Buku ” Mari Mengenal Wayang ” karya Ki Sumanto Susilamadya – 2013 – [ biografi tokoh wayang purwa ]


.

Ki Sumanto Susilamadya memegang buku " Mari Mengenal Wayang " karyanya.

Ki Sumanto Susilamadya memegang buku ” Mari Mengenal Wayang ” karyanya.

.

Ki Sumanto Susilamadya pada tanggal 27 Desember 2013 ” cluluk ” / menyiarkan pemberitahuan awal atas terbitnya buku karangan beliau berjudul ” Mari Mengenal Wayang “ , versi bahasa Indonesia dari buku karangan beliau sebelumnya ” Ayo Wanuh Wayang “.

.

.

http://jogjanews.com/soft-launching-buku-mari-mengenal-wayang-karya-dalang-muda-sumanto-susilomadyo

JogjaNews.com pada 02 Januari 2014
Kontributor : Wuri Hastuti

Jogjanews.com – Berawal dari rasa prihatin terhadap referensi buku-buku pewayangan yang langka, maka dalang muda Yogyakarta, Sumanto Susilomadyo, S.Sn mempunyai ide untuk menulis buku yang mengulas tentang wayang.

Buku yang diberi judul ‘Mari Mengenal Wayang’ tersebut ditujukan untuk semua kalangan. Pada jilid pertama mengulas tokoh-tokoh kisah Mahabharata dan jilid kedua tentang tokoh Dewa dan Ramayana.

Soft launching buku ‘Mari Mengenal Wayang’ dilaksanakan pada  Jumat (27/12/2013) di Pendapa Dinas Kebudayaan DIY, yang dilanjutkan pertunjukan wayang kulit kelompok dalang muda Yogyakarta, Sukrakasih dengan lakon ‘Kalimasada Kajarwa’ dengan dalang Ki Gondo Suharno, S.Sn.

Buku ‘Mari Mengenal Wayang’ Jilid 1 dan 2 akan beredar pada pertengahan Januari 2014, dengan ketebalan sekitar 260 halaman seharga Rp.60.000,00. Dengan terbitnya buku ini Sumanto Susilomadyo berharap kecintaan generasi muda terhadap wayang makin dalam

“Karena buku ini merupakan jendela yang mengulas wayang dari sisi yang sangat mudah, artinya memudahkan orang dari nol untuk mengenal Wayang,” kata Sekretaris Sukra Kasih ini.

Buku berbahasa Indonesia ini dikemas dengan bahasa yang ringan dan sangat informatif sehingga bisa mendorong pembaca untuk ingin tahu lebih banyak lagi tentang wayang.

Soft Launching merupakan istilah pribadi yang diungkapkan Sumanto Susilomadyo. Dengan istilah Jawa yang disebut ‘Cluluk’ yang artinya memberi tahu kepada semua orang sebelum terjadinya sesuatu.

“Yang intinya pada penghujung tahun 2013 ini ingin mempersembahkan karya sederhana saya yang diwujudkan dalam soft launching yang juga sederhana pada malam hari ini sebelum pagelaran Wayang Kulit,” terang dalang muda dari Sleman ini.

Berdasarkan pengalaman, Sumanto Susilomadyo merasa terlambat dalam belajar wayang kulit karena baru mulai mencintai wayang pada saat menjadi siswa di STM kemudian melanjutkan Kuliah di ISI Yogyakarta pada jurusan Karawitan.

Dari jurusan teknik mesin masuk ke dunia seni, membuat anggota pengrawit Sukra Kasih ini merasa kaget dengan kurangnya referensi buku tentang wayang serta karawitan gaya Yogyakarta.

Maka mulai dari tahun, Sumanto menulis tentang wayang dan kumpulan tulisan itu sayang jika hanya disimpan, maka ia memutuskan untuk menerbitkan buku ini berdasarkan penelitiannya selama ini.

Sumanto berpendapat biarlah hanya dia yang merasa menyesal belajar wayang setelah sudah besar dan atas kurangnya referensi buku selama ini, maka Ia ingin generasi yang masih anak-anak mulai belajar Wayang.

Dengan terbitnya buku ‘Mari Mengenal Wayang’, Sumanto berharap semua orang menghargai hasil karya seseorang dan sistem perundangan pemerintah tentang pembajakan buku diperbaiki karena semuanya penulis yang akan dirugikan.

.

.

Foto lain saat ” cluluk ” :

.

Pemberitahuan awal terbitnya buku " Mari Mengenal Wayang " karya Ki Sumnto Susilamadya.

Pemberitahuan awal terbitnya buku ” Mari Mengenal Wayang ” karya Ki Sumnto Susilamadya.

.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: