasanah-kepustakaan-wayang-nusantara/10150346064996110] 

 

Blog Wayangpustaka akan meg-konservasi ketikan “ Serat Pustakaraja Purwa “ tersebut dan menampilkan bertahap ringkasan isi masing-masing jilid di blog Wayangpustaka [ http://wayangpustaka.wordpress.com], sebagai salah satu kegiatan menuju ke Perpustakaan Terbuka Wayang Digital. 

Nantinya file digital konservasi akan berukuran A4. Foto copy ukuran folio tadi difoto copy perkecil menjadi ukuran A4. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan alat pemindai yang ada. 

Dari penelusuran di dunia maya, banyak diketahui tentang Ki Tristuti Rahmadi Suryosaputro ; selama di tahanan Pulau Buru maupun sesudahnya. Admin blog Wayangpustaka akan mencoba menulis lanjutan dari tulisan ini.

Jakarta, 04 Juli 2011

2 responses to this post.

  1. Posted by Neno Giri on 19 July 2011 at 15:18

    Salam budaya

    Reply

  2. my God …ini ayahku..
    saya ngga sengaja search nama ayah di google..lalu muncul artikel ini…
    tidak terasa sudah hampir 3 tahun beliau pergi..tapi semangatnya selalu ada…i miss u ayah…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: