Bhagawad Gita – penafsiran dengan cita rasa Jawa.


Bhagawad Gita – penafsiran dengan cita rasa Jawa.

.

Bhagawad Gita adalah bagian dari Mahabharata di Parwa VI Bhismaparwa. Berisi rangkaian pertanyaan Arjuna dan jawaban nasehat dari Prabu Kresna yang terjadi saat Arjuna berada di atas kereta perangnya – yang dikusiri Prabu Kresna – menuju medan perang akan menghadapi Karna. Bermula dari keragu-raguan Arjuna melanjutkan perjalanannya – karena ragu menghadapi Karna yang ternyata saudara seibu dengannya serta lawan lainnya yang masih tergolong saudara sendiri. ( Kemudian berkembang menjadi suatu rangkaian tanya jawab bermacam hal ).


Arjuna : “ ….. kadospundi sagedipun hamba gadhah ambek eca, sasampunipun damel pejah kulawandawa ing palagan ngriki ?  Hamba boten kapengin kawijayan, boten melik kaprabon utawi kawibawan. Punapa prelunipun gesang tuwin kasenengan, manawi sarana damel pejah sadaya ingkang sarwa gesang, utawi nyirnakaken sanak-sadherek piyambak ?  Raos tresna-asih adamel trenyuhing manah hamba. …..“

 

[ “ ….. bagaimana saya merasa tenteram sejahtera, sesudah menyebabkan kematian keluarga sendiri di peperangan ini ?  Hamba tidak menginginkan kejayaan, tidak menginginkan pangkat atau kemuliaan. Apa jadinya hidup serta kesenangan, dari akibat mencabut nyawa segala yang bernyawa, atau menyirnakan sanak saudara sendiri ?  Rasa cinta-welas-asih membuat hatiku trenyuh nelangsa ….. “

 

Bhagawad Gita sudah demikian terkenalnya berabad-abad, dan sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. S Padmosoekotjo di dalam buku nya “ Silsilah Wayang Purwa Mawa Carita “ jilid 7 (terakhir) juga menampilkan Bhagawad Gita. Di situ S Padmosoekotjo mengutip tulisan gubahan bebas R Boedihardja yang dimuat berkala di majalah bahasa Jawa Jaya Baya terbitan tahun ke X nomor 48 ~ 50 dan dilanjutkan ke terbitan tahun ke XI nomor 1 ~ 3.

Menurut S Padmosoekotjo, dari banyak tulisan gubahan bebas Bhagawad Gita yang pernah dibacanya, tulisan R Boedihardja adalah yang paling enak dimengerti dan disertai banyak catatan penjelasan.

Blog Wayangpustaka meng-konservasi halaman-halaman yang memuat tulisan R Boedihardja mengenai Bhagawad Gita ini dan ingin “ berbagi baca “ dengan Pembaca group Facebook Wayang Nusantara yang ingin membaca kembali Bhagawad Gita – namun kali ini – dengan sentuhan cita rasa Jawa.

Silakan unduh gratis file digital konservasi nya di alamat URL :
http://www.4shared.com/document/jTkaPTzp/Bhagawad_Gita_bhs_Jawa.html

.

Catatan :

Bagi Pembaca yang sudah pernah mengunduh file digital konsevasi “ Silsilah Wayang Purwa Mawa Carita “ jilid 7 , tidak perlu mengunduh lagi karena file digital tersebut telah mengandung episode Bhagawad Gita ini di halaman 38 ~ 53.

Barangkali Pembaca ingin lebih tahu tentang buku “ Silsilah Wayang Purwa Mawa Carita “ jilid 1 ~ 7 karya S Padmosoekotjo yang pernah terbit antara tahun 1979 ~ 1986 ; dan mengunduh gratis file digital konservasi nya, bisa mengunjungi halaman di blog Wayangpustaka URL :
https://wayangpustaka02.wordpress.com/2011/06/29/201/

.

Dari penelusuran kepustakaan, Admin blog Wayangpustaka mendapatkan data bahwa pernah diterbitkan satu buku tentang Bhagawad Gita dalam bahasa Jawa ( kapan tahun diterbitkannya belum diketahui ) berjudul “ Arjuna – Kresna Bawa Rasa “. Dalam bahasa Jawa, kata “ Bawa Rasa “ bisa diartikan sebagai “ olah rasa “ yaitu suatu kegiatan diskusi, percakapan, tanya jawab, debat tentang hal kebatinan atau hal yang berkaitan dengan “ rasa batin “ dalam atmosfer mistis Jawa. Admin blog Wayangpustaka belum berhasil mendapatkan buku ini – buku aslinya atau foto copy ataupun file digital konservasi-nya. 

Didapat data berikutnya bahwa pada antara tahun 1979 ~ 1985 suatu proyek di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI bernama Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah menerjemahkan (ke dalam bahasa Indonesia) dan menerbitkan kembali buku ini – sebagai salah satu buku produk proyek ini. Proyek tersebut dikenal dengan kegiatannya meng-alihaksara-kan (dari huruf tradisional lokal ke huruf Latin), menerjemahkan (dari bahasa tradisonal lokal ke bahasa Indonesia) dan menerbitkan kembali buku-buku sastra Indonesia dan daerah. Admin blog Wayangpustaka juga belum berhasil mendapatkan buku terbitan kembali ini – bukunya atau foto copy nya ataupun file digital konservasi-nya.

.

Jakarta, Agustus 2011
Admin Blog Wayangpustaka
Budi Adi Soewirjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: