Posts Tagged ‘cerita wayang’

Ebook ” Serat Pedhalangan Ringgit Purwa jilid VII ” – Mangkunagara VII KGPAA – 1932, 1978 – [cerita wayang]


.

Ebook cerita wayang SERAT PEDHALANGAN RINGGIT PURWA jilid VII karya Mangkunagara VII KGPAA dialihaksarakan dan ditambahi ringkasan oleg Mulyono Sastronaryatmo R , terbitan Proyek Penerbitan Sastra Indonesia dan Daerah tahun 1978. Buku asli terbit tahun 1932.

Ebook cerita wayang SERAT PEDHALANGAN RINGGIT PURWA jilid VII karya Mangkunagara VII KGPAA dialihaksarakan dan ditambahi ringkasan oleg Mulyono Sastronaryatmo R , terbitan Proyek Penerbitan Sastra Indonesia dan Daerah tahun 1978. Buku asli terbit tahun 1932.

.

Halaman 54 SERAT PEDHALANGAN RINGGIT PURWA jilid VII karya Mangkunagara VII KGPAA

Halaman 54 SERAT PEDHALANGAN RINGGIT PURWA jilid VII karya Mangkunagara VII KGPAA

.

Halaman 55 SERAT PEDHALANGAN RINGGIT PURWA jilid VII karya Mangkunagara VII KGPAA

Halaman 55 SERAT PEDHALANGAN RINGGIT PURWA jilid VII karya Mangkunagara VII KGPAA

.

Data buku :

 

Mangkunagara VII KGPAA [ dialihaksarakan dan diringkas dalam Bahasa Indonesia oleh Mulyono Sastronaryatmo R ]  ;  “ SERAT PEDHALANGAN RINGGIT PURWA jilid VII “  ;  Jakarta  ;  Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI  ;  1978  ;  64 halaman  ;  gambar wayang  ;  Bahasa Jawa [ sesuai buku aslinya ] dan Bahasa Indonesia [ ringkasan ceritanya ]  ;  nomor penerbitan Balai Pustaka no.443 f.

 

Buku jilid VII ini memuat cerita wayang :

  1. Aryo Prabu Rabi.
  2. Ugrasena Rabi.
  3. Bambang Sucitra Rabi.
  4. Pandu Papa.
  5. Palgunadi.
  6. Pandawa Apus.

.

Buku jilid VII yang dikonservasi ini adalah terbitan kembali setelah dialihaksarakan dan di bagian depan ditambahkan ringkasan cerita dalam Bahasa Indonesia.

 

Hasil konservasi dalam bentuk file digital format PDF bisa Anda unduh gratis di URL :
http://www.4shared.com/office/dtA6Fej_ce/Srt_Pedhalangan_RP_VII-_Mangku.html

 

.

Halaman 60 SERAT PEDHALANGAN RINGGIT PURWA jilid VII karya Mangkunagara VII KGPAA

Halaman 60 SERAT PEDHALANGAN RINGGIT PURWA jilid VII karya Mangkunagara VII KGPAA

.

Halaman 61 SERAT PEDHALANGAN RINGGIT PURWA jilid VII karya Mangkunagara VII KGPAA

Halaman 61 SERAT PEDHALANGAN RINGGIT PURWA jilid VII karya Mangkunagara VII KGPAA

.

 

Gambar-gambar wayang kulit purwa di buku jilid VII juga di konservasi dengan resolusi tinggi. Anda dapat mengetahui URL resolusi tinggi dimana Anda dapat mengunduhnya gratis.

 

 

Buku asli / terbitan pertama beraksara Jawa sebanyak 37 jilid diterbitkan Bale Poestaka, Batavia pada tahun 1932. Tidak diketahui apakah Balai Pustaka, Jakarta saat ini masih menyimpan buku aslinya tersebut.

 

Admin berhasil mendapatkan satu jilid ( XXVII ) buku asli di bursa buku di Shopping Center Yogyakarta pada bulan April 2014 , dan secara kebetulan mendapatkan ( di bursa buku bekas di basement Blok M Plaza Jakarta pada April 2014 juga ) jilid yang sama ( XXVII ) terbitan Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah. Kedua buku tersebut juga akan dikonservasi selanjutnya. Ikuti postingan Admin bulan-bulan mendatang.

 

Di blog pertama wayangpustaka , Anda juga bisa mengunduh hasil konservasi terbitan kembali Serat Pedhalangan Ringgit Purwa yang Jilid XXIV dan Jilid XXVI.

Ebook ” KAKAWIN BHARATA YUDDHA ” tulisan Soetjipto Wirjosuparto – 1968 – [cerita wayang]


Kakawin Bharata Yuddha ditulis oleh Sutjipto Wirjosuparto

.

Konservasi buku KAKAWIN BHARATA YUDDHA tulisan Soetjipto Wirjosuparto.

Konservasi buku KAKAWIN BHARATA YUDDHA tulisan Soetjipto Wirjosuparto.

.

.

Data buku :

 

Sutjipto Wirjosuparto  (Prof. Dr. R.M.)  ;  “ Kakawin Bharata Yuddha “  ;  Jakarta  ;  Bhratara  ;  1968 = cetakan pertama  ;  395 halaman  ;  Bahasa Indonesia , Bahasa Jawa Kuna  ;  foto  ;  gambar.

 

 

Penerbit Bhratara, Jakarta ini sudah tidak ada lagi. Sebagai informasi alamat penerbit yang tertulis saat itu adalah Jl Otto Iskandardinata III no.29, Jakarta, nomor telepon (waktu itu) 81858.

.

Pengantar 1 buku KAKAWIN BHARATA YUDDHA tulisan Soetjipto Wirjosuparto.

Pengantar 1 buku KAKAWIN BHARATA YUDDHA tulisan Soetjipto Wirjosuparto.

.

Pengantar 2 Kkwn Bharata Yuddha- Sutjipto W cmprs

.

Pengantar 3 Kkwn Bharata Yuddha- Sutjipto W cmprs

.

.

Buku ini ditulis oleh seorang Guru Besar dalam mata kuliah Ilmu Purbakala dan Sejarah Kebudayaan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Jakarta. Buku ini sangat berharga bagi peminat cerita Barata Yudha versi Jawa karena beberapa hal sebagai berikut :

 

Buku ini memuat lengkap transkripsi Kakawin Bharata-Yuddha karangan Empu Sedah dan Empu Panuluh. Transkripsi artinya mengalihaksarakan kakawin tersebut ke dalam aksara Latin namun bahasa dan bentuk kakawin nya tetap dalam Bahasa Jawa Kuno berbentuk kakawin asli.

 

Di bab berikutnya transkripsi tersebut di atas diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, namun bentuknya – kalimat per kalimat – tetap bentuk kakawin asli.

 

Kemudian Sutjipto Wirjosuparto menguraikan sejarah Kakawin Bharata-Yuddha mulai sejak Empu Sedah dan Empu Panuluh dalam Bahasa Jawa Kuno, digubah kembali dalam Bahasa Jawa Baru oleh pujangga Jawa dalam bentuk tembang, diceritakan kembali oleh peneliti asing ( Belanda ), dan juga diteliti dan ditulis kembali / diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh para ahli Indonesia setelah jaman merdeka.

 

Yang juga menarik / berharga dalam buku ini, Sutjipto Wirjosuparto secara khusus – dalam satu bab khusus – menguraikan siasat perang yang dipakai dalam perang Bharata-Yuddha dilengkapi dengan gambar-gambar gelar pasukan perang. Selain itu beliau juga menguraikan unsur sejarah dalam Kakawin Bharata-Yuddha karangan Empu Sedah dan Empu Panuluh.

 

…..

 

Guna keperluan study wayang dan pelestarian kepustakaan wayang terbitan lama, Admin sudah berhasil meng-konservasi buku ini ke file digital berformat PDF. Karena warna kertas buku ini sudah kecoklatan terutama di bagian pinggir-pinggir halaman membuat pindaian buku ini menjadi agak sulit. Jika dipakai pindaian format PDF dengan mode black and white hasilnya huruf di bagian pinggir tidak akan tampak jelas karena tertutup oleh warna hitam. Oleh karena itu dipilih pindaian format PDF dengan mode grayscale agar supaya seluruh huruf masih bisa terbaca. Namun kerugiannya adalah jumlah byte file digital menjadi besar, lebih dari dua kali lipat jika pindaian normal back and white.

 

Konservasi dibagi menjadi empat file PDF. Di bawah ini keterangan isi masing-masing file ddan URL penyimpanan di server file sharing. Anda bisa mengunduh gratis di URL tersebut :

 

  1. Pendahuluan halaman 1 s/d 53. Besar file : 16,34 MB. Alamat URL untuk mengunduh :
    http://www.mediafire.com/view/knd7fdf06a6a1d0/Bharata_Yuddha-_Sutjipto_W_001-053.pdf

 

  1. Transkripsi (huruf Latin, Bahasa Jawa Kuno) Pupuh I s/d LII (halaman 54 s/d 182). Besar file : 36,76 MB. Alamat URL untuk mengunduh  : http://www.mediafire.com/view/e49wo7l0cx64vk2/Bharata_Yuddha-_Sutjipto_W_054-182.pdf

 

  1. Terjemahan (huruf Latin, Bahasa Indonesia) Pupuh I s/d XXX (halaman 183 s/d 292). Besar file : 34,57 MB. Alamat URL untuk mengunduh :
    http://www.mediafire.com/view/ts9cyk22t2bj4aa/Bharata_Yuddha-_Sutjipto_W_183-_292.pdf

 

  1. Terjemahan (huruf Latin, Bahasa Indonesia) Pupuh XXXI s/d LII, plus Catatan plus Daftar kepustakaan (halaman 293 s/d 395). Besar file : 32,43 MB. Alamat URL untuk mengunduh :
    http://www.mediafire.com/view/r90wnxbpk6zl62c/Bharata_Yuddha-_Sutjipto_W_293-395.pdf

.

.

Sejarah Kakawin Bharata Yuddha :

.

Sejarah KAKAWIN BHARATA YUDDHA.

Sejarah KAKAWIN BHARATA YUDDHA.

.

Sejarah 2 KAKAWIN BHARATA YUDDHA.

Sejarah 2 KAKAWIN BHARATA YUDDHA.

.

Sejarah 3 Kkwn Bharata Yuddha- Sutjipto W cmprs

.

Sejarah 4 Kkwn Bharata Yuddha- Sutjipto W cmprs

.

Sejarah 5 Kkwn Bharata Yuddha- Sutjipto W cmprs

.

 

Sejarah 6 KAKAWIN BHARATA YUDDHA

Sejarah 6 KAKAWIN BHARATA YUDDHA

.

Sejarah 7 Kkwn Bharata Yuddha- Sutjipto W cmprs

.

Sejarah 8 Kkwn Bharata Yuddha- Sutjipto W cmprs

.

Sejarah 9 Kkwn Bharata Yuddha- Sutjipto W cmprs

.

Sejarah 10 Kkwn Bharata Yuddha- Sutjipto W cmprs

.

Sejarah 11 KAKAWIN BHARATA YUDDHA.

Sejarah 11 KAKAWIN BHARATA YUDDHA.

.

Sejarah 12 KAKAWIN BHARATA YUDDHA.

Sejarah 12 KAKAWIN BHARATA YUDDHA.

.

 

 

Buku ” KEMPALAN BALUNGAN LAKON WAYANG PURWA ” – Purwadi – 2009 [buku pedalangan].


Salah satu buku terbitan penerbit CV CENDRAWASIH, Sukoharja, Surakarta adalah :

 

(Pangimpun) Purwadi  ;  “ KEMPALAN BALUNGAN LAKON WAYANG PURWA. “  ;  [ berisi 23 lakon wayang purwa yang mayoritas lakon carangan ]  ;  Sukoharjo, Surakarta  ;  penerbit CV Cendrawasih  ;  2009 = terbitan pertama  ;  tanpa nomor ISBN  ;  119 halaman  ;  bahasa Jawa.

 

Berisi balungan lakon-lakon :

Semar mBangun Kayangan ( Semar Membangun Kahyangan )
Semar Mantu
Semar Mantu cengkok sanes ( gaya lain )
Semar Boyong ( Wahyu Katentreman )
Semar mBarang Jantur ( Semar Barang Jantur )

Prabu Bimasakti
Brajadenta mBalela ( Gathutkaca Wisudha ) ( Brajadenta Balela / Gatotkaca Wisuda )
Wahyu Cakraningrat
Wahyu Makutharama
Narayana Kridha Brata

Bandung Nagasewu
Sukma Langgeng
Wahyu Kaprawiran
Kunthi Pilih
Wahyu Kembar Cahyaningrat Jayaningrat

Wahyu Topeng Waja
Babad Wanamarta
Wisanggeni Lahir
Sudamala
Basudewa Grogol

Dewa Ruci
Gathutkaca Lahir ( Gatotkaca Lahir )
Puntadewa Wisudha

.

Buku KEMPALAN BALUNGAN LAKON WAYANG PURWA - Purwadi

Buku KEMPALAN BALUNGAN LAKON WAYANG PURWA – Purwadi

.

Cnth1 Balungan Lakon- Purwadi cmprs.

Cnth2 Balungan Lakon- Purwadi- cmprs.

 

Ebook “Dhang Hyang Drona” oleh Soenarto Timoer, 1983 – [tokoh wayang]


Ebook “Dhang Hyang Drona” oleh Soenarto Timoer

.

Data buku / booklet :

Soenarto Timoer  ;  “ Dhang Hyang Drona “  ;  Surabaya  ;  Paguyuban Sutresna Wayang Rena Budaya  ;  1983  ;  19 halaman  ;  bahasa Jawa.

Buku / booklet ini pemberian langsung dari almarhum Bp Soenarto Timoer kepada Admin Wayang Pustaka pada tahun 1993 ketika Admin waktu itu sowan beliau untuk mengumpulkan data buku-buku wayang terbitan Indonesia yang terbit antara 1945 ~ 1993 (saat itu).

Dikonservasi di dan pada tanggal : Jakarta, Juli 2012
Dikonservasi oleh : Budi Adi Soewirjo, Jakarta, blog wayangpustaka

.

.

Ebook / file konservasi  – untuk keperluan studi wayang – berupa file digital berformat PDF bisa diunduh gratis di URL :
http://www.4shared.com/office/KsoyrmDT/DHyang_Drona-_Soenarto_T.html

.

Ebook “Drona Rangsang” oleh Soenarto Timoer, 1982, 1993 – [cerita wayang]


Ebook “Drona Rangsang” oleh Soenarto Timoer

.

.

Data buku :

Soenarto Timoer  ;  “ Drona Rangsang “  ;  Jakarta  ;  Balai Pustaka  ;  1982 = cetakan pertama, 1993 = cetakan kedua  ;  60 halaman  ;  bahasa Jawa  ;  ISBN 979-407-462-4 .

.

Ebook / file konservasi  – untuk keperluan studi wayang – berupa file digital berformat PDF bisa diunduh gratis di URL :
http://www.4shared.com/office/WPbzQDTd/DronaRangsang-_Soenarto_Timoer.html

.

.

.

.

Contoh halaman tulisan :

.

.

Daftar Isi :

.

.

Buku “Kidung Malam” oleh Herjaka Hs, 2010 – [cerita wayang]


Buku “Kidung Malam” oleh Herjaka Hs.

.

.

Data buku :

Herjaka Hs  ;  “ Kidung Malam “  ;  Bantul, Yogyakarta  ;  Rumah Budaya Tembi  ;  Desember 2010 = cetakan pertama  ;  xv + 152 halaman  ;  gambar adegan wayang  ;  bahasa Indonesia  ;  ISBN 978-979-17402-2-7 .

Versi  cetak dari tampilan ber-seri naskah Kidung Malam di website Rumah Budaya Tembi.

Alamat penerbit :

Rumah Budaya Tembi,
Jl. Parangtritis Km 8,4
Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul
Yogyakarta
Tel : 0274 – 368000 , 368004
Fax : 0274 – 368001
Website : www.tembi.org  ;  www.tembi.net

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Buku “Ruwatan Sukerta dan Ki Timbul Hadiprayitno” oleh Sri Teddy Rusdy, 2012 – [filsafat wayang, cerita wayang]


.

Dengan membaca buku ini kita bisa menambah wawasan kita mengenai tiga hal. Pertama tentang apa itu ruwatan beserta ritualnya, kedua tentang siapa Ki Timbul Hadiprayitno dan ketiga tentang transkripsi pakeliran wayang kulit purwa lakon Murwakala berkaitan dengan ritual ruwatan.

Ibu Sri Teddy Rusdy tertarik kepada ruwatan karena ia melihat bahwa adat tradisi budaya Jawa ini – yang merupakan ritus masyarakat Jawa membersihkan sekaligus mencegah diri dari malapetaka – masih hidup di masyarakat Jawa saat ini bahkan yang berada di kota besar metropolitan Jakarta sekalipun.

Kemudian bagi Ibu Sri Teddy Rusdy, dalang Ki Timbul Hadiprayitno menarik karena ia adalah dalang legendaris yang paling setia memegang pakem-pakem pedalangan wayang purwa.

Hal lain yang kebetulan terjadi adalah Ki Timbul Hadiprayitno – yang wafat pada bulan Mei 2011 – sebelum wafatnya berkesempatan mendalang ruwatan di Yayasan Kertagama Jakarta pada 18 Desember 2010. Yayasan Kertagama – dimana Ibu Sri Teddy Rusdy sebagai ketua pengurusnya – adalah suatu badan yang mempunyai visi mengangkat harkat dan martabat bangsa melalui wahana budaya.

Itulah hal-hal menarik yang mendorong Sri Teddy Rusdy menulis buku ini. Harapannya bahwa buku ini bisa (1) memberi pemahaman masyarakat terhadap lakon wayang Murwakala yang mengandung ajaran-ajaran budi luhur warisan budaya bangsa yang perlu disampaikan kepada generasi muda yang akan datang , dan (2) membuka wawasan kepada generasi muda mengenai nilai-nilai estetika dan etika yang ada dalam jagat pewayangan dan pedalangan.

.

Buku ini menarik untuk dibaca bagi siapa saja bahkan oleh orang yang sudah pernah membaca / menonton / mendengarkan lakon Murwakala disertai ritual ruwatannya. Struktur buku ini dibuat untuk (1) mendeskripsikan fakta tentang ruwatan di era sekarang ini yang ternyata masih terjadi dan dilaksanakan oleh sebagian masyarakat Jawa ; (2) mengetahui bentuk, struktur, dan penyajian cerita lakon wayang versi Ki Timbul Hadiprayitno KMT Cermo Manggolo ; dan (3) mengetahui makna dan simbol yang terkandung dalam lakon wayang Murwakala.

Hal istimewa bagi Admin blog Wayang Pustaka adalah buku ini memuat transkripsi pakeliran Ki Timbul Hadiprayitno dalam melaksanakan ruwatan dengan lakon Murwakala. Belum pernah ada buku pedalangan – yang diterbitkan [baca : dicetak] untuk masyarakat luas – yang berisi transkripsi pakeliran seperti ini.

Di akhir buku ini ada catatan penutup yang ditulis oleh budayawan Jawa – Mohamad Sobary berjudul “ Ritus Mencari ‘Keslametan’  “. Antara lain berujar : Batara Kala dalam wayang bisa ditafsirkan sebagai waktu. [ dalam bahasa Jawa, kata Kala berarti waktu ; kala enjang = waktu pagi ]. Konteks ‘ keslametan ‘ nya, orang yang mengabaikan waktu akan dicaplok waktu, dan hidupnya tak berharga.

Buku ditutup dengan Glosarium, kamus kecil berisi arti kata-kata / istilah-istilah dalam pewayangan dan pakeliran wayang kulit purwa.

.

Data buku ini :

Sri Teddy Rusdy  ;  “ Ruwatan Sukerta & Ki Timbul Hadiprayitno “  ;  Jakarta  ;  Yayasan Kertagama  ;  Maret 2012 = cetakan pertama  ;  xii + 202 halaman  ;  foto  ;  bahasa Indonesia  ;  ISBN 978-602-19954-0-2 .

.

.

.

Data tentang penerbit :

Yayasan Kertagama
Graha STR, Jl. Ampera Raya 11,
Kemang, Jakarta Selatan 12550
Tel : 021 – 781 3708
Email :
info@yayasankertagama.net
humaskertagama@gmail.com
Web site : http://www.yayasankertagama.net

.
.
 
Sumber foto : buku “Ruwatan Sukerta & Ki Timbul Hadiprayitno”
.

———— 

Bahan pengayaan :

Bagi peminat serius studi ruwatan , Admin blog Wayang Pustaka menyarankan [ sebaiknya ] membaca juga dua buku tersebut di bawah ini. Kedua buku tersebut sudah di konservasi oleh blog Wayang Pustaka dan ada file digital format PDF nya.

.

(1)

(Tim Penyusun) : H. Karkono Kamajaya, Sangkono Ciptowardoyo, Singgih Wibisono, Subalidinata, Yuwono Sri Suwito  ;  “ Ruwatan Murwakala. Suatu Pedoman.  “  ;  Yogyakarta  ;  Duta Wacana University Press  ;  1992 = cetakan pertama  ;  vii + 68 halaman  ;  foto  ;  bahasa Indonesia  ;  ISBN : 979-8139-20-8 .

.

(2)

Reproduksi buku : pengarang R. Tanojo  ;  “ Pakem Pangruwatan Murwa Kala. Ngemot sadjarah kadewatan ing nusa Djawa, sajen wajangan jeng angruwat, pakem pangruwatan Murwa Kala ganep dalah mantrane. Miturut pakem padhalangane Kjai Demang Reditanaja. “  ;  Sala  ;  Trijasa  ;  diperkirakan terbit 1967 an  ;  bahasa Jawa  ;  gambar wayang.

Ramayana oleh Wawan Susetya – 2008


Ramayana oleh Wawan Susetya.

.

Data buku :

Wawan Susetya  ;  “ Ramayana “  ;  Yogyakarta  ;  Narasi  ;  ISBN (10) 979-168-101-5  ;  ISBN (13) 978-979-168-101-8  ;  2008 = cetakan pertama  ;  xii + 208 halaman  ;  bahasa Indonesia.

Alamat penerbit :

Narasi,
Jl. Irian Jaya D-24, Perum Nogotirto II
Yogyakarta 55292
Tel (0274) 7103084  ;  Fax (0274) 620879

.

Ebook “Serat Bratayuda” karya Karel Fredrik Winter – 1945, 1980.


ebook cerita wayang, cerita wayang, Serat Bratayuda, Serat Rama, Serat Arjuna Sasra, Karel Fredrik Winter, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah.

 

Karel Fredrik Winter ; “ Serat Bratayuda “ ; Jakarta ; Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah (PPBSID) ; 1980 ; 243 halaman ; huruf Latin ; bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.
.

 

.

Buku ini adalah hasil penerbitan kembali oleh PPBSID Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tahun 1980. Buku aslinya terbit tahun 1945 di Amsterdam, Negeri Belanda. Pengarang buku ini adalah Karel Fredrik Winteryang menceritakan dalam bahasa Jawa cerita Baratayuda, ditambahi cerita Serat Rama dan Serat Arjuna Sasra.

Dalam penerbitan kembali ini PPBSID menambahkan terjemahan cerita-cerita tersebut dalam bahasa Indonesia yang dimuat di bagian depan. Kemudian bagian berikutnya adalah cerita aslinya dalam bahasa Jawa.

.
Tulisan keterangan di dalam buku tersebut :

” Punika pepethikan saking Serat Bratayuda, akaliyan saking Serat Rama punapa dene saking Serat Arjuna Sasra. Ingkang ngarang Kanjeng Tuwan Karel Fredrik Winter, juru basa ing negari Surakarta.

Kaecapkaen dening Kanjeng Tuwan Tako Rordha, pandhita ageng saha guruning basa Jawi ing negari Delft, ing tanah Nederlan. Pangecapipun wonten negari ing Amsterdam, ing tahun : 1945. “

.

Usaha konservasi buku ini ke dalam bentuk digital dilaksanakan oleh Bp Roni Subari beserta putra-putranya. Beliau adalah pecinta wayang yang menjadi Sekretaris di kepengurusan Paguyuban Pecinta Wayang di Bandung. Sedangkan buku tersebut adalah koleksi Bp Pranowo Budi Sulistyo, Bandung. Admin wayangpustaka mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memungkinkan terjadi konservasi ini. Sangat bermanfaat sebagai peran serta berbagi pengetahuan tentang wayang.

Saat ini file konservasi digital kami rasa masih terlalu besar untuk file sharing ( total 72 Mb ). Kami berusaha untuk membuat file yang lebih kecil dahulu sebelum kami tempatkan file tersebut di URL file sharing. Mohon pembaca bersabar beberapa saat.

 

Pemutakhiran tanggal 13 Januari 2012 :

Akhirnya file konservasi kami bagi menjadi enam file. Satu file Serat Bratayuda dalam bahasa Jawa yang file digitalnya bisa Anda unduh gratis di alamat :
http://www.4shared.com/zip/S710-3QV/Serat_Bratayuda_Bhs_Jawa.html

 

Satu file berikutnya adalah Serat Bratayuda yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, file digitalnya bisa Anda unduh gratis di alamat :
http://www.4shared.com/zip/QjsmaUaq/Serat_Bratayuda_Bhs_Indonesia.html

 

 

Dua file berikutnya adalah file digital Serat Rama dalam bahasa Jawa dan file digital Serat Rama yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Contoh tampilan halaman Serat Rama bisa Anda lihat di halaman berikutnya :
https://wayangpustaka02.wordpress.com/2012/01/13/ebook-serat-rama-oleh-karel-fredrik-winter-1945-1980/

 

Kemudian file kelima dan keenam adalah file digital Serat Arjunasasra dalam bahasa Jawa dan file digital Serat Arjunasasra yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Contoh tampilan halaman Serat Arjunasasra bisa Anda lihat di halaman berikutnya :
https://wayangpustaka02.wordpress.com/2012/01/13/ebook-serat-arjunasasra-tulisab-karel-fredrik-winter-1945-1980/

 

 

Di bawah ini tamplian cuplikan Serat Bratayuda yang berbahasa Jawa , kemudian di bawah nya tampilan cuplikan bagian yang sama yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia.

 

 

 

 

 

Cuplikan Kisah “Karna” 13 – Yanusa Nugroho.


Cuplikan Kisah “Karna” 13

oleh Yanusa Nugroho pada 20 September 2011 jam 22:51

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2254593935410&set=at.2096019931159.2104625.1565188742.560607838&type=1&theater#!/note.php?note_id=10150297326741835

 

“Karna, bunga-bunga ini, kolam ini, rerumputan, perdu, semak, pohon yang ada di sini, semuanya melaporkan apa yang terjadi denganmu. Kerinduanmu pada seorang perempuan; mungkin untuk kebutuhan jiwamu sendiri, mungkin juga kerinduan seorang anak pada ibunya—tanpa kau sadari, memberi warna pada apapun yang kau sentuh.”

 

“Tidak kah tuan selama ini merasakan hal yang sama?”

 

“Hal yang sama? Hahahahahahaa..Ya. Semua yang datang padaku, memiliki pertalian aneh tentang perempuan. Hahahahahahahaha…” gelak tawanya pecah, percikan merah air sirih terlontar dari mulutnya.

“Jauh, sebelum kau tiba, berpuluh tahun silam.. ada seorang pemuda bernama Dewabrata. Dia kemari karena hatinya terbebani masalah wanita. Dia tidak hanya belajar ilmu perang kepadaku, tetapi lebih banyak tentang bagaimana memerangi diri sendiri terhadap wanita.Kau seharusnya kenal laki-laki yang kini bernama Bisma itu.”

 

Karna terdiam. Bisma. Ya. Tentu saja dia kenal nama itu. Lelaki tua yang menjadi tetua kerajaan Hastinapura. Karna hanya sempat beberapa kali memperhatikan wajah laki-laki itu, dan belum pernah sama sekali berada pada jarak dua tombak sekalipun darinya. Tercekat hati Karna mendengar sekilas penjelasan Parasu tentang Bisma.

 

“Kemudian, datang seorang pemuda, bernama Kombayana. Dalam perjalanannya, dia sempat menjadi muridku. Dia membawa seorang anak yang masih kecil. Dia memiliki ilmu perang yang kuakui hebat. Tetapi, aku tahu, kedatangannya kemari, tak lain juga masalah wanita. Ibu si anak pergi meninggalkannya.Aku tak tahu, di mana dia kini berada. Apa kau pernah mendengarnya?”

 

“Tidak, tuanku resi.”

 

“Hmm. Nah, sekarang kau.. bukankah masalahmu juga tentang wanita?” 

 

“Tetapi bukan, tentang Ken Wasini, tuanku..”

 

“Ooo, jadi namanya Ken Wasini? Hahahahahahahaha..”

 

Karna yang lugu, hanya memerah malu.

 

“Tentu, tentu.. aku mengerti Karna. Hahahahahaha..”

 

“Maaf tuanku, hamba belum sempat bercerita..”

 

“Aku tahu! Memang bukan Wasini yang menjadi persoalanmu.”

 

Hening. Karna diam. Dadanya berkecamuk lagi.

 

“Aku kenal nama Hadimanggala. Dia pemuda yang hebat. Bukan muridku, tapi aku tahu siapa dia. Akulah pengelana yang mengenal baik setiap jengkal tanah di muka bumi ini. Jika Hadimanggala menyuruhmu menemuiku, pasti persoalanmu tak akan jauh berbeda darinya.”

 

Karna menatap wajah resi Parasu. Mata resi tua itu menatapnya tajam. Karna menunduk.

 

“Apakah Hadimanggala bercerita tentang bagaimana ibunya?”

 

Karna menunduk kian dalam.

 

“Apakah Hadimanggala berkisah tentang orang yang melahirkannya?”

 

Karna terlipat pertanyaan Parasu.

 

“Hahahahaha.. lihatlah Karna, nama-nama yang kusebutkan itu, semuanya memiliki masalah dengan perempuan. Dan aku sendiri… haaaaaaaahhrrrgghh..” Parasu melompat, mengayunkan kampaknya dan sebungkah batu di pekarangan terbelah.

 

Karna terpana.

 

Dilihatnya Parasu terduduk di tanah. Sesaat kemudian tegak, menantang langit, lalu teriakan dahsyat mengguntur dari mulutnya. “Renukaaaaaaaa….! maafkan anakmu.. “ resi tua itu pun menangis. Pundaknya terguncang. Karna mendekatinya.

 

“Apa yang kau cari dari laki-laki malang ini, Karna?” ucapnya di sela isak tangis.

“..dosaku tak termaafkan Karna. Penyucian ini begitu panjang dan berat..

Seorang perempuan berselingkuh, dan aku harus membunuhnya. Tetapi, perempuan itu adalah orang yang melahirkanku, Karna.Haruskah aku membunuhnya?

Bisakah aku menghilangkan kenyataan bahwa dia tidur bukan dengan ayahku?

Kesucian, kesetiaan, aahhhhrrrghh.. semuanya membuatku muak.

Darah..ya, darah itu melumuri hidupku Karna. Darah yang membaluri tubuhku ketika lahir, juga melumuri tanganku ketika aku membunuhnya… aaaarrrrghhh..”

 

Singa tua itu mengaum dan menerjang apa saja yang ada di depannya. Batu-batu terbelah, pohon-pohon patah. Karna gemetar.“Dan kau, Karna.. apa yang membuatmu menemuiku?”

 

“Aa..aku mencari diriku..” jawab Karna masih diliputi rasa takut.

 

“Hah! Sebegitu pentingkah itu?”

 

Karna diam saja.

 

“Tahukah kau Karna, kau adalah nasib sial yang menggumpal. Kau dihapuskan dari sejarah seorang perempuan!”

 

Telinga Karna memerah. Dibayangkannya wajah Nyai Radea yang penuh kasih sayang. Dibayangkannya belaian dan kebanggaan ibunya kepadanya.

“Mengapa kau menghina ibuku, tuanku resi?”

 

“Menghina? Hahahaha.. aku bahkan membunuh ibuku sendiri, Karna, jadi apa sulitnya menginjak-injak harga diri ibumu, atau ibu siapapun di dunia ini. Kau mau apa? Membelanya? Silakan. Kau harus menghadapi Parasu, si pembunuh ibu kandungnya.. haarrrggggh..”

 

Parasu menerkamnya dengan tebasan kampak besarnya. Karna—meskipun terkejut—dia sempat berkelit ke samping. Kampak Parasu menghantam batu. Pijaran bunga api memercik, sebelum akhirnya membuat batu itu terbelah.

Karna menggelegak. Serangan mendadak Parasu dibalasnya dengan sebuah tendangan. Resi tua itu bagai karang.

 

Tubuhnya kukuh, layaknya gunung batu.

 

Hanya sekedipan mata kemudian, kampak besar itu meluncur deras dan menghantam dada Karna.

Sebuah dentuman dahyat terdengar. Tubuh Karna terpental beberapa tombak.

***