Serat Makutha Raja karya Pangeran Buminata – 1937


Cerita sejarah, Serat Makutha Raja, Pangeran Buminata, Sri Widati Pradopo, Suyamto, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah.

 

(Karya tembang oleh) Pangeran Buminata, (terjemahan dan ringkasan oleh) Sri Widati Pradopo, (alih aksara oleh) Suyamto ; “ Serat Makutha Raja “ ; Jakarta ; Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah (PPBSID) ; 1981 ; 176 halaman ; huruf Latin ; bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.

 

 

Tulisan di awal buku :

Serat Makutha Raja ini ditulis oleh Pangeran Buminata dari Yogyakarta, pada tahun 1937 Masehi. Buku ini ditulis dalam tulisan [ aksara ] Jawa dan dalam bentuk tembang, yang terdiri dari 43 bait.

Di dalam buku ini terkandung nasehat bagi para raja agar dapat memegang kendali pemerintahan dengan sempurna. Dan di sampingberisi nasehat, buku ini juga menyajikan sebuah episode yang nyata, yang diangkat dari peristiwa yang pernah terjadi di Kartasura, di masa pemerintahan Kanjeng Sunan Pakubuwana. Di dalam cerita itulah secara tak langsung disisipkan nasehat tentang cara-cara memegang kendali pemerintahan yang benar.

Buku yang menarik ini diringkas menjadi 47 halaman. Di dalamnya diusahakan menggunakan sesedikit mungkin kata-kata yang sukra, yang dapat mengganggu kelancaran membaca. Namun demikian masih ada juga beberapa kata sukar atau istilah khusus, yang sengaja dipakai untuk menghidupkan suasana.

 

Dalam penerbitan kembali ini PPBSID menambahkan terjemahan bebas tembang tersebut dalam bahasa Indonesia yang dimuat di bagian depan. Kemudian bagian berikutnya adalah teks tembang aslinya dalam bahasa Jawa.

 

Usaha konservasi buku ini ke dalam bentuk digital dilaksanakan oleh Bp Roni Subari beserta putra-putranya. Beliau adalah pecinta wayang yang menjadi Sekretaris di kepengurusan Paguyuban Pecinta Wayang di Bandung. Sedangkan buku tersebut adalah koleksi Bp Pranowo Budi Sulistyo, Bandung. Admin wayangpustaka mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memungkinkan terjadi konservasi ini. Sangat bermanfaat sebagai peran serta berbagi pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan.

 

Saat ini file konservasi digital kami rasa masih terlalu besar untuk file sharing. Kami berusaha untuk membuat file yang lebih kecil dahulu sebelum kami tempatkan file tersebut di URL file sharing. Mohon pembaca bersabar beberapa saat.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: