Archive for the ‘Pedalangan’ Category

Karya-karya Monumental Swargi Ki Narto Sabdo.


Karya-karya Monumental Swargi Ki Narto Sabdo ini bersumber dari Lampiran I berjudul Inventarisasi Karya-karya Monumental Swargi Ki Narto Sabdo di akhir buku ” Ki Narto Sabdo “.

.

Karya Monumental Ki Narto Sabdo

Karya Monumental Ki Narto Sabdo

.

Karya 2 Ki Narto Sabdo cmprs

.

Karya 3 Ki Narto Sabdo cmprs

.

Karya Monumental Ki Narto Sabdo

Karya Monumental Ki Narto Sabdo

.

Karya 5 Ki Narto Sabdo cmprs

.

Karya 6 Ki Narto Sabdo cmprs

.

Ebook “ SERAT TUNTUNAN PADALANGAN Djilid V. Ringkesan Lampahan Ringgit 20 Warni. “ – Najawirangka alias Atmatjendana – 1958 [ buku pedalangan jangkep ]


TUNTUNAN PADALANGAN jilid V oleh Najawirangka alias Atmatjendana.

TUNTUNAN PADALANGAN jilid V oleh Najawirangka alias Atmatjendana.

Ebook “ SERAT TUNTUNAN PADALANGAN Djilid V. Ringkesan Lampahan Ringgit 20 Warni. “ – Najawirangka alias Atmatjendana – 1958  [ buku pedalangan jangkep ]

.

Data buku :

( Ingkang Ngimpun ) M Ng Najawirangka alias Atmatjendana  ;   “ SERAT TUNTUNAN PADALANGAN Djilid V. Ringkesan Lampahan Ringgit 20 Warni. “  ;  Yogyakarta  ;  ( Ingkang Ngedalaken ) Tjabang Bagian Bahasa Jogjakarta, Djawatan Kebudajaan, Kementerian P.P. dan K  ;  1958  =  cetakan pertama  ;  159 halaman  ;  gambar wayang kulit purwa  ;  Bahasa Jawa.

 

Buku ini adalah kelanjutan dari “ Serat Tuntunan Padalangan Tjaking Pakeliran Lampahan Irawan Rabi “ jilid 1, jilid 2, jilid 3 dan jilid 4 karya Najawirangka yang sudah terbit sebelumnya. Tetapi jilid 5 ini memuat ringkasan 20 lakon wayang purwa, karena tuntunan pakeliran lakon Irawan Rabi sudah selesai pada jilid 4. Cara penyajian ringkasan disesuai dengan urutan adegan di pakeliran disertai petunjuk ringkas mengenai gending, suluk, ada-ada, sendon dan sebagainya yang selayaknya dilaksanakan dalang di pakeliran. Untuk lakon carangan, diberi petunjuk pemakaian pinjaman boneka wayang tokoh yang mana yang bisa dipakai untuk menampilkan tokoh lakon carangan tersebut.

 

Dua puluh lakon wayang purwa yang ada di buku ini  :

Lakon 01 s/d 05
Kresna Kembang,  Jaladara Rabi utawi Endang Wrediningsih,  Kumala Sekti,  Irawan Rabi,  Wiwaha – Mintaraga,

Lakon 06 s/d 10
Mustaka Weni,  Kangsa Adu-adu,  Dursasana Rabi utawi Dursasana Ical,  Kuntul Wilanten,  Wrekudara Dados Gajah utawi Kala Punjara,

Lakon 11 s/d 15
Cocogan utawi Ambangun Taman Maerakaca / Kartanadi utawi Alap-alapan Srikandi,  Bambang Sakri,  Rabinipun Prabu Anom Kurupati,  Alap-alapan Drusilawati,  Jagalbilawa,

Lakon 16 s/d 20
Partakrama Kedu ( Kilen utawi Kasepuhan, ingkang dipun lampahaken Kyahi Panjangmas ),  Gandamana Sayembara,  Dewaruci utawi Bimasuci,  Srikuncara utawi Sastrasutiksna,  Pregiwa Pregiwati,

 

Gambar wayang kulit purwa :

Buku ini juga dihiasi beberapa gambar wayang purwa Jawa. Tidak diketahui nama penggambarnya, tetapi kalau melihatnya tampaknya bukan hasil karya penggambar legendaris ( Kasidi, Darmo Tjarita, R. Soelardi dkk ).

 

Konservasi :

Hasil konservasi buku ini dalam file digital format PDF bisa Anda unduh di alamat URL :

Bagian 1 : Lakon 01 s/d 10 :
http://www.4shared.com/office/KOmYGGN-ba/Padalangan_V-_bag_1-_Nojowiron.html

Bagian 2 : Lakon 11 s/d 20 :
http://www.4shared.com/office/nXP-RRAXce/Padalangan_V-_bag_2-_Nojowiron.html

 

 

Sedangkan hasil konservasi dari jilid lain Anda bisa klik tautan di jilid-jilid sebelumnya di kalimat di atas. Anda juga bisa mengunduh buku lain karya Najawirangka ( dan file digital gambar wayang kulit purwa yang ada dalam bukunya ) dengan klik profil Najawirangka.

 

Posting yang terkait :

1.

Gendhing-gendhing karawitan Jawa pengiring pakeliran wayang kulit purwa Jawa yang termuat di buku “ Serat Tuntunan Padalangan  Djilid V. Ringkesan Lampahan Ringgit 20 Warni. “ karangan Najawirangka alias Atmatjendana.

2.

Gambar Wayang Kulit Purwa dari buku “Serat Tuntunan Padalangan jilid 3″ – Ki Najawirangka alias Ki Atmatjendana tahun 1958.

.

Buku ‘ WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA ” karya Soetarno dan Sarwanto – 2010 – [pedalangan]


.

Wayang Kulit dan Perkembangannya karya Soetarno dan Sarwanto.

.

Buku WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA karya Soetarno dan Sarwanto.

Buku WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA karya Soetarno dan Sarwanto.

.

Data buku :

 

Soetarno ( Prof., DR., DEA. ) dan Sarwanto ( Prof., DR., S.Kar., M.Hum. )  ;  WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA “  ;  Surakarta dan Sukoharjo  ;  penerbit ISI Press Solo bekerja sama dengan CV Cendrawasih, Sukoharjo  ;  Juli 2010 = cetakan pertama  ;  ISBN 978-602-8755-18-4  ;  viii + 350 halaman  ;  foto  ;  Bahasa Indonesia.

.

.

Prakata buku WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA karya Soetarno dan Sarwanto.

Prakata buku WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA karya Soetarno dan Sarwanto.

.

Prakata 2 Wyng Kulit n Perkembang- Soetarno cmprs

.

Prakata 3 Wyng Kulit n Perkembang- Soetarno cmprs

.

Prakata 4 Wyng Kulit n Perkembang- Soetarno cmprs

.

Daftar Isi buku WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA karya Soetarno dan Sarwanto.

Daftar Isi buku WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA karya Soetarno dan Sarwanto.

.

Dftr Isi 2 Wyng Kulit n Perkembang- Soetarno cmprs

.

Buku ” WAYANG MALANGAN. ” karya Suyanto – 2002 – [pengetahuan pedalangan]


.

Wayang Malangan Suyanto

.

Buku WAYANG MALANGAN oleh Suyanto

Buku WAYANG MALANGAN oleh Suyanto

.

.

Wayang Malangan merupakan salah satu bagian dari seni pewayangan Jawa Timuran, yang hidup dan berkembang secara lokal. Walaupun Wayang Malangan bersumber dari cerita yang sama seperti pakeliran yang hidup di daerah Yogyakarta dan Surakarta, tetapi kesan penyajiannya sangat berbeda.

 

Wayang Malangan tidak berkesan sebagai kesenian keratin, melainkan sebagai kesenian rakyat yang diwarnai oleh bahasa etnis Jawa Timuran serta dilatarbelakangi oleh budaya pesisiran yang mayoritas terdiri dari masyarakat agraris.

 

Kesenian in tumbuh dan berkembang secara lisan dan tidak memiliki pujangga. Artinya seni pedhalangan tersebut hidup secara turun-temurun tanpa memiliki buku pegangan atau pakem tertulis.

 

Buku Wayang Malangan ini akan mengupas tentang Wayang Malangan dari berbagai aspek, di antaranya adalah latar belakang pertunjukan, para pelakunya, dan pertunjukkannya itu sendiri. Buku diawali dari Wayang Malangan yang merupakan warisan tradisi lisan, pertunjukan Wayang Malangan, aliran Wayang Malangan, dan perkembangannya. Kehadiran buku ini juga memberi suatu dokumentasi tertulis karena selama ini dokumentasi tentang Wayang Malangan belum ada.

.

Wayang Malangan oleh Suyanto

Wayang Malangan oleh Suyanto

.

Sekapur Sirih 2 Wayang Malangan- Suyanto cmprs

.

Sekapur Sirih 3 Wayang Malangan- Suyanto cmprs

.

Sekapur Sirih 4 Wayang Malangan- Suyanto cmprs.

.

Data buku :

 

Suyanto ( S.Kar, M.A, )  ;  “ WAYANG MALANGAN “  ;  Surakarta  ;  penerbit Citra Etnika Surakarta, diterbitkan atas kerja sama dengan Yayasan Adikarya IKAPI dan The Ford Foundation  ;  2002 = cetakan pertama  ;  ISBN 979-3192-01-1  ;  xvii + 350 halaman  ;  foto wayang  ;  Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa.

.

Alamat penerbit :

Penerbit Citra Etnika Surakarta,
Jl. Guntur, Gang Guruh IV no.70 B, Surakarta 57126
Tel : 0271 – 666492  ;  Fax : 0271 – 41439
Email : citra_etnika@yahoo.com

.

.

Daftar Isi buku WAYANG MALANGAN karya Suyanto

Daftar Isi buku WAYANG MALANGAN karya Suyanto

.

Dftr Isi 2 Wayang Malangan- Suyanto cmprs

.

Dftr Isi 3 Wayang Malangan- Suyanto cmprs

.

 

Buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 3. “ oleh Marwanto – 1993 – [pengetahuan pedalangan] [filsafat wayang]


.

Pakeliran wayang purwa dikenal sebagai tontonan, tatanan dan tuntunan. Pakeliran tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai sarana untuk menyebarkan pengetahuan tentang tatanan dan tuntunan dalam hidup bermasyarakat. Disela-sela pakeliran dalang menyisipkan hal-hal tersebut.

 

Berbagai cara penyampaiannya, disesuaikan dengan lakon pakeliran tersebut. Ada yang berbentuk wejangan ( “nasehat luhur” ), wewarah ( “ajaran pedoman” ), piwulang kaprajan ( “ajaran tata laksana kenegaraan / kepemimpinan” ) dari seorang begawan kepada kesatria atau dari seseorang yang lebih tua kepada yang lebih muda. Ada yang berbentuk bantah kawruh ( “debat ilmu” ) , yang kadang berbentuk cangkriman ( “teka teki” ). Bantah kawruh biasa terjadi jika seorang Begawan menguji muridnya atau Dewa (yang menyamar) menguji tingkatan ilmu seorang kesatria atau debat yang dipakai untuk mematahkan kepongahan seorang kesatria asing yang merasa tahu segalanya.

 

Di bawah ini adalah salah satu buku yang menghimpun hal-hal semacam di atas. Admin hanya mempunyai yang jilid 3.

.

Buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 3. “ oleh Marwanto, penerbit CV Cendrawasih.

Buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 3. “ oleh Marwanto, penerbit CV Cendrawasih.

.

Daftar Isi buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 3. “  oleh Marwanto, penerbit CV Cendrawasih.

Daftar Isi buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 3. “ oleh Marwanto, penerbit CV Cendrawasih.

.

Data buku :

 

Marwanto ; “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 3. “ ; Sukoharjo, Surakarta ; penerbit CV Cendrawasih ; tahun ? = edisi revisi [ cetakan pertama diperkirakan sekitar 1993 ] ; 130 halaman ; gambar wayang ; Bahasa Jawa.

.

Contoh isi buku :

.

.

Sama Beda Dana Dendha

Sama Beda Dana Dendha

.

Sama Beda Dana Dendha

Sama Beda Dana Dendha

.

.

Kita patut berterima kasih kepada bapak Marwanto yang sudah dengan tekun merangkum hal-hal tersebut dari bermacam kepustakaan dan bermacam sumber lain.

.

Dari buku “ Kepustakaan Wayang Purwa (Jawa). Penelusuran Terbitan Indonesia Antara tahun 1949 ~ 1995. “ diperoleh data mengenai Daftar Isi buku yang jilid 1 dan jilid 2 tersebut :

.

Daftar Isi buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 1. “ oleh Marwanto, penerbit CV Cendrawasih.

Daftar Isi buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 1. “ oleh Marwanto, penerbit CV Cendrawasih.

.

Hlm X 153 Kepustakaan Wayang Purwa cmprs

.

 

Daftar Isi buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 2. “  oleh Marwanto, penerbit CV Cendrawasih.

Daftar Isi buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. Jilid 2. “ oleh Marwanto, penerbit CV Cendrawasih.

.

Hlm X 155 Kepustakaan Wayang Purwa cmprs

.

.

Dan tercatat juga bahwa bapak Marwanto pada tahun 1977 sudah pernah menerbitkan buku semacam ini dengan bentuk stencilan tanpa nama penerbit. Di bawah ini Daftar Isi yang terbitan 1977 , sumber info dari ” Kepustakaan Wayang Purwa (Jawa). Penelusuran Terbitan Indonesia Tahun 1949 ~ 1995. ” :

.

Daftar Isi buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. “ Terbitan 1977 oleh Marwanto.

Daftar Isi buku “ WEJANGAN, WEWARAH, BANTAH, CANGKRIMAN, PIWULANG KAPRAJAN. “ Terbitan 1977 oleh Marwanto.

.

Hlm X 147 Kepustakaan Wayang Purwa cmprs

.

Hlm X 148 Kepustakaan Wayang Purwa cmprs

.

 

 

Buku “ Serat Pedhalangan Kanthi Lampahan DEWI KUNTULWINANTEN. “ oleh Ki Purwadi – 2004 – [buku pedalangan jangkep]


.

Buku “ Serat Pedhalangan Kanthi Lampahan DEWI KUNTULWINANTEN. “ oleh Ki Purwadi, penerbit CV Cendrawasih.

Buku “ Serat Pedhalangan Kanthi Lampahan DEWI KUNTULWINANTEN. “ oleh Ki Purwadi, penerbit CV Cendrawasih.

.

Data buku :

 

Purwadi Ki ; “ Serat Pedhalangan Kanthi Lampahan DEWI KUNTULWINANTEN. “ ; Sukoharjo, Surakarta ; CV Cendrawasih ; 2004 = cetakan pertama ; 172 halaman ; gambar wayang ; Bahasa Jawa pedalangan.

 

 

Buku pedalangan jangkep. Tuntunan melaksanakan pakeliran wayang purwa Jawa semalam suntuk dengan lakon Kikis Tunggarana. Berisi tuntunan cara menggerakkan dan menempatkan boneka wayang di pakeliran, disertai lengkap dengan suluk, ada-ada ( lengkap dengan titi laras nadanya ), narasi ( janturan dll ), dialog antar tokoh.

.

.

Halaman 3 buku “ Serat Pedhalangan Kanthi Lampahan DEWI KUNTULWINANTEN. “  oleh Ki Purwadi, penerbit CV Cendrawasih.

Halaman 3 buku “ Serat Pedhalangan Kanthi Lampahan DEWI KUNTULWINANTEN. “ oleh Ki Purwadi, penerbit CV Cendrawasih.

.

Hlm 4 Kuntulwinanten cmprs

.

Hlm 5 Kuntulwinanten cmprs

.

Hlm 6 Kuntulwinanten cmprs

.

Halaman 7 buku “ Serat Pedhalangan Kanthi Lampahan DEWI KUNTULWINANTEN. “  oleh Ki Purwadi, penerbit cV Cendrawasih.

Halaman 7 buku “ Serat Pedhalangan Kanthi Lampahan DEWI KUNTULWINANTEN. “ oleh Ki Purwadi, penerbit cV Cendrawasih.

.

Buku “ Serat Pakeliran Jangkep Lampahan KIKIS TUNGGARANA. “ oleh B Subono dkk – 1996 – [ buku pedalangan jangkep ]


.

Serat Pakeliran Jangkep Lampahan KIKIS TUNGGARANA oleh B. Subono

Serat Pakeliran Jangkep Lampahan KIKIS TUNGGARANA oleh B. Subono

.

Data buku :

B. Subono dkk  ;  “ Serat Pakeliran Jangkep Lampahan KIKIS TUNGGARANA. “  ;  Sukoharjo, Surakarta  ;  CV Cendrawasih  ;  1996 = cetakan pertama  ;  120 halaman  ;  gambar wayang  ;  Bahasa Jawa pedalangan.

Buku pedalangan jangkep. Tuntunan melaksanakan pakeliran wayang purwa Jawa semalam suntuk dengan lakon Kikis Tunggarana. Berisi tuntunan cara menggerakkan dan menempatkan boneka wayang di pakeliran, disertai lengkap dengan suluk, ada-ada ( lengkap dengan titi laras nadanya ), narasi ( janturan dll ), dialog antar tokoh.

.

Admin kutipkan janturan di “ jejeran “ / adegan pertama yaitu Negeri Dwarawati.

Swuh rep data pitana, hanenggih nagari pundi ta kang kaeka adi dasa purwa. Eka marang sawiji, hadi linuwih, dasa sapuluh, purwa wiwitan. Sanadyan kathah titahing dewa ingkang kasongan akasa kasangga pratiwi kaapit samodra, kathah ingkang sami anggana raras, nanging datan kadi nagari Dwarawati, Dwaraka ya Maherakaya.

Sinebut Dwarawati satuhu dadi palawanganing jagad. Dwaraka papan pambuka wenganing rahsa. Maheralaya, Mahera sorot, laya pati, ingkono dununging pepadhang urip sepisan nganti tumekaning jaman delahan.

Mula kinarya bebukaning carita, ngupaya negari satus tan antuk kalih sanadyan sewu tan jangkep sadasa. Pranyata Dwaraka negari kang panjang, punjung, pasir, wukir, loh, jinawi, gemah, ripah, karta, tata lan raharja.

Panjang : dawa pocapane, punjung : luhur kawibawane, pasir : samodra, wukir : gunung. Tuhu nagara kang ngungkurke pareden, nengenaken pasabinan, ngerengaken benawi miwah ngayunaken bandaran agung.

Loh : subur kang tinadur, jinawi : murah kang tinuku, gemah : para dagang myang lelayaran lumintir tan ana kendhate, labet kalis sambekalaning marga. Ripah : janma ingkang sami dedunung salebeting nagari katingal jejel apipit, tepung cukit aben tritis, mila papan wiyar katingal ripak saking raharjaning nagari. Karta : para kawula datan kekirangan sandhang boga, tata : racak sami tentrem atine, mungkul pangolahing tetanen, kebo sapi pitik iwen datan ana cinancangan, rahina aglar ing pangonan, yen bengi mulih marang kandhange sowing-sowang. Pratandha tebih ing durjana juti. Tan ana cecengilan wada-winadan, anane muhung samat-sinamatan daya-dinayan. Raharja : tebih parang muka, miwah para mantri bupati pan samya bijaksana, limpat ing kawruh putus wajib pangolahing praja tansah hambudi-daya mrih wewahing kaluhuraning nata.

Dhasar nagari Dwarawati: padhang jagade, jero tancepe, dhuwur kukuse, adoh kuncarane, dhasar amba jajahane. Boten ngemungaken kanan kering, ngantos dumugi jawining rangkah kathah para raja narpati ingkang sami hanungkul datan karana ginebaging prang, labet kayungyun pepoyaning kautaman sarta kasongan pambeganing nata, bebasan kang tebih manglung, celak mantiyung, ing rikala mangsa asok glondhong pangareng-areng, peni-peni raja peni, guru bakal guru dadi.

Wenang den ucapna jejuluking sang nata : Prabu Sri Bathara Kresna, Padmanaba, Cakrapanu, Kesawa, Danardana, Janardana, Nayarana, Wasudewa, Harimurti, Wisnumurti. Hamila ajejuluk Sri Bathara Kresna, labet cemeng sarirane trus mbalung sungsum ludirane.

lan sakteruse …..

.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 44 other followers