Archive for February, 2014

Ebook ” KAWRUH JOGED MATARAM ” disusun oleh Dewan Ahli Yayasan Siswa Among Beksa Ngayogyakarta Hadiningrat – 1981 – [ebook tari klasik gaya Yogya]


.

KAWRUH JOGED MATARAM, Filsafat Tari, Filsafat Bedhaya, Beksan Srimpi, Beksan-beksan Kuna, Beksan Menak, Beksan Tuguwasesa, Beksan Etheng, Beksan Guntur Segara, Beksan Bugis, Beksan Langen Wiraga, Beksan Langendriyo, Aneka Tari, Ragam Tari, tari klasik gaya Mataram, tari klasik gaya Yogyakarta, Dewan Ahli Yayasan Siswa Among Beksa Ngayogyakarta Hadiningrat.

Di dalam buku JOGED MATARAM ini Gusti Bandara Pangeran Haryo Suryobrongto menulis tentang tari klasik gaya Mataram , yang cuplikan nya sebagai berikut :

Tari Yogya adalah tari yang sifatnya abstract – syimbolis. …..

dan seterusya

Dalam tari Jawa Klasik itu terdapat tiga macam tingkat dari mimiek ini yaitu : Pandengan, Polatan dan Pasemon, ini termasuk expresi geraknya. Keduanya harus diatur oleh jiwa. Jiwalah yang akan menentukan “intensiteit” dari expresi itu. Tanpa pengisian jiwa, tari akan kurang hidup, kosong, tanpa “diepte”, dangkal, tidak bergaya, (“stijlloos”) dan tanpa berkarakter. (“Karakterloos”).

Untuk mempertajam kepekaan panca inderanya dalam bidang : ”auditif”, “visual” dan “kinaesthetis” seorang penari harus melatih diri agar jiwanya dapat menerima semua “impulsen” dari luar yang berhubungan dengan peranan dari tarinya, agar jiwanya dapat mengisi expresi geraknya dengan “impulsen” ini. “Impulsen” yang dibawakan oleh Gendhing, Kandha, Kawin, Lagon, Ada-ada, Dialog, dan Ceritanya. Maka konsentrasi total menjadi syarat mutlak untuk dapat menjalankan ini semua, agar actingnya nanti tidak menjalar ke over acting. Maka dari semua unsur ini dijadikan satu kesatuan.

Dalam perkembangan dari abad ke abad, terciptalah suatu filsafat tari yang menjadi intisari atau unsur pokok di dalm tari Klasik Gaya Yogyakarta yang spesifik, yang khas. Dengan SENI KEBATINAN ini (bukan ilmu kebatinan), setiap gerak dan sikap akan dapat lebih hidup, dan berisi dan expresinya lebih intens. Dalam segala bidang seni yang sejati terdapatlah seni kebatinan ini.

dan seterusnya

Seni kebatinan inilah yang kita namakan “JOGED MATARAM”, karena belum ada istilah lain. Nama ini diambil hanya mengoper dari nama yang diberikan oleh seorang Guru Tari yang paling terkemuka yaitu : R.P. Rio Kertatmodjo.

dan seterusnya

.

Tari Klasik Gaya Yogyakarta tulisan Bp Suryobrongto di dalam buku KAWRUH JOGED MATARAM terbitan Yayan Siswa Among Beksa Yogyakarta

Tari Klasik Gaya Yogyakarta tulisan Bp Suryobrongto di dalam buku KAWRUH JOGED MATARAM terbitan Yayan Siswa Among Beksa Yogyakarta

.

Tari Klasik Gaya Yogyakarta 2- Suryobrongto c.

Tari Klasik Gaya Yogyakarta 3- Suryobrongto c.

dan seterusnya

.

.

Buku KAWRUH JOGED MATARAM disusun oleh Dewan Ahli Yayasan Siswa Among Beksa Ngayogyakarta Hadiningrat.

Buku KAWRUH JOGED MATARAM disusun oleh Dewan Ahli Yayasan Siswa Among Beksa Ngayogyakarta Hadiningrat.

 

.

Data buku selengkapnya sebagai berikut :

Judul dan tulisan yang ada di sampul buku : “ KAWRUH JOGED MATARAM “. Filsafat Tari; Filsafat Bedhaya; beksan-beksan Kuna; Menak; Tuguwasesa; Etheng; Guntur Sefgara; Bugis; Langen Wiraga; Langendriyo; Aneka Tari; Ragam Tari; dan …..

Disusun oleh : Dewan Ahli Yayasan Siswa Among Beksa Ngayogyakarta Hadiningrat.
Diterbitkan oleh : Yayasan Siswa Among Beksa, Yogyakarta.
Tahun terbit : 1981.
Jumlah halaman : 80.
Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa.
Dihiasi foto-foto tari.

Untuk tujuan konservasi buku , sudah dilaksanakan pemindaian membentuk file digital format PDF.
File tersebut bisa diunduh gratis di alamat URL :
http://www.mediafire.com/view/m1x3cj4svev5x9k/Kawruh_Joged_Mataram-_Siswa_Among_Beksa_NEW.pdf

.

.

Falsafah Bedhaya dan Srimpi ditulis Bp Brontodiningrat dalam buku KAWRUH JOGED MATARAM terbitan Yayasan Siswa Among Beksa Yogyakarta.

Falsafah Bedhaya dan Srimpi ditulis Bp Brontadiningrat dalam buku KAWRUH JOGED MATARAM terbitan Yayasan Siswa Among Beksa Yogyakarta.

.

Falsafah Tari Gaya Yogyakarta 2- Brontodiningrat c.

Falsafah Tari Gaya Yogyakarta 3- Brontodiningrat c.

Falsafah Tari Gaya Yogyakarta 4- Brontodiningrat c.

Falsafah Bedhaya dan Srimpi ditulis oleh Bp Brontodiningrat dalam buku KAWRUH JOGED MATARAM terbitan Yayasan Siswa Among Beksa Yogyakarta.

Falsafah Bedhaya dan Srimpi ditulis oleh Bp Brontadiningrat dalam buku KAWRUH JOGED MATARAM terbitan Yayasan Siswa Among Beksa Yogyakarta.

.

Advertisements

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Condenses Style. “ – Ki Purbo Asmoro – 2013.


DVD pakeliran wayang purwa Sesaji Raja Suya gaya padat, dalang Ki Purbo Asmoro.

DVD pakeliran wayang purwa Sesaji Raja Suya gaya padat, dalang Ki Purbo Asmoro.

 

.

DVD Rekaman Pakeliran Sesaji Raja Suya

Di tulisan sebelumnya Anda telah mengetahui tentang Wayang Educational Package. Yayasan Lontar / The Lontar Foundation – sebagai bagian dari paket – menerbitkan beberapa seri rekaman pakeliran Ki Purbo Asmoro. Lakon yang digelar adalah sama namun disajikan dengan tiga gaya berbeda , yaitu gaya “classic” ( klasik ), gaya “contemporary-interpretive” ( garapan ), dan gaya “condensed” ( padat ).

Seri rekaman tersebut akan diwartakan di blog ini secara berurutan. Yang KETIGA adalah pakeliran dengan gaya padat. Seri rekaman ini terdiri dari 1 DVD dengan panjang film rekaman 1 jam 59menit.

.

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Condenses Style. “

http://www.lontar.org/index.php?page=shop&id=198&cat=2&lang=en :

In this style developed among intellectual circles in Solo in the 1970s, a wayang is condensed down to anywhere from 30 minutes to 2 hours. Scenes are pared down to only what is considered important in terms of theme, message, and character development. Traditional conventions are secondary to dramatic purpose.

Dhalang:    Purbo Asmoro
English Subtitles: Kathryn Emerson
Indonesian Subtitles: Sugeng Nugroho and Wikan Satriati

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Contemporary-interpretive Style. “ – Ki Purbo Asmoro – 2013.


.

DVD Rekaman Pakeliran Sesaji Raja Suya

 

Di tulisan sebelumnya Anda telah mengetahui tentang Wayang Educational Package. Yayasan Lontar / The Lontar Foundation – sebagai bagian dari paket – menerbitkan beberapa seri rekaman pakeliran Ki Purbo Asmoro. Lakon yang digelar adalah sama Sesaji Raja Suya namun disajikan dengan tiga gaya berbeda , yaitu gaya “classic” ( klasik ), gaya “contemporary-interpretive” ( garapan ), dan gaya “condensed” ( padat ).

 

Seri rekaman tersebut akan diwartakan di blog ini secara berurutan. Yang KEDUA adalah pakeliran dengan gaya garapan. Seri rekaman ini terdiri dari 4 DVD dengan panjang film rekaman 6 jam 40 menit.

.

DVD pakeliran wayang purwa lakon Sesaji Raja Suya gaya garapan, dalang Ki Purbo Asmoro.

DVD pakeliran wayang purwa lakon Sesaji Raja Suya gaya garapan, dalang Ki Purbo Asmoro.

.

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Contemporary-interpretive Style. “

.

http://www.lontar.org/index.php?page=shop&id=197&cat=2&lang=en :

 

Purbo Asmoro developed this new all-night wayang structure in the late 1980s, based on the techniques used in the condensed style. Conventional structures are loosened, and each story is approached as an individual entity that may have specific dramatic requirements driving its shape and content. The resulting aesthetic is radically different from classical performances.

 

Dhalang:    Purbo Asmoro
English Subtitles: Kathryn Emerson
Indonesian Subtitles: Sugeng Nugroho and Wikan Satriati

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Village Clasical Style. “ – Ki Purbo Asmoro – 2013.


.

DVD Film Pakeliran Sesaji Raja Suya

 

Di tulisan sebelumnya Anda telah mengetahui tentang Wayang Educational Package. Yayasan Lontar / The Lontar Foundation – sebagai bagian dari paket – menerbitkan beberapa seri rekaman pakeliran Ki Purbo Asmoro. Lakon yang digelar adalah sama namun disajikan dengan tiga gaya berbeda , yaitu gaya “classic” ( klasik ), gaya “contemporary-interpretive” ( garapan ), dan gaya “condensed” ( padat ).

 

Seri rekaman tersebut akan diwartakan di blog ini secara berurutan. Yang PERTAMA adalah pakeliran dengan gaya klasik desa. Seri rekaman ini terdiri dari 5 DVD dengan panjang film rekaman 7 jam 9 menit.

.

DVD pakeliran wayang purwa lakon Sesaji Raja Suya, gaya klasik desa, dalang Ki Purbo Asmoro.

DVD pakeliran wayang purwa lakon Sesaji Raja Suya, gaya klasik desa, dalang Ki Purbo Asmoro.

.

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Village Clasical Style. “

.

http://www.lontar.org/index.php?page=shop&id=196&cat=2&lang=en :

 

In the classical style of the villages, particularly Klaten, Central Java, dhalang use much of the same traditional structure represented in the palace classical style. However, in places there are different choices of gamelan accompaniment, sung poetry, dialogue patterns, narration, and dramatic pacing, leading to a slightly different aesthetic.

 

Dhalang:    Purbo Asmoro
English Subtitles: Kathryn Emerson
Indonesian Subtitles: Sugeng Nugroho and Wikan Satriati

Daftar Kepustakaan yang dipakai sebagai rujukan S Padmosoekotjo.


.

DAFTAR KEPUSTAKAAN YG DIPAKAI S PADMOSOEKOTJO

Informasi mengenai buku-buku wayang terbitan lama bisa kita lacak dari Daftar Kepustakaan yang dipakai seorang penulis sebagai rujukan tulisannya.

Daftar Kepustakaan bisa memberi informasi mengenai buku-buku rujukan yang dipakai penulis dalam menyusun suatu buku. Selain itu, kalau kita ingin mengetahui lebih lanjut mengenai suatu topik dalam buku tersebut, setidaknya kita mempunyai petunjuk ke buku mana lagi kita harus membacanya.

Daftar Kepustakaan juga bisa memberi tahu kita mengenai adanya buku-buku tentang wayang terbitan lama. Berguna bagi peminat yang ingin merekonstruksi sejarah penerbitan buku wayang di Indonesia.

Sayangnya, buku-buku wayang terbitan lama ( sebelum masa kemerdekaan 1945 ) jarang sekali yang menyertakan Daftar Kepustakaan.

Di bawah ini Admin menyalin kembali Daftar Kepustakaan yang dipakai S Padmosoekotjo dalam menyusun karya nya “ Silsilah Wayang Purwa Mawa Carita Jilid 1 sampai dengan jilid 7 “ yang terbit di era 1950 ~ 1960 an. Serta buku  “ Suluk Padhalangan “.

  1.  Ramayana abasa Jawa kuna karya Empu Yogiswara (?).
  2.  Uttarakanda abasa Jawa kuna karya ? [ Admin : tidak diberi keterangan ].
  3. Hariwangsa abasa Jawa kuna karya Empu Panuluh.
  4. Bharatayuddha abasa Jawa kuna karya Empu Sedah.
  5. Tantu Panggelaran abasa Jawa tengahan karya ? [ Admin : tidak diberi keterangan ].
  6. Adiparwa abasa Jawa kuna , Parwa I ing Mahabharata.
  7. Sabhaparwa abasa Jawa kuna , Parwa II ing Mahabharata.
  8. Wirataparwa abasa Jawa kuna , Parwa IV ing Mahabharata.
  9. Udyogaparwa abasa Jawa kuna , Parwa V ing Mahabharata.
  10. Bhismaparwa abasa Jawa kuna , Parwa VI ing Mahabharata.
  11. Asramawasanaparwa abasa Jawa kuna , Parwa XV ing Mahabharata.
  12. Mosalaparwa abasa Jawa kuna , Parwa XVI ing Mahabharata.
  13. Prasthanikaparwa abasa Jawa kuna , Parwa XVII ing Mahabharata.
  14. Swargarohanaparwa abasa Jawa kuna , Parwa XVIII ing Mahabharata.
  15. Pepethikan Mahabharata mawa aksara Jawa karya R. Ng. Djajapoespita.
  16. Mahabharata abasa Indonesia karya Njoman S Pendit.
  17. Kalawarti Serat Mahabharata terbitan Pakempalan Theosofie Surakarta.
  18. Bhagawadgita abasa Indonesia karya “Romo”.
  19. Kalawarti Padhalangan HBS terbitan Himpunan Budaya Surakarta.
  20. Jakawarti Padhalangan Panjangmas, Yogyakarta.
  21. Serat Rama karya R. Ng. Yasadipoera I.
  22. Serat Bratayuda karya R. Ng. Yasadipoera I.
  23. Serat Lokapala karya R. Ng. Yasadipoera II.
  24. Serat Dewaruci karya R. Ng. Yasadipoera II.
  25. Serat Wiwahajarwa karya R. Ng. Yasadipoera II.
  26. Serat Poetakaraja karya R. Ng. Ranggawarsita.
  27. Serat Wedhapurwaka R. Ng. Ranggawarsita.
  28. Serat Bratayuda sekar Macapat R. Ng. Ranggawarsita.
  29. Serat Paramayoga karya R. Ng. Ranggawarsita. [ Lihat Paramayoga jilid 2 ]
  30. Serat Mintaraga Gancaran karya Dr. M. Priyohutomo.
  31. Serat Arjunasasrabahu (6 jilid) karya R. Ng. Sindusastra.
  32. Serat Sembadralarung karya R. Ng. Sindusastra.
  33. Serat Partakrama karya R. Ng. Sindusastra.
  34. Serat Srikandi Maguru Manah karya R. Ng. Sindusastra.
  35. Serat Jagalbilawa karya K.P.A. Koesoemadilaga.
  36. Serat Semar Jantur karya K.P.A. Koesoemadilaga.
  37. Serat Pregiwa karya R.M. Sastradiwirya.
  38. Serat Abimanyu Kerem karya M. Soekir.
  39. Serat Kapustakaan Jawi karya Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka.
  40. Musthika Hargabelah karya ?
  41. Buku-buku padhalangan – babaran / terbitan Balai Pustaka.

Selain itu, sumber rujukan lain adalah :

  1. Cariyos ringgit ing RRI lan pagelaran ringgit purwa.

Ebook “ DEWA RUTJI WINARDI. ( Andaran, gantjaran lan surasaning tjarita. ) “ karya Imam Supardi – 1960.


.

Dewa Rutji Winardi  karya Imam Supardi

.

buku DEWA RUTJI WINARDI karya Imam Supardi, penerbit Panjebar Semangat, Surabaya, 1960.

buku DEWA RUTJI WINARDI karya Imam Supardi, penerbit Panjebar Semangat, Surabaya, 1960.

.

Daftar Isi buku DEWA RUTJI WINARDI karya Imam Supardi, penerbit Panjebar Semangat, Surabaya, 1960.

Daftar Isi buku DEWA RUTJI WINARDI karya Imam Supardi, penerbit Panjebar Semangat, Surabaya, 1960.

.

Buku ini adalah salah satu karya Imam Supardi yang pada era 1960-an banyak menulis buku tentang cerita wayang disertai dengan kupasan tafsir makna atau tafsir kandungan nasehat yang ada dalam cerita wayang tersebut.

Admin mem foto copy buku Dewa Rutji Winardi ini pada tahun 1993 dari – atas ijin beliau – koleksi buku wayang Bapak Soenarto Timoer di Surabaya. Dan alhamdulilah pada tahun 2014 ini Admin sudah mengkonservasi buku lawas ini ke dalam file digital.

.

Data Buku :

( Diimpun dening) Imam Supardi  ;  “ DEWA RUTJI WINARDI. ( Andaran, gantjaran lan surasaning tjarita. ) “  ;  Surabaja  ;  Badan Penerbit PANJEBAR SEMANGAT  ;  1960 – tjap-tjapan kaping I  ;  60 halaman  ;  Bahasa Jawa.

.

Kelihatannya penulis lebih ingin menyebutkan bahwa tulisannya ini adalah suatu himpunan dari bermacam bahan kepustakaan , terlihat bahwa dia menyebut di awal buku ini sebagai berikut : Diimpun dening Imam Supardi ( dihimpun oleh ).

Kemudian di bagian akhir buku dia tuliskan : Kepustakan kang dienggo ngimpun isine buku iki : … ( Kepustakaan yang dipakai untuk menghimpun isinya buku ini : … )

Menarik untuk dicatat di sini judul buku-buku / kepustakaan yang dipakai untuk menghimpun buku ini :

( pada tahun-tahun itu sangat jarang penulis buku yang menjelaskan atau memuatkan daftar kepustakaan yang dipakainya sebagai rujukan )

  1. “ Serat Dewa Rutji “ oleh M. Ng. Mangunwidjojo ( 1922 )
  2. “ Serat Dewa Rutji “ oleh Brotokesowo ( 1959 )
  3. “ Nonton Wajang Kulit “ oleh Dr. Seno Sastroamidjojo ( 1958 )
  4. “ Serat Trilaksita “ oleh M. Ng. Mangunwidjojo ( 1916 )
  5. “ Kapustakan Djawi “ oleh Prof. Dr. R. Ng. Purbotjaroko ( tidak disebut angka tahun ) [ 1952 – red. ]
  6. “ Dewa Rutji – Bimapaksa “ oleh Siswoharsojo ( 1960 )
  7. “ Narpo Wandowo “ – ( tidak disebut nama pengarangnya ) – ( 1941 )
  8. “ Nawaruci “ oleh Dr. M. Prijohutomo ( 1934 )
  9. “ Pustakaraja “ oleh M. Tanojo ( 1953 ) [ atau R. Tanojo ? – red. ]
  10. Dan beberapa terbitan berkala [ majalah – red. ]

.

[  Catatan Admin : di blog 1 Wayangpustaka , sudah pernah dituliskan rangkuman
judul-judul buku ( yang sudah dikonservasikan menjadi file digital ) seputar
Dewa Ruci yang sudah dimasukkan ke dalam blog 1. Rangkuman tersebut belum
sepenuhnya lengkap dan akan Admin mutakhirkan secepatnya. Lihat tulisan : Buku-buku
Dewa Ruci Terbitan Tahun 1922 sampai dengan 2007. ]

.

Andaraning carita Dewa Rutji - oleh Imam Supardi

Andaraning carita Dewa Rutji – oleh Imam Supardi

.

Andaraning 2 Dewa Rutji Winardi- Imam Supardi cmprs.

Andaraning 3 Dewa Rutji Winardi- Imam Supardi cmprs.

Andaraning 4 Dewa Rutji Winardi- Imam Supardi cmprs.

Andaraning carita 5 Dewa Rutji - oleh Imam Supardi.

Andaraning carita 5 Dewa Rutji – oleh Imam Supardi.

.

Andaraning 6 Dewa Rutji Winardi- Imam Supardi cmprs.

Andaraning 7 Dewa Rutji Winardi- Imam Supardi cmprs.

.

Di bawah ini petikan dari bagian Gancaraning Carita / diceritakan bebas secara umum :

Sanadyan kaya mangkono panemune para adi-adine, suprandene Arya Sena ora kemba pikire. Mula banjur sumaur sugal : “ Masa bisoa pada menggak kekarepanku. Sanadyan tumekowa ing pati pisan, kowe kabeh pada weruh apa, jer umur ya umurku dewe lan aku nedya amrih sampurnaning uripku, bisoa manunggal karo Hyang Maha Suci. “

Sawise kadya mangkono, Arya Sena sakala banjur klepat sumemprung ninggalake para kadange kabeh, tanpa popoyan.

Lakune Arya Sena ing sawise metu saka kraton ing Ngamarta, ditembangake Dandanggula, mangkene :

Tan winarna kang kari prihatin,
Kawuwusa lampahira Sena,
tanpa wadya among dewe,
mung bajra sindung riwut, (*)
ambebener murang ing margi,
prahara munggeng ngarsa,
gora reh (**) gumuruh,
kagyat miris wong padesan,
kang kaambah kang kapranggul ndodok ajrih,
andepes nembah-nembah.

Kathah pasegah datan tinolih,
langkung adreng prapteng Kurusetra,
marga geng kambah lampahe,
glising lampahira sru,
gapura geng munggul kaeksi,
pucak mutyara muncar,
saking doh ngunguwung,
lir kumembang baskara, (***)
kuneng wau kang maksih wonten ing margi,
wuwusen ing Ngastina.

.

(*)     bajra, bayu, angin gedhe.
(**)   gora reh, saya gedhe.
(***) kaya srengenge kembar.

.

.

Konservasi buku ini menjadi file digital format PDF bias Anda unduh gratis di alamat URL :
https://www.mediafire.com/?59a14f11b1cxxjw

.

Gancaraning carita 1 Dewa Rutji - oleh Imam Supardi.

Gancaraning carita 1 Dewa Rutji – oleh Imam Supardi.

.

Gancaraning 2 Dewa Rutji Winardi- Imam Supardi cmprs.

Gancaraning 3 Dewa Rutji Winardi- Imam Supardi cmprs.

Gancaraning 4 Dewa Rutji Winardi- Imam Supardi cmprs.

….. dan selanjutnya …..

Siapakah Penulis : Imam Supardi ?


.

Admin masih mencari info mengenai penulis Imam Supardi.

.