Buku “Laku Prihatin” karya Iman Budi Santosa, 2011.


Buku Laku Prihatin, Iman Budi Santosa, penerbit Memayu Publishing, falsafah hidup orang Jawa, budi pekerti orang Jawa, kebudayaan Jawa.


 


Di toko buku Admin menemukan buku di bawah ini. Meskipun bukan buku wayang murni, tetapi kandungan buku juga ada cerita wayang yang dipakai sebagai contoh, serta menurut Admin isi dan bahasa buku ini memikat, sangat bernuansa Jawa, maka Admin mencoba berbagi info tentang buku ini. Mohon maaf Admin tidak bisa menyediakan file digital nya karena buku ini masih bisa Anda beli di toko buku atau langsung dari penerbit.

 

 

Data buku :

Iman Budi Santosa ; “ LAKU PRIHATIN. Investasi Menuju Sukses Ala Manusia Jawa. “ ; Yogyakarta ; Memayu Publishing ; Maret 2011 = cetakan pertama ; 202 halaman ; bahasa Indonesia ; ISBN 978-602-971-587-3 .

 

Alamat penerbit : Memayu Publishing, Mongga Wetan RT 36 Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta ; Telepon (0274) 824 9440 ; email : penerbitgelar@gmail.com .

 

 

Admin membaca di kata pengantar buku ini maksud penulisan oleh penulis buku ini , yang sudah demikian jelas mengantar calon pembaca mengetahui cakupan materi buku ini. Dan penulisnya menyusun buku ini dengan kata-kata dan kalimat yang memikat.

 

 

Kata Pengantar Penulis buku ini :

 

Dunia kebudayaan Jawa memang unik dan menarik, Meskipun berulangkali dikaji, dibedah, ditafsirkan, tetap masih menyimpan banyak fenomena yang menantang untuk didekati sedekat dan secermat mungkin, sehingga buah-tuahnya dapat dipetik dan dikemas menjadi sajin mirunggan untuk sidang pembaca sekalian. Misalnya, mengenai seluk-beluk laku prihatin yang terus menggejala dan menampakkan keberadaannya serupa bianglala yang menyertai kehidupan orang Jawa dari masa ke masa.

 

Dalam konteks laku prihatin, ada pemeo, wong Jawa gedhe tapane. Orang Jawa besar laku tirakatnya. Sementara ada  unen-unen atau peribahasa lain yang juga melegenda : urip mung mampir ngombe (hidup hanya mampir minum). Selintas dua peribahasa ini terkesan paradoks, atau bertentangan. Jika hidup ibarat mampir minum, untuk apa menjalani laku prihatin (tirakat) segala ? Jika hidup hanya “sebentar”, mengapa orang Jawa sibuk memperbaiki moral akhlak, sikap perilaku, serta budi pekerti, hingga memperbanyak amal ibadahnya di dunia ?

 

Inilah salah satu kesunyatan menarik yang terdapat dalam bunga rampai kehidupan manusia Jawa. Walaupun pada sisi tertentu seakan menganggap remeh dan singkat kehidupan ini, tetapi pada sisi lain mereka justru menunjukkan kesungguhan di dalam melakoni kehidupan dan menatanya hingga dimensi-dimensi yang paling kecil dan muskil pada hidup kesehariannya.

 

Gambaran selintas ini mengisyaratkan bahwa laku tirakat (prihatin) bagi orang Jawa bukan dikerjakan secara asal-asalan, insidental, sejam dua jam, sehari dua hari, tetapi sepanjang hidupnya. Selama hidup, manusia Jawa cenderung mengolah cita-citanya berlandaskan laku prihatin yang tidak pernah berhenti, karena sukses yang didambakan adalah sukses dunia dan akhirat.

 

Buku ini berusaha menyajikan realitas tadi, sebagai pisungsung kepada zaman, peradaban, dan kemanusiaan. Sumangga dikedhapi, silakan dinikmati dan dicerna dengan semangat tukar kawruh demi meningkatkan wawasan dan kearifan. Sebab, di dunia (sebagaimana pandangan orang Jawa) ada banyak jalan bersilangan, kebak rubeda maneka warna, bener durung mesthu pener, salah durung mesthi kalah, becik bisa kuwalik. Maka dari itu, untuk lolos dari ribuan permasalahan yang membelit kehidupan modern di masa kini, ada baiknya menelaah kembali warisan dan wulang-wuruk jagad Jawa, termasuk laku prihatinnya yang menyejarah. Semoga ada sejumput wewarah yang dapat memberikan pepadhang dan pepeling dalam menempuh dan menyukseskan hidup kita ke depan.

 

Iman Budi Santosa – penulis buku ini.

 

 

 

Mungkin masih banyak pendapat orang bahwa laku prihatin tersebut identik dengan paham kejawen yang berkonotasi paham / aliran kepercayaan kepada Tuhan. Padahal sebetulnya tidaklah demikian. Laku prihatin bisa bersinggungan dengan siapa saja.

 

Dalam buku ini juga diceritakan beberapa contoh laku prihatin di dalam cerita wayang. Kita semua menyetujui bahwa di dalam cerita wayang banyak cerita moral atau budi pekerti. Dan tentunya ; kalau kita sependapat dengan ungkapan moral dan budi pekerti tersebut ; ada baiknya kalau kita meneladaninya di dalam praktek kehidupan kita sehari-hari.

 

Di bawah ini Admin tuliskan contoh kisah wayang dalam buku tersebut (hanya yang wayang) , sebetulnya ada juga contoh kisah dari sejarah Jawa atau legenda Jawa.

 

  1. 1.       Kisah Cupu Manik Astagina (Ramayana)
  2. 2.       Kisah Rahwana Bersaudara (Ramayana)
  3. 3.       Kisah Dewi Kekayi (Ramayana)
  4. 4.       Kisah Pandawa Dalam Pembuangan (Mahabharata)
  5. 5.       Kisah Bambang Ekalaya (Mahabharata)
  6. 6.       Kisah Begawan Ciptoning (Mahabharata)
  7. 7.       Kisah Yuyutsu, Durmuka, dan Drestaketi (Mahabharata)
  8. 8.       Kisah Bima dan Dewaruci (Mahabharata)

 

Penulis banyak memakai istilah, peribahasa, kalimat petuah dalam bahasa aslinya , bahasa Jawa ; oleh karenanya sangat terpuji bahwa penulis menyediakan Glosari (semacam kamus atau arti istilah, peribahasa atau kalimat petuah tadi). Ini sangat berguna, tidak hanya untuk bukan penutur Jawa, bahkan bagi penutur Jawa sehari-hari sekedarnya yang kurang paham bahasa Jawa lebih dalam.


Ternyata sebelum buku ini terbit penulis sudah menuliskan buku lain dan telah terbit ; yang juga berkaitan dengan falsafah atau budi pekerti orang Jawa ; yaitu Profesi Wong Cilik (1999) , Dunia Batin Orang Jawa (2007) , Budi Pekerti Bangsa (2008) dan Nasihat Hidup Orang Jawa (2010). Wah, kita perlu blusak-blusuk lagi ke toko buku atau berselancar di internet untuk mencari buku-buku judul lainnya itu.

 

***

 

Bagi pengunjung yang baru pertama kali berkunjung, atau yang belum terlalu tahu isi blog ini sebelumnya , Admin sajikan beberapa info tentang buku atau ebook terkait info di atas , yang buku atau file digital nya sudah ada tersaji di blog Wayang Pustaka :

Klik disini

[ sedang dipersiapkan ]

 

 

Salam dari Admin,

Budi Adi Soewirjo,

Ditulis di Pejaten, Jakarta Selatan

01 Pebruari 2012 ; 21:00 wib.

2 responses to this post.

  1. […] “ ( 2010 ) ” Saripati Ajaran Hidup Dasyat dari Jagad Wayang “ ( 2011 ) ” Laku Prihatin, Investasi Menuju Sukses ala Manusia Jawa “ ( 2011 ) ” Spiritualisme Jawa. Sejarah, Laku, dan Intisari Ajaran “ ( 2012 […]

    Reply

  2. Posted by madani on 17 April 2015 at 16:11

    om admin, ebooknya kapan rilis yah?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: