Archive for the ‘Diva Press’ Category

Buku ” JAMAN EDAN & KASUNYATAN. Sikap Arif Masyarakat Jawa Hadapi Wolak-walike Jaman. ” – Gesta Bayuadhy – September 2014 [ falsafah hidup orang Jawa ]


Data buku :

.

Getsa Bayuadhy  ;  ” JAMAN EDAN & KASUNYATAN. Sikap Arif Masyarakat Jawa Hadapi Wolak-walike Jaman. ”  ;  Yogyakarta  ;  September 2014 = cetakan pertama  ;  259 halaman  ;  ISBN : 976-602-255-668-8  ;  bahasa Indonesia.

.

Buku JAMAN EDAN DAN KASUNYATAN oleh Gesta Bayuadhy

Buku JAMAN EDAN DAN KASUNYATAN oleh Gesta Bayuadhy.

.

Penulis Gesta Bayuadhy menjelaskan sedikit apa itu Jaman Edan.

 

“ Sekarang ini adalah jaman edan ! Nek ora edan, ora keduman – kalau tidak ikut gila, tidak akan kebagian. “

Kita sering kali mendengar ungkapan seperti itu. Hal tersebut wajar adanya, melihat carut-marut dunia saat ini. Kemaksiatan merajalela. Banyak orang yang gila harta dan kekuasaan. Aturan dan norma sudah tidak dipedulikan lagi. Sebagian besar manusia terjebak pada keduniawian.

Ya, seperti itulah dunia kita saat ini, yang sebagian orang menyebutnya jaman edan !
Tetapi, apakah kita tahu apa sebenarnya jaman edan itu ?
Kapan datangnya jaman edan ?
Apakah saat ini sudah busa disebut jaman edan ?

Ataukah, jaman edan sudah berlangsung ratusan tahun silam sejak istilah jaman edan dilontarkan pertama kali oleh pujangga besar Jawa, Ranggawarsita,
atau justru baru akan terjadi beratus-ratus tahun yang akan datang ?

Hal tersebut akan dianalisa secara mendalam, dengan sudut pandang dan analisa tajam, dicoba diurutkan jalin-jemalin antara Serat Kalatida yang ditulis oleh Ranggawarsita tentang datangnya jaman edan dengan realitas zaman saat ini, serta mengurai secara detail bagaimana menghadapi jaman edan.

.

Buku ” WONG SUGIH MATI KELUWEN. Falsafah Kearifan Jawa di Tengah Zaman Edan. ” – Gesta Bayuadhy – Juni 2014 [ falsafah hidup orang Jawa ]


Buku WONG SUGIH MATI KELUWEN karya Gesta Bayuadhy

Buku WONG SUGIH MATI KELUWEN karya Gesta Bayuadhy

Pengantar 1 buku WONG SUGIH MATI KELUWEN

Pengantar 1 buku WONG SUGIH MATI KELUWEN

Renungan 2 Wong Sugih Mati keluwen- Gesta B cmprs

Renungan 3 Wong Sugih Mati keluwen- Gesta B cmprs

Renungan 4 Wong Sugih Mati keluwen- Gesta B cmprs

Renungan 5 Wong Sugih Mati keluwen- Gesta B cmprs

.

 

Kata pengantar untuk buku ini seperti tertulis di sampul belakang buku :

Manusia kini tengah hidup di abad modern. Zaman ini ditandai dengan kemajuan pesat di berbagai bidang.

Namun, di balik segala perkembangannya, manusia justru mengalami kemunduran dalam hal kemanusiaan.

Di luar aneka kemajuan secara fisik, zaman modern justru ditandai dengan sifat manusia yang egoistic dan individualis. Rasa kepedulian seakan menghilang.

Sebaliknya, perbuatan yang jelas salah tidak lagi tabu untuk dilakukan. Manusia mengejar materi dengan berbagai cara, tidak lagi menggubris halal atau haram. Kejahatan merajalela di setiap waktu dan tempat. Norma, adab, dan etika disingkirkan sedemikian rupa, sehingga keburukan yang dianggap tidak mungkin, justru tampak jelas di depan mata.

Secara lahiriah, manusia memang hidup di abad modern. Namun, kenyataaannya mereka seperti tengah hidup di zaman purba yang tidak mengenal aturan sama sekali.

Orang Jawa memiliki jurus ampuh untuk menghadapi kondisi wolak-waliking jaman ( keadaan zaman yang serba terbalik ), bahkan hingga mencapai taraf jaman edan ( zaman penuh kegilaan ) tersebut, yakni melalui falsafah Jawa yang diajarkan secara turun-temurun hingga meresap di dalam dirinya.

Berbagai falsafah di dalam buku ini disajikan secara ringkas, tetapi penuh makna dan mudah dipahami. Sehingga, dapat menjadi panduan bagi pembaca ( tidak hanya bagi orang Jawa ) agar sukses melewati berbagai tantangan zaman.

.

Data buku :

.

Gesta Bayuadhy  ;  ” WONG SUGIH MATI KELUWEN. Falsafah Kearifan Jawa di Tengah Zaman Edan. “  ;  Yogyakarta  ;  DIVA Press  ;  Juni 2014 = cetaka pertama  ;  275 halaman  ;  ISBN : 976-602-7968-79-0  ;  bahasa Indonesia.

.
.

Beberapa topic yang diulas di dalam buku ini :

Nguwongke ; memanusiakan manusia, menghargai harkat manusia.
Diuwongke ; dimanusiakan.
Sugih ; Kaya dan kekayaaan.
Mati raga dan mati keberadaan.

Keluwen ; lapas jasmani dan rohani
Wong sugih mati keluwen ; orang kaya mati kelaparan, ironi jaman.

Aja dumeh ; jangan mentang-mentang, jangan sok.
Pemimpin mblenjadi sumpah ; pemimpin mengingkari sumpah.
Kutha mlebu alas, alas mlebu kutha ; terjadi hukum rimba di masyarakat.
Wong mangan wong ; orang memangsanya sesamanya, betuk kekejaman yang tak terbayangkan.
Wong jahat diangkat wong suci dibenci ; Fakta di depan mata bahwa orang jahat malah diangkat orang suci malah dibenci.

Luwih utama ngapusi ; Kejujuran tidak lagi berharga, menipu dianggap perilaku lebih utama.
Ora bisa maling padha digething ; Kejahatan dijadikan kebiasaan tidak bias mencuri malah dibenci.
Raja ngumbar hawa napsu ; Angkara murka membawa keruntuhan tahta, raja / penguasa mengumbar hawa napsu jahat.
Laku sedheng bubrah jare gagah ; Kebanggaan yang bukan pada tempatnya, tindakan melenceng malah dikatakan gagah.
Akeh wong adol ngelmu ; Komersialisasi pendidikan yang melewati batas.

Isih bayi padha mbayi ; Masih “bayi” tapi sudah melahirkan, kerusakan moral yang memprihatinkan.
Dhandhang diunekake kuntul ; burung gagak dikatakan burung kuntul, hokum diperjualbelikan.
Prikamanungsan saya ilang ; perikamenusiaan makin hilang, menipisnya iman manusia.
Guru disatru ; Peralihan mental menuju permusuhan dan kehancuran.
Sing jujur kojur ; orang jujur malah kurang beruntung, kejujuran menjadi barang langka.

Sing gedhe kesasar ; pembesar / pemimpin menuju jalan yang salah.
Jaman edan ; puncak ironi jaman.

Buku ” ABIMANYU – Tujuh Helai Daun Tarsandha ” karya Gesta Bayuadhy – 2013 – [ cerita wayang ]


.

Abimanyu

.

ABIMANYU - Tujuh Daun Tarsandha karya Gesta Bayuadhy

ABIMANYU – Tujuh Daun Tarsandha karya Gesta Bayuadhy

.

Cvr BlkngAbimanyu- Gesta Bayuaji cmprs

.

Buku ” TOGOG TEJAMANTRI. Pamong Pembisik Kesejatian. ” oleh Gesta Bayuadhy – 2013 – [ falsafah wayang ]


Buku ” TOGOG TEJAMANTRI ”

.

Sampul depan buku TOGOG TEJAMANTRI oleh Gesta Bayuadhy

Sampul depan buku TOGOG TEJAMANTRI oleh Gesta Bayuadhy

.

Cvr Blk Togog Tejamantri- Gesta Bayuadhy cmprs.

Buku ” DRUPADI ” – Ardian Kresna – 2013 – [ novel wayang ]


Buku ” DRUPADI ” – Ardian Kresna

.

Sampul novel wayang DRUPADI oleh Ardian Krisna.

Sampul novel wayang DRUPADI oleh Ardian Kresna.

.

Cvr Blk Drupadi- Ardian Kresna cmprs.

 

Buku ” WISANGGENI MEMBAKAR API ” – Pitoyo Amrih


Buku ” Wisanggeni Membakar Api ” oleh Pitoyo Amrih

.

Sampul novel wayang WISANGGENI MEMBAKAR API oleh Pitoyo Amrih

Sampul novel wayang WISANGGENI MEMBAKAR API oleh Pitoyo Amrih

.

Cvr Blk Wisanggeni Mbkr Api- Pitoyo Amrih cmprs.

 

Buku ” DUNIA SEMAR ” – Ardian Kresna –


.

Buku DUNIA SEMAR - Ardian Kresna

Buku DUNIA SEMAR – Ardian Kresna

.

CvrB Dunia Semar Ardian Kresna cmprs

.

 

 

Buku “PEPAK BAHASA JAWI” – Eko Purwanto –


.

Buku PEPAK BAHASA JAWI - Eko Purwanto

Buku PEPAK BAHASA JAWI – Eko Purwanto

.

CvrB PepakBhs Jawi- Eko Purwanto cmprs.

 

Buku ” PUNAKAWAN MENGGUGAT. Kisah Heroik Dari Para Abdi Sejati. ” – Ardian Kresna – Mei 2012.


.

Buku PUNAKWAN MENGGUGAT - Ardian Kresna

Buku PUNAKWAN MENGGUGAT – Ardian Kresna

.

CvrB Pnkwn Mnggugat- Ardian Kresna cmprs.

Buku ” Puntadewa. Kesatria Berdarah Putih dari Amarta ” oleh Wawan Susetya, 2012 – [buku cerita / novel wayang]


” Puntadewa. Kesatria Berdarah Putih dari Amarta ” oleh Wawan Susetya

.
Dalam kesehariannya, Prabu Puntadewa hampir-hampir tidak pernah bisa marah. Tapi, jika sekali saja ia marah, yakni ketika ia ber-triwikrama dengan Aji Gandhawijaya, maka badannya akan berubah menjadi raksasa yang kuat luar biasa besar.

.

.

Data buku :.

Wawan Susetya  ” Puntadewa. Kesatria Berdarah Putih dari Amarta ”  ;  Yogyakarta  ;  Diva Press  ;  Januari 2012 = cetakan pertama  ;  ISBN 978-602-978-990-4  ;  432 halaman  ;  bahasa Indonesia.

..

Seperti buku cerita wayang , ” Matahari Kembar di Mandura ” , yang Wawan Susetya tulis sebelum buku Puntadewa ini , di awal buku penulis menguraikan makna falsafah yang terkandung dalam cerita wayang yang akan diceritakannya. Kali ini mengenai ; Wani Ngalah Luhur Wekasane  – mengalah (dahulu) namun kemudian mendapatkan keluhuran ; dan Menang Tanpa Ngasorakemenang tanpa menaklukkan / menista .

Tulisan uraian moral cerita seperti ini membuat buku cerita karya Wawan Susetya lebih ngangeni – ingin segera membaca karya cerita wayang nya yang lain.

.

 

.

.

… dan seterusnya …

.

.