Archive for the ‘Falsafah Jawa’ Category

Buku ” KITAB SAKTI AJARAN RANGGAWARSITA ” oleh Sri Wintala Achmad – 2014 – [ falsafah hidup orang Jawa ]


.

Daftar Isi 1 buku KITAB SAKTI AJARAN RANGGAWARSITA karya Sri Wintala Achmad - 2014

Daftar Isi 1 buku KITAB SAKTI AJARAN RANGGAWARSITA karya Sri Wintala Achmad – 2014

.

Dftr Isi 2 Ajaran Ranggawarsita- Sri Wintala A cmprs

.

Dftr Isi 3 Ajaran Ranggawarsita- Sri Wintala A cmprs

.

Sri Wintala Achmad dalam buku ini menjelaskan ajaran dan kandungan nasehat yang ada di dalam karya-karya Ranggawarsita antara lain : Suluk Suksma Lelana, Serat Pamoring Kawula Gusti, Serat Wirid Hidayat Jati, Serat Aji Pamasa, Serat Cemporet, Serat Jaka Lodhang, Serat Kalatidha, Serat Sabdatama, Serat Sabdatama Piningit, Serat Sabdajati  ;  tentang falsafah hidup orang Jawa, tentang kearifan, tentang kepemimpinan, tentang ajaran tasawuf Jawa.

 

Tujuan Sri Wintala Achmad menulis buku ini : pertama, memperkenalkan karya-karya masterpiece dari pujangga Ranggawarsita ; kedua, mendedah kandungan makna serta nilai-nilai edukatif di dalam karya-karya tersebut ; ketiga, memberikan kesadaran kepada pembaca agar dapat menghargai setiap warisan dari para leluhur.

 

 

Data buku :

 

Sri Wintala Achmad  ;  “ KITAB SAKTI AJARAN RANGGAWARSITA. Membongkar Saripati Ajaran-ajaran Kebajikan Sang Pujangga Besar. “  ;  Yogyakarta  ;  Araska  ;  Oktober 2014 = cetakan pertama  ;  ISBN : 978-602-300-037-1  ;  200 halaman  ;  bahasa Indonesia.

.

Buku KITAB SAKTI AJARAN RANGGAWARSITA karya Sri Wintala Achmad - 2014

Buku KITAB SAKTI AJARAN RANGGAWARSITA karya Sri Wintala Achmad – 2014

.

 

Buku ” ENSIKLOPEDIA KEARIFAN JAWA. Menggali Mutiara Kearifan Jawa Berdasarkan Karya Agung Para Pujangga. ” oleh Sri Wintala Achmad – 2014 – [ falsafah hidup orang Jawa ]


.

Buku ENSIKLOPEDIA KERAIFAN JAWA oleh Sri Wintala Achmad - 2014

Buku ENSIKLOPEDIA KERAIFAN JAWA oleh Sri Wintala Achmad – 2014

.

Pengantar dari Penerbit :

 

Bangsa yang besar niscya menghargai warisan para leluhurnya. Tidak hanya warisan berupa budaya dan tradisi, namun pula buah karya sastra yang pernah digubah pada zamannya. Karya sastra yang sangat memikat untuk dibaca dan sarat dengan ajaran-ajaran kearifannya. Ajaran-ajaran yang berkaitan langsung dengan kehidupan manusia baik secara individual maupun social, serta menyentuh tentang hubungan transedental antara manusia dengan Tuhan.

 

Diakui oleh banyak pengamat sastra, bahwa karya sastra Jawa yang digubah para pujangga di masa silam, seperti : Arjunawiwaha karya Mpu Kanwa ; Smaradahana karya Mpu Dharmaja ; Nagarakretagama dan Niratha Prakretha karya Mpu Prapanca ; Sotasoma dan Arjunawijaya karya Mpu Tantular ; Lubdhaka dan Wrttasancaya karya Mpu Tanakung ; Kunjarakarna Dhanakathana karya Mpu Dusun ; Suluk Wali, Suluk Wujil, Suluk Wragul, dan lagu Tamba Ati karya Sunan Bonang ; Lagu Padhang Bulan karya Sunan Giri ; Ilir-ilir karya Sunan Kalijaga ; Sastra Gendhing karya Sultan Agung ; Wulangreh karya Pakubuwono IV ; Wedhatama karya Mangkunegoro IV ; serta Kalatidha, Jaka Lodhang, Sabdatama, Cemporet, dan Sabdajati karya R. Ng. Ranggawarsita III telah serupa mutiara Jawa terpendam karena sekian lama tak dikenal oleh masyarakatnya sendiri. Mutiara yang seharusnya kembali digali agar terkuak ajaran-ajaran yang tersirat di dalamnya.

 

Berpihak dari keprihatinan di muka, buku yang dilengkapi dengan mutiara-mutiara Jawa ini pantas untuk dihadirkan di ruang baca public. Hal ini dimaksudkan, agar masyarakat kembali mengenal karya-karya masterpiece serta ajaran-ajaran kearifan yang tersurat dan tersirat di dalamnya. Ajaran-ajaran yang sangat dibutuhkan ketika masyarakat mulai asing dengan warisan lelubuhnya sendiri.

 

 

Data buku :

 

Sri Wintala Achmad  ;  “ ENSIKLOPEDIA KEARIFAN JAWA. Menggali Mutiara Kearifan Jawa Berdasarkan Karya Agung Para Pujangga. “  ; Yogyakarta  ;  Araska  ;  April 2014 = cetakan pertama  ;  ISBN : 978-602-1676-75-2  ;  220 halaman  ;  bahasa Indonesia.

 

 

Penerbit ARASKA,
Pinang Merah Residence Kav.14,
Jl. Imogiri Barat, Bantul, Yogyakarta
Email : penerbit_araska@yahoo.com

.

Pendahuluan buku ENSIKLOPEDIA KEARIFAN JAWA karya Sri Wintala Achmad

Pendahuluan buku ENSIKLOPEDIA KEARIFAN JAWA karya Sri Wintala Achmad

.

Pendahuluan 2 Ensiklopedia Kearifan Jawa- Sri Wintala A cmprs

.

Pendahuluan 3 Ensiklopedia Kearifan Jawa- Sri Wintala A cmprs

.

Pendahuluan 4 Ensiklopedia Kearifan Jawa- Sri Wintala A cmprs

.

Pendahuluan 5 Ensiklopedia Kearifan Jawa- Sri Wintala A cmprs

.

Pendahuluan 6 Ensiklopedia Kearifan Jawa- Sri Wintala A cmprs

.

DAFTAR ISI :

.

Daftar Isi 1 buku ENSIKLOPEDIA KEARIFAN JAWA karya Sri Wintala Achmad

Daftar Isi 1 buku ENSIKLOPEDIA KEARIFAN JAWA karya Sri Wintala Achmad

.

Dftr Isi 2 Ensiklopedia Kearifan Jawa- Sri Wintala A cmprs

.

Dftr Isi 3 Ensiklopedia Kearifan Jawa- Sri Wintala A cmprs

Buku ” Pamali dan Mitos Jawa. ILMU KUNO, Antara Bejo dan Kesialan. Memahami Sisi Lain Kehidupan dan Budaya Orang Jawa ” oleh Sri Wintala Achmad – 2014 – [ falsafah hidup orang Jawa ]


.

Pengantar Penerbit untuk buku ini :

 

Salah satu keunggulan masyarakat Jawa adalah memperluas pengetahuannya dengan menggunakan ilmu titen. Suatu ilmu untuk mengetahui tentang misteri manusia atau binatang melalui katuranggan (ciri fisik) serta next occurance (peristiwa yang bakal terjadi) melalui bahasa binatang tertentu atau geliat alam. Kemudian ilmu titen itu menjadi sumber lahirnya Pamali dan Mitos di lingkungan masyarakat Jawa.

 

Tidak selamanya Pamali dan Mitos Jawa sekadar dimaknai sebagai gugon tuhon. Dikaji secara lebih kritis dan mendalam, Pamali dan Mitos Jawa tersebut justru memberikan kearifan luar biasa. Tidak hanya mereka yang mengaku sebagai orang Jawa, namun bagi siapa saja yang ingin mengetahui soal Jawa.

 

Melalui buku ini, Anda akan dapat mengetahui gudang butiran Pamali Jawa yang sekian lama senasib mutiara terpendam di kubangan lumpur. Bukan sebatas mengetahuinya, Anda pula akan dapat memahami makna di balik pamali-pamali yang telah mendapatkan kajian kritis dari penulis buku ini. Sehingga Anda menangkap bahwa Pamali Jawa bukan sekedar gugon tuhon, namun lebih sebgai ajaran adiluhung dengan bahasa pasemon.

 

Di samping mengungkap tentang 84 Pamali Jawa, di antaranya adalah Pamali Menikah, Hamil, Melahirkan, Pamali Menanam Pohon, dan Pamali Kala, buku ini juga dilengkapi dengan babaran tentang aneka mitos Jawa. Sebagai contoh mitos seputar binatang, mitos mendatangkan kekayaan, mitos tanda datangnya keberuntungan, mitos katuranggan wanita, mitos kepribadian wanita berdasarkan neptu, mitos pengantin Jawa dan masih banyak lagi. Dari buku ini Anda akan semakin memahami sisi lain kehidupan dan budaya orang Jawa yang sangat unik dan inspiratif itu.

 

 

Data buku :

 

Sri Wintala Achmad  ;  “ Pamali dan Mitos Jawa. ILMU KUNO, Antara Bejo dan Kesialan. Memahami Sisi Lain Kehidupan dan Budaya Orang Jawa. “  ;  Yogyakarta  ;  Araska  ;  Agustus 2014 = cetakan pertama  ;  ISBN : 978-602-300-017-3  ;  247 halaman  ;  bahasa Indonesia.

.

Buku " Pamali dan Mitos Jawa. ILMU JUNO, Antara Bejo dan Kesialan. Memahami Sisi Lain Kehidupan dan Budaya Orang Jawa. " karya Sri Wintala Achmad - 2014

Buku ” Pamali dan Mitos Jawa. ILMU JUNO, Antara Bejo dan Kesialan. Memahami Sisi Lain Kehidupan dan Budaya Orang Jawa. ” karya Sri Wintala Achmad – 2014

.

Pengantar 1 " ILMU KUNO " karya Sri Wintala Achmad

Pengantar 1 ” ILMU KUNO ” karya Sri Wintala Achmad

.

Pengantar 2 Ilmu Kuno- Sri Wintala A cmprs

.

Pengantar 3 Ilmu Kuno- Sri Wintala A cmprs.

Pengantar 4 Ilmu Kuno- Sri Wintala A cmprs

.

Pengantar 5 Ilmu Kuno- Sri Wintala A cmprs

.

DAFTAR ISI BUKU :

.

Daftar Isi buku ILMU KUNO oleh Sri Wintala Achmad

Daftar Isi buku ILMU KUNO oleh Sri Wintala Achmad

.

Dftr Isi 2 Ilmu Kuno- Sri Wintala A cmprs

.

 

 

Buku ” AJARAN-AJARAN EMAS RAMAYANA – MAHABHARATA. ” – Petir Abimanyu – 2014 [ falsafah wayang ]


Data buku :

.

Petir Abimanyu  ;  ” AJARAN-AJARAN EMAS RAMAYANA – MAHABHARATA. Intisari Ajaran Luhur Dua Epos Klasik yang Relevan dengan Kondisi saat ini. ”  ;  Yogyakarta  ;  Laksana  ;  2014 = cetakan pertama  ;  ISBN : 978-602-296-038-4  ;  bahasa Indonesia.

.

Ajaran-ajaran Emas Ramayana dan Mahabharata pengarang Petir Abimanyu.

Ajaran-ajaran Emas Ramayana dan Mahabharata pengarang Petir Abimanyu.

.

 

Penerbit buku memberi gambaran umum mengenai buku ini kepada calon pembacanya sebagai berikut :

 

Ramayana dan Mahabharata … !

Dua epos klasik yang tentu sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Kepopuleran keduanya tidak tergantikan oleh epos-epos yang hadir setelah itu. Untuk menjaga kelestarian warisan budaya ini, kisah Ramayana dan Mahabharata diceritakan secara turun=temurun dalam sebuah lakon pewayangan, bentuk buku, dan film kolosal maupun serial drama.

Namun, tahukah Anda bahwa di balik kisah agung tersebut terdapat hikmah yang sangat berharga ?

Ajaran emas lengkap yang mungkin tidak akan pernah Anda temui di cerita lain. Bahkan, meskipun cerita ini sudah ada sejak zaman dahulu, ajarannya masih sangat relevan untuk diterapkan di kehidupan kita saat ini.

Lalu, ajaran-ajaran emas apakah yang termuat di dalam kitab Ramayana dan Mahabharata itu ?

Dan, bagaimana relevansinya dengan kehidupan modern seperti sekarang ini ?

 

Inilah buku yang akan mengupasnya secara eksklusif. Selain membahas tentang ajaran emas, buku ini juga menjelaskan secara ringkas kisah dan tokoh-tokoh yang terdapat di kedua epos tersebut. Dengan Bahasa yang sederhana, lugas, dan mudah dipahami membuat kalangan awam pun tidak akan mengalami kesulitan untuk memahaminya.

Buku ini sangat cocok bagi penikmat budaya, akademisi, peneliti, maupun umum untuk manambahh referensi yang dapat memperkaya khazanah intelektual dan pustaka Anda. Kehadiran buku ini dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi Anda dalam menjalani hidup hari ini dan esok.

.

Buku ” INTISARI KITAB-KITAB ADILUHUNG JAWA TERLENGKAP. Gambaran, Ulasan dan Keistimewaannya. ” – Soedjipto Abimanyu – 2014 [ falsafah hidup orang Jawa ]


Data buku :

.

Soedjipto Abimanyu  ;  ” INTISARI KITAB-KITAB ADILUHUNG JAWA TERLENGKAP. Gambaran, Ulasan dan Keistimewaannya. ”  ;  Yogyakarta  ;  Laksana  ;  336 halaman  ;  ISBN ; 978-602-255-699-2  ;  bahasa Indonesia  ;  hard cover.

.

Buku INTISARI KITAB-KITAB ADILUHUNG JAWA TERLENGKAP susunan Soedjipto

Buku INTISARI KITAB-KITAB ADILUHUNG JAWA TERLENGKAP susunan Soedjipto Abimanyu.

.

Kata Pengantar buku INTISARI KITAB-KITAB ADILUHUNG JAWA TERLENGKAP susunan Soedjipto Abimanyu

Kata Pengantar buku INTISARI KITAB-KITAB ADILUHUNG JAWA TERLENGKAP susunan Soedjipto Abimanyu

.

Pngtr 2 IntisariKitab Adiluhung- Soedjipto A cmprs

.

Pngtr 3 IntisariKitab Adiluhung- Soedjipto A cmprs

.

Pngtr 4 IntisariKitab Adiluhung- Soedjipto A cmprs

.

Soedjipto Abimanyu memilih lima belas serat / karya tulisan lama sebagai berikut :

  1. Serat Jangka Jayabaya – Prabu Jayabaya
  1. Serat Kalatidha – Ranggawarsita
    [ ebook pembahasan Serat Kalatidha tulisan Karkono Partokusumo bisa di klik di sini ]
    https://wayangpustaka02.wordpress.com/?s=serat+kalatida

 

  1. Serat Wedharaga – Ranggawarsita
  2. Serat Candrarini – Ranggawarsita
  3. Serat Nitisruti – Pangeran Karanggayam
  4. Serat Darmawasita – Mangkunegara IV

 

  1. Serat Pepali – Ki Ageng Sela
    [ ebook Pepali Ki Ageng Selo ada di blog ini ]
    https://wayangpustaka02.wordpress.com/2012/02/26/ebook-pepali-ki-ageng-selo-karya-soetardi-soeryohoesodo-rm-1980/

 

  1. Serat Wulangreh – Pakubuwana IV
    [ ada beberapa buku & ebook di blog ini tentang Serat Wulang Reh ]
    https://wayangpustaka02.wordpress.com/?s=serat+wulang+reh

 

  1. Serat Sastra Gendhing – Sultan Agung

 

  1. Centhini
  2. Suluk Syeh Malaya – Sunan Kalijaga
  3. Suluk Sujinah
  4. Serat Sabdatama – Ranggawarsita

 

  1. Serat Wedhatama – Mangkunegara IV
    [ ada beberapa buku dan ebook di blog ini tentang Serat Wedhatama ]
    https://wayangpustaka02.wordpress.com/?s=wedhatama

 

  1. Serat Cipta Waskitha.
  2. .

Buku ” JANMA TAN KENA KINIRA. Mutiara Kebajikan Para Leluhur Jawa. ” – Gesta Bayuadhy – 2014 [ falsafah hidup orang Jawa ]


.

Pengantar dari Admin.

 

Dalam waktu kurang lebih sepuluh tahun ini banyak penulis bekerja sama dengan penerbit buku menerbitkan buku tentang Pitutur Luhur Para Leluhur Jawa. Petuah kebaikan berdasar kebajikan lokal. Demikian juga tentang wewaler, pepali, pamali yaitu hal-hal yang perlu dihindari untuk tidak dikerjakan. Petuah dan wewaler biasanya dulu disampaikan secara lisan turun temurun, dengan tujuan tercapainya kehidupan yang penuh dengan keselarasan, keserasian dan lemakmuran bersama.

 

Syukur bahwa sepuluh tahun belakangan ini banyak penulis bekerja sama dengan penerbit buku menerbitkan buku-buku seperti itu sebagai penyebaran petuah yang lebih efektif, lebih luas dan harapannya bisa terlaksanakan dengan kesadaran suka rela dari masyarakat. Mudah-mudahan terbitan buku tercetak nantinya akan diikuti dengan penyebaran digital.

 

Marilah membaca kembali, merenungkan dan menguatkan tekad untuk melaksanakan mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Insya Allah, hal-hal yang dikerjakan dengan kesungguhan disertai landasan tulus ikhlas akan tertular membesar dengan ridho Allah. Amin.

 

Penulis Gesta Bayuadhy di tahun 2014 ini menghasilkan karya tiga buku berisi petuah kebajikan Jawa juga. Keistimewaan dari tiga buku tersebut adalah konsentrasi pada petuah kebajikan Jawa bagi seseorang untuk menanggapi dan bersikap di jaman yang penuh carut marut ini. Gesta Bayuadhy menyebutnya sebagai Jaman Edan ( jaman penuh kegilaan ) dan wolak waliking jaman ( jaman serba terjungkir balik ).

 

Inilah buku ketiga tersebut !

 

 

Data buku :

Gesta Bayuadhy  ;  “ JANMA TAN KENA KINIRA. Mutiara Kebajikan Para Leluhur Jawa. “  ;  Yogyakarta  ;  penerbit Laksana (kelompok penerbit DIVA Press)  ;  2014 = cetakan pertama  ;  240 halaman  ;  ISBN 978-602-296-061-4 ; Bahasa Indonesia.

 

Beberapa cuplikan :

 

Janma Tan Kena Kinira , kejutan-kejutan dari manusia yang tak terduga, martabat manusia tak boleh disepelekan.
Janma Pangawak Dewa , manusia bermoral tinggi.
Janma Tan Kena Nyalahke Pangeran , manusia menjalani takdir tanpa perlu mengeluhkan keadaan.
Rame Ing Gawe Sepi Ing Pamrih , penerapan kerja manusia dengan perhitungan yang matang.

Menang Tanpa Ngasorake , menang tanpa harus merendahkan pihak yang kalah, sikap rendah hati seorang pemenang.

Sekti Tanpa Aji-AJi , sakti tanpa harus mempunyai kekuatan ilmu bela diri, berwibawa tanpa sombong.

Aja Keminter Mundhak Keblinger , jangan merasa sok pintar nanti justru akan terjerumus.

.

Buku JANMA TAN KENA KINIRA karangan Gesta Bayuadhy.

Buku JANMA TAN KENA KINIRA karangan Gesta Bayuadhy.

.

janma, janma mara janma mati, janma tan kena kinira.

janma, janma mara janma mati, janma tan kena kinira.

.

janma tan kena kinira, golek kencana kang bisa tata jalma, janma pangawak dewa, dewa pangawak janma, janma ngratoni kadewatan

janma tan kena kinira, golek kencana kang bisa tata jalma, janma pangawak dewa, dewa pangawak janma, janma ngratoni kadewatan

.

janma tan kena kinira, janma nyuwun Gusti maringi, janma sakdrema nglakoni, janma bisa tanpa kuwasa, janma limpat seprapat tamat, janma punjuling apapak mrojol ing akerep

janma tan kena kinira, janma nyuwun Gusti maringi, janma sakdrema nglakoni, janma bisa tanpa kuwasa, janma limpat seprapat tamat, janma punjuling apapak mrojol ing akerep

.

janma tan kena kinira, janma pilihan tan bisa madhani Pangeran, janma sewu tan bisa ngluru kaluputan, janma tan kena nyalahke Pangeran, nasib janma tan kena kinaya ngapa

janma tan kena kinira, janma pilihan tan bisa madhani Pangeran, janma sewu tan bisa ngluru kaluputan, janma tan kena nyalahke Pangeran, nasib janma tan kena kinaya ngapa

.

rame ing gawe sepi ing pamrih, janma wani tumindak ala, janma sugih ora nyimpen, obah usike janma cakra manggilingan

rame ing gawe sepi ing pamrih, janma wani tumindak ala, janma sugih ora nyimpen, obah usike janma cakra manggilingan, janma tan kena kinira

.

mikul dhuwur mendhem jero, janma tan kena ingina, tepa selira, janma tan kena kinira

mikul dhuwur mendhem jero, janma tan kena ingina, tepa selira, janma tan kena kinira

.

ajining diri dumunung ing lathi, manjing ajur ajer, anak polah bapa kepradah, rumangsa bisa tan bisa rumangsa, janma tan kena kinira

ajining diri dumunung ing lathi, manjing ajur ajer, anak polah bapa kepradah, rumangsa bisa tan bisa rumangsa, janma tan kena kinira

.

ngungkurke kadonyan ngadhepi pati, ucal saka embanan, jor joran lan jur juran, urip iku urup, janma tan kena kinira

ngungkurke kadonyan ngadhepi pati, ucal saka embanan, jor joran lan jur juran, urip iku urup, janma tan kena kinira

.

nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji aji, datan serik lamun ketama, janma tan kena kinira

nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji aji, datan serik lamun ketama, janma tan kena kinira

.

datan susah lamun kelangan, aja ketungkul marang kalungguhan, aja ketungkul marang kadonyan lan kemareman, aja keminter mundhak keblinger, janma tan kena kinira

datan susah lamun kelangan, aja ketungkul marang kalungguhan, aja ketungkul marang kadonyan lan kemareman, aja keminter mundhak keblinger, janma tan kena kinira

.

aja cidra mundhak cilaka, janma tan kena kinira

aja cidra mundhak cilaka, janma tan kena kinira

.

 

JANMA TAN JENA KINIRA karangan Gesta Bayuadhy

JANMA TAN JENA KINIRA karangan Gesta Bayuadhy

.

 

Buku ” JAMAN EDAN & KASUNYATAN. Sikap Arif Masyarakat Jawa Hadapi Wolak-walike Jaman. ” – Gesta Bayuadhy – September 2014 [ falsafah hidup orang Jawa ]


Data buku :

.

Getsa Bayuadhy  ;  ” JAMAN EDAN & KASUNYATAN. Sikap Arif Masyarakat Jawa Hadapi Wolak-walike Jaman. ”  ;  Yogyakarta  ;  September 2014 = cetakan pertama  ;  259 halaman  ;  ISBN : 976-602-255-668-8  ;  bahasa Indonesia.

.

Buku JAMAN EDAN DAN KASUNYATAN oleh Gesta Bayuadhy

Buku JAMAN EDAN DAN KASUNYATAN oleh Gesta Bayuadhy.

.

Penulis Gesta Bayuadhy menjelaskan sedikit apa itu Jaman Edan.

 

“ Sekarang ini adalah jaman edan ! Nek ora edan, ora keduman – kalau tidak ikut gila, tidak akan kebagian. “

Kita sering kali mendengar ungkapan seperti itu. Hal tersebut wajar adanya, melihat carut-marut dunia saat ini. Kemaksiatan merajalela. Banyak orang yang gila harta dan kekuasaan. Aturan dan norma sudah tidak dipedulikan lagi. Sebagian besar manusia terjebak pada keduniawian.

Ya, seperti itulah dunia kita saat ini, yang sebagian orang menyebutnya jaman edan !
Tetapi, apakah kita tahu apa sebenarnya jaman edan itu ?
Kapan datangnya jaman edan ?
Apakah saat ini sudah busa disebut jaman edan ?

Ataukah, jaman edan sudah berlangsung ratusan tahun silam sejak istilah jaman edan dilontarkan pertama kali oleh pujangga besar Jawa, Ranggawarsita,
atau justru baru akan terjadi beratus-ratus tahun yang akan datang ?

Hal tersebut akan dianalisa secara mendalam, dengan sudut pandang dan analisa tajam, dicoba diurutkan jalin-jemalin antara Serat Kalatida yang ditulis oleh Ranggawarsita tentang datangnya jaman edan dengan realitas zaman saat ini, serta mengurai secara detail bagaimana menghadapi jaman edan.

.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 43 other followers