Koleksi ebook BHARATA YUDDHA versi Jawa – [cerita wayang]


Barata Yuddha

 

Tanggal 23 April adalah Hari Buku Internasional. Kebetulan sekali dengan semangat tulisan ini. Semangat untuk merangsang hasrat membaca.

Setelah selesai membaca tulisan saya ini , mudah-mudahan Anda sepakat berkata : “ Sekarang tidak sulit mendapat bahan bacaan cerita Barata Yudha versi Jawa , dan saya akan mulai membacanya. “

 

 

A.

BHARATA YUDDHA versi Jawa.

 

Bharata Yuddha, inilah ejaan Barata Yudha dalam huruf Latin yang dipakai R Ng Poerbatjaraka dan R M Soetjipto Wirjosuparto dan merujuk ke Kakawin Bharata Yuddha gubahan Empu Sedah dan Empu Panuluh yang ditulis dalam Bahasa Jawa Kuno. Seorang penulis dari Yogyakarta bernama Ki Siswoharsojo juga memakai ejaan seperti itu.

 

Cerita Barata Yudha sebagai puncak cerita Mahabarata sangat diminati penikmat wayang purwa Jawa sehingga banyak buku cerita wayang ditulis khusus hanya bagian Barata Yudha nya. Hasil penulusuran saya atas kepustakaan wayang purwa (Jawa) terbitan Indonesia, pada waktu itu penelusuran berakhir tahun 1995 dan hasilnya diterbitkan tahun 1997, khusus mengenai buku Barata Yudha bisa dilihat dengan klik bagian yang disorot. (*) Hampir sembilan belas tahun kemudian, daftar buku Barata Yudha tersebut bertambah, baik yang terbitan setelah tahun 1995 maupun terbitan sebelum tahun 1995 yang belum “tertangkap” pada penelusuran yang lalu itu.

 

(*)   Hasil keseluruhan penelusuran kepustakaan ( semua katagori isi kepustakaan ) bisa dibaca dengan klik bagian yang disorot.

 

Sejak Mei 2009 , saya mulai kegiatan konservasi kepustakaan lawas tentang wayang , dikonservasi menjadi bentuk digital format PDF , dan ditempatkan di server file sharing agar bisa diunduh gratis peminat, siapapun asal dia bisa masuk ke internet.

 

Sekarang kegiatan itu sudah berjalan lima tahun. Untuk hasil konservasi kepustakaan lawas Barata Yudha – menurut saya – sudah sangat lengkap dan beragam. Sudah sangat bisa memenuhi / menjawab keingintahuan peminat cerita Barata Yudha versi Jawa. Pengertian “Peminat” dalam konteks tulisan saya ini adalah peminat dari kalangan umum – bukan akademisi – yang bertempat tinggal jauh dari lokasi perpustakaan “tercetak” akademik atau  yang tidak mempunyai fasilitas untuk menyentuh perpustakaan “tercetak” akademik.

 

Anda, peminat dari kalangan umum, sekarang tanpa halangan bisa mendapat bahan bacaan berbagai kepustakaan Barata Yudha terbitan tahun 1933 sampai dengan 2000 an melalui “perpustakaan digital di dunia maya” lantaran blog wayangpustaka di server wordpress. Beragam ; ada yang diuraikan terinci, ada yang berisi cerita ringkasnya ; ada yang berbahasa Indonesia, Jawa, Belanda.  … Semangat !

 

Koleksi konservasi terpenting adalah kepustakaan tulisan Soetjipto Wirjosuparto (dalam Bahasa Indonesia). Memuat Kakawin asli dalam Bahasa Jawa Kuno dipindahaksara ke huruf Latin, kemudian terjemahannya (tetap dalam bentuk Kakawin) dalam Bahasa Indonesia, sejarah kepustakaan Kakawin Bharata Yuddha sampai saat Soetjipto menulis, uraian gelar pasukan perang diajang pertempuran Bharata Yuddha.

 

Sebelumnya Poerbatjaraka dan Hooykas menulis tentang Kakawin Bharata Yuddha dengan skema kepustakaan yang kurang lebih sama dengan kepustakaan Soetjipto , yaitu Kakawin asli diikuti dengan terjemahannya , tetapi dalam kepustakaan ini terjemahannya dalam Bahasa Belanda.

 

 

B.

Koleksi Konservasi Kepustakaan Barata Yudha.

( atau Koleksi Kepustakaan Digital Barata Yudha ).

 

Di bawah ini diuraikan tentang berbagai koleksi konservasi kepustakaan ( atau kepustakaan digital ) Barata Yudha yang saat ini sudah ada. Uraiannya mengikuti urutan tahun terbitnya kepustakaan.

 

 

 

Sekitar tahun 1933 terbitlah kepustakaan tulisan Poerbatjaraka dan Hooykas berbahasa Belanda diterbitkan oleh G. Kolff & Co, Jakarta. [ Catatan : belum semua bagian kepustakaan ini berhasil dikonservasi. ]

 

Data “ebook” / PDF konservasi :

(vertaald door) Poerbatjaraka R. Ng. , Hooykas C Dr. ; “ Mpu Sedah en Mpu Panuluh – BHARATA YUDDHA “ ; (Gedrukt bij) G. Kolff & Co ; Batavia ; sekitar 1933 [ tidak ada ciri tahun di buku tetapi dari tanggal ditulisnya kata pengantar adalah 1931 ~ 1933 ] ; 87 halaman ; foto lukisan Bali adegan wayang versi Bali ; foto adegan wayang kulit purwa Jawa dengan wayang kulit dari Pakoe Alam VII ; bahasa Belanda.

 

 

 

Saya tidak tahu persis kapan pemerintah kolonial Belanda mendirikan Bale Poestaka – suatu badan penerbitan yang menerbitkan kepustakaan kebudayaan Nusantara termasuk kepustakaan wayang. Setelah kemerdekaan badan ini bernama Balai Pustaka (memakai Ejaan Yang Disempurnakan). Sepanjang yang saya tahu sudah ada kepustakaan wayang purwa yang diterbitkan Bale Poestaka di tahun 1918 an.

 

Buku Barata Yudha terbitan Bale Poestaka yang saya temui adalah terbitan tahun 1937 tulisan R Ng Kartapradja berupa “ gancaran “ / cerita mengalir. Di dalam buku ini ada beberapa gambar wayang kulit purwa Jawa karya penggambar legendaris Kasidi, Darmo Tjarito, R Soelardi. Yang “ membanggakan “ bahwa mutu cetakan huruf dan gambar oleh Bale Poestaka di tahun 1937 sangat baik , tajam dan garis di gambar tidak “ mbleber “. Dengan demikian saya dapat meng konservasi juga gambar wayang kulit purwa Jawa tersebut dengan resolusi tinggi.

 

 

Data “ ebook “ / PDF konservasi :

R Ng Kartapradja ; “ Bratajoeda. “ ; Batavia C ; Bale Poestaka ; 1937 ; halaman ; huruf Latin; bahasa Jawa; gambar wayang purwa.

 

Setelah kemerdekaan penerbit Balai Pustaka menerbitkan satu buku Barata Yudha tulisan Karel Fredrik Winter – seorang juru / ahli Bahasa Jawa ( di Surakarta) berkebangsaan Belanda. Penerbit Balai Pustaka kelihatannya tidak pernah menerbitkan ulang buku ini, sampai tahun 1980 satu proyek di Departemen Pendidik dan Kebudayaan RI menerbitkannya kembali.

 

Data “ebook” / PDF konservasi :

Karel Fredrik Winter ; Serat Bratayuda ; Jakarta ; Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah (PPBSID) ; 1980 ; 243 halaman ; huruf Latin ; bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.

 

 

 

Di kota Yogyakarta di tahun 1950 an ~ 1960 an, seorang penggiat kepustakaan wayang bernama Ki Siswoharsojo banyak menulis buku pedalangan jangkep wayang purwa ( gagrag Surakarta ) dan juga menulis buku Mahabarata lengkap sampai dengan perang Barata Yudha. Anehnya buku Mahabarata tadi oleh beliau diberi judul Serat Bharata Yuddha jilid 1 sampai dengan 3. Cerita perang Barata Yudha berada di jilid 2 dan 3. Di samping sebagai penulis buku wayang, Ki Siswoharsojo bertindak sebagai penerbit nya juga.

 

Data “ebook” / PDF konservasi jilid 3 :

Siswoharsojo, Ki ;  “ BHARATA YUDDHA 3 “ ;  Ngajogyakarta / Yogyakarta  ;  Babaranipun / diterbitkan oleh : Ki Siswoharsojo, Gondolaju Kulon Dj. VI / 151  ;  1963 = cetakan ke 2 , tahun ? = cetakan pertama  ;  160 halaman  ;  gambar wayang kulit purwa Jawa  ;  bahasa Jawa.

 

 

 

Sepanjang tahun 1958 ada seri pakeliran Barata Yudha di kota Yogyakarta, satu lakon per bulan.

Buku di bawah ini diterbitkan berkaitan dengan seri pakeliran wayang kulit purwa Baratayuda gagrag Mataraman di Yogyakarta yang dilaksanakan oleh koran Kedaulatan Rakjat, Yogyakarta bekerja sana dengan majalah Mekar Sari, Radio Republik Indonesia Yogyakarta dan beberapa pihak lain. Seri pakeliran tersebut diselenggarakan di Yogyakarta sepanjang tahun 1958, satu bulan satu lakon. Seri buku ini juga diterbitkan per bulan satu judul sesuai babak lakon pakeliran tersebut. Kelihatannya sebagai pengantar atau synopsis pendek dari pakeliran yang akan diadakan. Buku pertama berjudul Kalabendana Lena. Dan tautan untuk sebelas jilid lainnya berada di posting an di bawah ini.

 

Nama buku : “ Babak Ke 1. Kalabendana Lena “.
Nama penyusun : Bagian Penerangan Panitia Baratajuda 1958.
Nama penerbit : Kedaulatan Rakjat, Yogyakarta, 1958. = cetakan ke 2.
Berbahasa Indonesia, 18 halaman.

 

Di tahun berikutnya, 1959, penerbit Kedaulatan Rakyat Yogyakarta menerbitkan satu buku berbahasa Jawa berisi cerita Barata Yudha berdasarkan pakeliran sepanjang tahun 1958 yang diuraikan di atas. Bentuk ceritanya seperti bentuk isi buku pedalangan jangkep. Dibagi 12 lakon, yang masing-masing diceritakan adegan per adegan seperti adegan di pakeliran.

 

Data “ebook” / PDF konservasi :

( Kahimpun dening ) Radyomardowo MB, Soeparman, Soetomo  ;  “ SERAT BARATAJUDA  “  ;  Jogjakarta  ;  kawedalaken saha dipun tjap dening NV BP Kedaulatan Rakjat  ;  1959  ;  Bahasa Jawa.

 

‘Ebook’ ini merupakan catatan tertulis pagelaran 12 lakon wayang purwa terdiri dari dua lakon sebelum Baratayuda ditambah delapan lakon Baratayuda ditambah dua lakon sesudah Baratayuda, yang di pagelarkan oleh dalang Tjermakarsana di Sasana Hinggil ‘ Dwi Abad ‘ Keraton Yogyakarta pada tahun 1958. Pagelaran satu lakon per bulan, sehingga genap 12 lakon dalam satu tahun 1958.

 

[ Catatan mengenai pakeliran Barata Yudha sepanjang tahun lainnya :

 

Tahun 2014 ini di Sasana Hinggil “ Dwi Abad “ Keraton Yogyakarta kembali diadakan pakeliran lakon-lakon Barata Yudha sepanjang tahun dengan satu lakon per bulannya.

 

Tahun 1993 di Bentara Budaya Jakarta, dan tahun 1987 [ apakah juga di Bentara Budaya Jakarta ? ].

Tahun 1993 Ki Tristuti Rahmadi Suryasaputra menyusun naskah pakeliran serial Bharatayuda untuk Ki Manteb Soedharsono. Pakeliran satu tahun [ satu bulan satu episode ] di Bentara Budaya Jakarta atas prakarsa Yayasan Rara Wilis dan Harian Suara Karya. Kegiatan acara ini seperti yang sudah dilaksanakan tahun 1987. Sembilan lakon serial Bharatayuda susunan Tristuti : Bisma Gugur, Ranjapan (Abimanyu Gugur), Suluhan (Gathutkaca Gugur), Tigas/Timpalan (Burisrawa Lena), Jambakan (Dursasana Lena, Druna Gugur), Salya Gugur, Brubuh (Sangkuni, Duryudana Gugur), Aswatama Nglandhak, dan Parikesit Jumeneng Nata. ]

 

 

 

Tahun 1958 seorang penggiat kebudayaan Jawa di Yogyakarta, Karkono Kamajaya bersama U J Katidjo menulis serial buku Barata Yudha, dan diterbitkan oleh penerbit UP Indonesia yang dimiliki Karkono Kamajaya. Ada delapan judul buku, dimulai dari Seta Gugur sampai dengan Lahirnya Parikesit. Saya hanya punya buku nya jilid II. Kebetulan bulan ini mendapatkan satu jilid lagi yaitu jilid VI di bursa buku bekas Shopping Center Yogyakarta.

 

Data “ ebook “ / PDF konservasi  :

U. J. Katidjo Wiropramudjo dan Kamadjaja ; ” Bratajuda II – Tawur (Bisma Mukswa) “ ; Yogyakarta ; Pusaka ; 1958 ; 99 halaman ; aksara Latin ; bahasa Jawa ; satu gambar wayang Srikandi.

 

 

 

Tahun 1961 dari Surabaya ( Jawa Timur ) terbit juga satu buku cerita Barata Yudha. Satu buku cerita ringkas dalam Bahasa Jawa. Tidak ada data / info lebih banyak mengenai penerbitan buku ini.

 

Data “ebook” / PDF konservasi :

Soerohamidjojo ;  “ BRATAJUDA DJAJABINANGUN.  Lelakon perange darah Barata, jaiku Pandawa lumawan Kurawa ana ing Tegal Kurusetra, – kaandarake kanthi reringkesan, nanging padet paseg, sadjilid tamat. “ ;  Surabaya  ;  Panjebar Semangat  ;  Mei 1961  ;  52 halaman  ;  bahasa Jawa  ;  cetak stencil.

 

 

 

Tahun 1968 terbit buku tulisan Soetjipto Wirjosuparto seorang pengajar Ilmu Purbakala dan Sejarah Kebudayaan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Bagi peminat cerita Bharata Yuddha versi Jawa, buku ini sangat bermanfaat. Berisi : Kakawin Bharata Yuddha gubahan Empu Sedah dan Empu Panuluh, dalam bahasa aslinya tetapi sudah digantiaksara aksara Latin, terjemahan Kakawin dalam bahasa Indonesia dengan bentuk seperti aslinya, uraian sejarah Kakawin Bharata Yuddha, uraian gelar pasukan perang di Bharata Yuddha.

 

Data “ebook” / PDF konservasi :

Sutjipto Wirjosuparto  (Prof. Dr. R.M.)  ;  “ Kakawin Bharata Yuddha “  ;  Jakarta  ;  Bhratara  ;  1968 = cetakan pertama  ;  395 halaman  ;  Bahasa Indonesia , Bahasa Jawa Kuna  ;  foto  ;  gambar.

 

 

 

Tahun 1970 an ~ 1980 an.

Siman Padmosoekotjo, seorang guru Bahasa Jawa di Purworejo ( Jawa Tengah ) yang juga menguasai Bahasa Kawi / Jawa Kuno menuliskan cerita Mahabarata versi Jawa dan diterbitkan menjadi tujuh jilid, yang terbit antara tahun 1970 an ~ 1980 an. Acuan kepustakaan beliau adalah parwa Mahabarata, juga kepustakaan gubahan pujangga Jawa “baru” Yasadipura, Sindusastra. Tulisan beliau mengenai jalan cerita perang Barata Yudha berada pada buku jilid 7 secara penuh.

 

Data “ebook” / PDF konservasi :

S Padmosoekotjo ; “ Silsilah Wayang Purwa Mawa Carita . Jilid 7 “ ; Surabaya ; CV Citra Jaya Murti ; 1992 = cetakan ke 3 ; 196 halaman ; aksara Latin ; bahasa Jawa ; diagram silsilah wayang, gambar gelar prajurit perang, gambar adegan wayang. [ ada catatan di dalam buku : 1986 = cetakan pertama, 1987 = cetakan kedua, 1992 = cetakan ketiga ]

 

 

 

Setelah terakhir kali menerbitkan buku Barata Yudha pada tahun 1945 , Balai Pustaka menerbitkan buku Barata Yudha tulisan Sunardi DM seorang pecinta wayang yang menjadi wartawan di harian Berita Yudha. Sebelumnya beliau banyak menulis cerita wayang di harian tersebut dan mingguan Buana Minggu. Rujukan kepustakaan lawas yang dipakai beliau adalah kepustakaan Kakawin Bharata Yuddha dan karya KGPAA Mangkunagara VII.

 

Data “ebook” / PDF konservasi :

Sunardi DM  ;  “ Barata Yudha “  ;  Jakarta  ;  Balai Pustaka  ;  1995 = cetakan kelima , 1993 = cetakan keempat , 1991 = cetakan ketiga , 1986 = cetakan kedua , 1978 = cetakan pertama  ;  BP no.2777  ;  135 halaman  ;  gambar wayang  ;  Bahasa Indonesia.

 

 

 

Setelah tahun 1978, penerbit Balai Pustaka menerbitkan satu lagi buku Barata Yudha yang ditulis oleh Karsono H Saputra seorang pengajar di Fakultas Sastra Jawa Universitas Indonesia. Sepengetahuan saya buku ini baru diterbitkan sekali (tahun 1991) dan belum pernah diterbitkan kembali.

 

Data “ebook” / PDF konservasi :

Karsono H Saputra  ;  “ Genderang Perang di Padang Kurusetra. “; Jakarta ;  Balai Pustaka ; 1991 = cetakan pertama, Bahasa Indonesia.

 

 

 

Di tahun 2005 suatu kegiatan pewayangan yang patut kita beri / haturkan terima kasih adalah penulisan Pakem Pakeliran Barata Yudha Gagrag Mataraman versi Ki Timbul Hadiprayitno. Penulisan dilakukan oleh team pengajar Institut Seni Indonesia di Yogyakarta, dan penerbitannya atas kerja sama dengan Pemerintah Daerah Bantul serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bantul. Salah seorang pengajar yang ikut menyusun buku ini adalah Kasidi Hadiprayitno (Prof.). Beliau adalah salah seorang putra dari Ki Timbul Hadiprayitno.

 

Data “ebook” / PDF konservasi :

Kasidi Hadiprayitno, Udreka, Sigit Tri Purnomo, Margoyono. ; Pakem Balungan Ringgit Purwa Serial Bharatayudha Gaya Jogjakarta Versi Ki Timbul Hadiprayitno Cermo Manggolo.”  ;  Yogyakarta  ;   Pemerintah Daerah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta  ;  2005  ;  120 halaman  ;  bahasa Jawa.

 

 

C.

Terbitan Lain.

 

Buku terbitan baru tentang Barata Yudha :
Buku-buku terbitan baru ini masih bisa dibeli di toko buku.

2009  ;  Gamal Kamandoko ; ” Bharatayudha – Banjir Darah di Tegal Kurusetra “; Yogyakarta ; Penerbit Narasi ; 2009 = cetakan ke 1 ; ISBN 9791681511, 9789791681513 ; 308 halaman ; gambar wayang kulit ; bahasa Indonesia.

Tahun ?  ;  Wawan Susetya  ;  “ Bharata Yudha. “

2011  ;  Pitoyo Amrih  ;  “ Memburu Kurawa. Risalah Kematian di Padang Kurusetra! “

2012  ;  R. Toto Sugiharto  ;  ” GENDERANG BARATAYUDHA. Tumpahnya Air Mata dan Darah para Kesatria Sejati. “

 

 

Salam,

Budi Adi Soewirjo, Tangerang Selatan, 26 April 2014.

4 responses to this post.

  1. […] banyak hasil konservasi buku lawas tentang cerita Barata Yudha , Anda bisa membacanya di : https://wayangpustaka02.wordpress.com/2014/04/27/koleksi-ebook-bharata-yuddha-versi-jawa/ dan dari sana Anda bisa memilih klik-klik yang lain untuk diantarkan ke semua koleksi hasil […]

    Reply

  2. […] banyak hasil konservasi buku lawas tentang cerita Barata Yudha , Anda bisa membacanya di : https://wayangpustaka02.wordpress.com/2014/04/27/koleksi-ebook-bharata-yuddha-versi-jawa/ dan dari sana Anda bisa memilih klik-klik yang lain untuk diantarkan ke semua koleksi hasil […]

    Reply

  3. Posted by Kafi on 2 June 2014 at 06:58

    Salam kenal mas bud🙂
    senang sekali menemukan blog njenengan;ohya ada beberapa link yang sy temukan sudah mati mas bud.untuk daftar isi di blog yang pertama nomor 1 sampai 8 filenya sudah gak ada semua mas..kalau ada waktu bisa minta tolong di re upload lagi mas boed.
    kafi bandung

    Reply

    • Terima kasih. Salam juga. Semoga Tuhan selalu melindungi dan memberkahi Anda.
      Baik, saya akan periksa kembali alamat tautan-tautan.
      Semoga blog ini bermanfaat bagi pengunjung.
      Tak lupa kembali menguatkan semangat kita bahwa penjaga, penerus, pengembang kebudayaan kita adalah kita sendiri.
      Salam.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: