Posts Tagged ‘2013’

Wayang Educational Package terbitan The Lontar Foundation – 2013 – [ buku dan materi pembelajaran pedalangan ]


.

Wayang Educational Package [ Paket Pendidikan Wayang ]
terbitan The Lontar Foundation Jakarta

.

Wayang Educational Package published bu The Lontar Foundation, Jakarta

Wayang Educational Package published bu The Lontar Foundation, Jakarta

.

Terdiri dari enam buku dalam Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Men-transkripsi-kan / menuliskan enam pakeliran penuh Ki Purbo Asmoro.
[ yaitu : lakon “ Makutharama “ dalam tiga gaya / gagrag : klasik, garapan, padat. Kemudian lakon “ Sesaji Raja Suya “, juga dengan tiga gaya / gagrag ].

Terjemahan ke dalam Bahasa Inggris oleh Kathryn Emerson.
Terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Sunardi dan Sugeng Nugroho.

Dilengkapi dengan film (dalam bentuk keeping DVD), dengan total panjang film 35 jam.
Juga dilengkapi dengan buku notasi gamelan pakeliran wayang kulit purwa dari enam pakeliran tersebut.

.

Wayang Educational Package published by The Lontar Foundation, Jakarta / Paket Pendidikan Wayang terbitan The Lontar Foundation, Jakarta

Wayang Educational Package published by The Lontar Foundation, Jakarta / Paket Pendidikan Wayang terbitan The Lontar Foundation, Jakarta

.
Alamat penerbit :

The Lontar Foundation
Jl Danau Laut Tawar no.53, Jakarta 10210
Tel : +62-21-574 6880 , Fax : +62-21-572 0353
www.lontar.org
email : contact@lontar.org

Facebook : The Lontar Foundation
Twitter : @LontarF

.

.
Tulisan / publikasi resmi dari penerbit :
http://www.lontar.org/index.php?page=program&id=16&lang=en

Wayang Educational Package

For centuries, the people of Indonesia have revered and nurtured the art of wayang kulit, the shadow puppet theater. In 2003 the significance of this art form was recognized by UNESCO when it declared wayang a “masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity.” UNESCO has included wayang kulit in the Orgnaization’s Intangible Heritage List and its proposed action plan calls for stronger support of puppeteers (dalang) and increased documentation. For full details see the UNESCO Intangible Heritage List.

In support of this goal, Lontar has produced the Wayang Educational Package for use by educators to teach students the art, wisdom, and cultural knowledge found in the wayang tradition through performances by the renowned Ki Purbo Asmoro.

There are three major performance styles of wayang kulit performed today: “classic” (klasik), “contemporary-interpretive” (garapan), and “condensed” (padat). Over the past several years Lontar has documented each of these performance styles twice and, from the large amount of footage obtained, has produced six films with subtitles in Indonesian and English. Lontar has also published six complete performance scripts in three languages – Javanese, Indonesian and English – and a volume of musical notation.

With the filming of the six performances now complete, as well as the transcription of the plays and their translation into Indonesian and English, the Lontar Foundation’s  Wayang Educational Package is a landmark work. This package—with its 6 documentary films of 6 wayang performances and its 7 books (2 containing Javanese language transcripts of the 6 performances; 2 containing Indonesian translations of the Javanese texts; 2 with English translations of the Javanese text; and 1 book containing the gamelan notation for the pieces that were performed)—is structured in a highly systematic way, so as to promote the greatest potential possible for appreciation, understanding, and analysis of the wayang kulit tradition, particularly current-day performance practices.

.

Books

   Makutharama

Makutharama: Teks Pagelaran Ringgit Purwa Wacucal Tigang Gagrag

Mahkota Rama: Teks Pementasan Wayang Kulit dalam Tiga Gaya

Rama’s Crown: Texts of a Wayang Kulit Tale Performed in Three Dramatic Styles

   Sesaji Raja Suya

Sesaji Raja Suya:Teks Pagelaran Ringgit Purwa Wacucal Tigang Gagrag

Persembahan Agung Para Raja:Teks Pementasan Wayang Kulit dalam Tiga Gaya

The Grand Offering of the Kings: Texts of a Wayang Kulit Tale Performed in Three Dramatic Styles
.

.

   Gamelan Scores: Gamelan Notation for Six Wayang Kulit Performances
.

.

Films

   Makutharama

Makutharama: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Palace Classical Style. Duration: 7 hrs 31 mins

Makutharama: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Contemporary-interpretive Style. Duration: 7 hrs 31 mins

Makuthrama: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Condensed Style. Duration: 2 hrs 4 mins

   Sesaji Raja Suya

Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Village Clasical Style. Duration: 7 hrs 9 mins

Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Contemporary-interpretive Style. Duration: 6 hrs 40 mins

Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Condenses Style. Durasi: 1 hrs 59 mins

.

.

Tambahan informasi dari laman Ki Purbo Asmoro
http://www.wayangedupackage.weebly.com/
.

“WAYANG UNTUK DUNIA”

“sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur”  (Deklarasi UNESCO, 2003)
.

LATAR BELAKANG

Pentingnya kesenian wayang kulit dalam dunia Internasional telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). UNESCO menghimbau untuk lebih banyak penciptaan publikasi dan rekaman audio visual Wayang. Inilah yang dilakukan oleh Yayasan Lontar selama 6 (enam) tahun kebelakang ini, dengan pembuatan “Paket Pendidikan Wayang”. Paket ini menghadirkan dua lakon yang terkenal: Makutharama (Mahkota Rama) yang bertema tentang kepemimpinan, dan Sesaji Raja Suya (Persembahan Agung para Raja) mengenai pertentangan antara keyakinan-keyakinan yang berbeda.
.

PENTINGNYA PAKET PENDIDIKAN WAYANG KARYA YAYASAN LONTAR

‘Paket Pendidikan Wayang’ karya Yayasan Lontar ini adalah sebuah karya yang monumental. Paket ini, dengan 6 film dokumenter dari 6 pertunjukan wayang ditempat yang berbeda, dan 7 buah buku (2 buku berisi transkrip bahasa Jawa, 2 buku berisi terjemahan Bahasa Indonesia dari teks Jawa, 2 buku berisi terjemahan Bahasa Inggris dari teks Jawa, dan 1 buku yang berisi notasi gamelan dari semua lagu)-tersusun dengan cara yang sangat sistematis, sehingga sangat memudahkan untuk proses apresiasi, pemahaman, dan analisa tradisi wayang kulit, terutama dalam praktek keseharian. Cara yang luar biasa sistematis ini belum pernah dilakukan sebelumnya.

Dengan tersedianya teks dari 6 lakon yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Indonesia, dan juga film pertunjukan wayang dengan subtitel dalam dua bahasa ini juga, masyarakat Internasional secara luas akan dapat melakukan studi menyeluruh tentang tradisi unik ini, di mana saja di dunia. Proses penerjemahan kedalam bahasa lain pun akan jauh lebih mudah, dengan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar (sudah ada rencana untuk menerjemahkan ke dalam bahasa Perancis, Jepang, dan Jerman.)

Buku ” KITAB NASIHAT HIDUP ORANG JAWA – Kearifan dan Kebajikan ” karya Iman Budhi Santosa – 2013 – (bagian 2 dari 4) – [ falsafah hidup orang Jawa ]


Bagian 2 dari 4.
.
Iman Budhi Santosa  ;  “ KITAB NASIHAT HIDUP ORANG JAWA – Kearifan dan Kebajikan “  ;  Yogyakarta  ;  Dipta  ;  September 2013 = cetakan pertama (edisi baru)  ;  ISBN : 978-602-255-297-0  ;  240 halaman  ;  bahasa Indonesia.

.

4.       Hukum, Keadilan, dan Kebenaran.

Bener Ketenger Becik Ketitik Ala Ketara,
Bolu Rambatan Lemah,
Denta Denti Kusuma Warsa Sarira Cakra,
Ngundhuh Wohing Pekerti,
Salah Mesthi Owah Bener Terus Nggejejer,
Sapa Teman Bakal Tinemu Sapa Salah Bakal Seleh,
Sing Goroh Growah,
Sura Sudira Jayaningrat Lebur dening Pangastuti,
Tebu Tuwuh Socane,
Wani Ngalah Luhur Wekasane,


5.      
Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan.

Blilu Tau Pinter Durung Nglakoni,
Darbe Kawruh Orang Ditangkarake Bareng Mati Tanpa Tilas,
Durniti Wiku Manik Retna Adi,
Durung Punjul Keselak Jujul Durung Pecus Keselak Besus,
Kebo Bule Mati Setra,
Kocak Tandha Lokak,
Murid Gurune Pribadi Guru Muride Pribadi Pamulangane Sengsarane Sesami Ganjarane Ayu lan Arume Sesami,
Ngelmu iku Kalakone Kanthi Laku,
Sinau Maca mawi Kaca Sinau Maos mawi Raos,
Wastra Lungsed ing Sampiran,
Yoga Angangga Yogi,


6.      
Kepercayaan dan Religiositas.

Agama Ageming Aji,
Eling Sangkan Paraning Dumadi,
Gusti Allah Ora Sare,
Kaineban Lawang Tobat,
Kridhaning Ati Ora bisa Mbedhah Kuthaning Pesthi,
Manungsa Winenang Ngudi Purba Wasesa ing Astane Gusti,
Ora Ana Kasekten kang Madhani Pepesthen Awit Pepesthen Ora Ana kang Bisa Murungake,
Siji Pesthi Loro Jodho Telu Wahyu Papat Kodrat Lima Bandha,

.

Buku ” KITAB NASIHAT HIDUP ORANG JAWA – Kearifan dan Kebajikan ” karya Iman Budhi Santosa – 2013 – (bagian 1 dari 4) – [ falsafah hidup orang Jawa ]


.

Iman Budi Santosa  ” KITAB NASIHAT HIDUP ORANG JAWA – Kearifan dan Kebajikan “  ;  Yogyakarta  ;  penerbit Dipta  ;  September 2013 = cetakan pertama (edisi baru)  ;  ISBN : 978-602-255-297-0  ;  240 halaman  ;  bahasa Indonesia.

Alamat Penerbit :

DIPTA,
Sampangan Gg. Perkutut no.325-B,
Jl. Wonosari, Baturetno,
Banguntapan, Yogyakarta.

Tel : (0274) 4353776, 7418727
Fax : (02740 4353776

Email : redaksi_divapress@yahoo.com
Blog : www.blogdivapress.com
Website : www.divapress-online.com

.

" KITAB NASIHAT HIDUP ORANG JAWA - Kearifan dan Kebajikan " karya Iman Budhi Santosa

” KITAB NASIHAT HIDUP ORANG JAWA – Kearifan dan Kebajikan ” karya Iman Budhi Santosa

.

.

" KITAB NASIHAT HIDUP ORANG JAWA - Kearifan dan Kebajikan " karya Iman Budhi Santosa

” KITAB NASIHAT HIDUP ORANG JAWA – Kearifan dan Kebajikan ” karya Iman Budhi Santosa

.
.

Iman Budhi Santosa menyatakan bahwa apabila disimak, kekuatan nilai pesan yang terkandung dalam peribahasa tradisional masih banyak yang relevan sebagai landasan sikap dan perilaku, serta pembentukan budi pekerti di era modern dan global. Semua itu dalam rangka mencegah terjadinya “erosi kepribadian bangsa”.

Pendekatan penyajian Iman Budhi Santosa menarik karena, pertama, sekaligus mengelompokkan peribahasa tadi dalam kelompok-kelompok sikap atau perilaku manusia sehari-hari. Kedua, uraiannya diawali dengan menerjemahkan kata,  atau rangkaian kata, ke dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian memudahkan pembaca memahami kata maupun konteks dari peribahasa, serta memahami harapan dari peribahasa terkait dengan sikap atau perilaku di kehidupan manusia.

Informasi isi buku ini disajikan dalam empat bagian berturutan.
.
.
1.       Etika dan Tata Krama Pergaulan.

Aja Ngomong Waton, Nanging Ngomonga Nganggo Waton.
aja ngomong waton (jangan asal berbicara), nanging ngomonga nganggo waton (tetapi, bicaralah dengan menggunakan patokan atau alasan yang jelas).

Aja Rumangsa Bisa, Nanging Bisa Rumangsa.
Ajining Dhiri Dumunung ing Lathi, Ajining Raga saka Busana.

Giri Lusi, Janma Tan Kena Ingina.
giri (gunung), lusi (cacing Tanah), janma (manusia), tan kena ingina (tidak boleh dihina)
Jangan gampang menghina orang yang tampak miskin / sederhana. Mungkin saja justru orang tersebut memiliki kemampuan setinggi gunung.

Manjing Ajur Ajer.
Ngono Ya Ngono, Ning Aja Ngono.
Tepa Slira.
Witing Tresna Jalaran saka Kulina.
Wong Jawa Nggone Semu, Sinamun ing Samudana, Sesadone Ingadu Manis.
.
.

2.       Hubungan Orang Tua dan Anak.

Anak Polah Bapa Kapradhah, Bapa Kesulah Anak Kapolah.
Cilik Diitik-itik, Bareng Gedhe Dipasang Benik.

Dikempit Kaya Wade, Dijuju Kaya Manuk.
dikempit kaya wade (dikempit seperti kain dagangan), dijuju kaya manuk (disuapi seperti [anak] burung.

Kacang Mangsa Ninggala Lanjaran.

Kencana Katon Wingka.
kencana (emas berlian), katon (tampak), wingka (pecahan gerabah).

Kebo Kabotan Sungu.
Kebo Nusu Gudel.

Lambe Satumang Kari Samerang.
lambe satumang (bibir setebal bibir tungku), kari semerang (tinggal se[tebal] batang padi)

Mikul Dhuwur Mendhem Jero.
Nandur Pari Jero.
.
.

3.       Hubungan Sosial, Kekerabatan, dan Gotong Royong.

Curiga Manjing Warangka, Warangka Manjing Curiga.
Dagang Tuna Andum Bathi.
Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata.
Dudu Sanak Dudu Kadang, Yen Mati Melu Kelangan.
Ing Ngarsa Sung Tuladha, ing Madya Mangun Karsa, Tut Wari Handayani.
Kaya Suruh, Lumah Kurebe Beda, Yen Gineget Padha Rasane.
Napihi Wong Kewudan.

Renggang Gula Kumepyur Pulut.
renggang (jarak yang renggang), gula (gula), kumepyur (mengkristal kecil-kecil atau lembut), pulut (getah yang lengket).
Erat sekali ; tidak terpisahkan.

Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah.
Sapa Luwih Ora Kena Muni Luweh.
Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe.
Susah Padha Susah, Seneng Padha Seneng, Eling Padha Eling, Pring Padha Pring.

Tega Larane Ora Tega Patine.
tega larane (tega sakitnya), ora tega patine (tidak tega atas kematiannya).
Gambaran eratnya ikatan persaudaraan di Jawa. Misal, meskipun antar saudara sering bertengkar namun kalau terjadi penderitaan mereka tetap akan saling menolong.

Tepung Ropoh Sambung Kalen.

.