Posts Tagged ‘Drona’

Konservasi Gambar Wayang Kulit Purwa dipindai dengan resolusi tinggi dari buku ” Bharata Yuddha jilid 2 ” oleh Ki Siswoharsojo – [ gambar wayang HQ ]


.

[ pemutakhiran 15 Mei 2014  , pemuatan daftar gambar dan almat URL nya : ]

.

Gambar wayang kulit purwa Jawa dari buku Bharata Yuddha jilid 2 oleh Ki Siswoharsojo terbitan akhir 1950 an. Gambar-gambar wayang gagrag Surakarta tersebut karya dari (antara lain) Kasidi, Darma Tjarita.

 

Abimanyu (Sang) karya D Tjarita ; 1.12 Mega Byte
http://www.4shared.com/photo/xBIKvzGnce/abimanyu__sang_-_karya_d_tjari.html

 

Bagadata (Prabu) karya D Tjarita ; 1.84 MB
http://www.4shared.com/photo/YSwrvMRDba/Bagadata__Prabu_-_karya_D_Tjar.html

 

Baladewa (Prabu) karya Kasidi ; 1.68 MB
http://www.4shared.com/photo/62XCZ0lfba/baladewa__prabu_-_karya_kasidi.html

.

Gambar wayang kulit purwa dengan resolusi tinggi BALADEWA karya Kasidi dari buku tahun 1950-an.

Gambar wayang kulit purwa dengan resolusi tinggi BALADEWA karya Kasidi dari buku tahun 1950-an.

.

 

Banowati (Dewi) karya Kasidi ; 825 kilo Byte
http://www.4shared.com/photo/vyW4x0c-ba/banowati__dewi_-karya_kasidi-_.html

 

Bisma (Sang Wara) karya D Tjarita ; 1.31 MB
http://www.4shared.com/photo/wD9NKNEXce/Bisma__Sang_Wara_-_karya_D_Tja.html

 

Drestadyumna karya Kasidi ; 1.28 MB
http://www.4shared.com/photo/7Yl9a7tOba/Drestadyumna-_karya_Kasidi-_dr.html

.

Gambar wayang kulit purwa resolusi tinggi DRESTADYUMNA karya Kasidi dari buku 1950-an.

Gambar wayang kulit purwa resolusi tinggi DRESTADYUMNA karya Kasidi dari buku 1950-an.

.

 

Druna (Resi) ; 1.28 MB
http://www.4shared.com/photo/8j3nXfOuba/Druna__Resi_-_dr_buku_1950an_c.html

 

Drupada (Prabu) ; 1.10 MB
http://www.4shared.com/photo/jybLk496ba/Drupada__Prabu_-dr_buku_1950an.html

 

Hanantareja (Wasi) karya Kasidi ; 1.45 MB
http://www.4shared.com/photo/gI4O21-vba/Hanantareja__Wasi_-_karya_Kasi.html

.

Gambar wayang kulit purwa HANANTAREJA karya Kasidi dari buku 1950-an.

Gambar wayang kulit purwa HANANTAREJA karya Kasidi dari buku 1950-an.

.

 

Irawan (Raden) ; 1.02 MB
http://www.4shared.com/photo/7cJ4iWs6ba/Irawan__Raden_-dr_buku_1950an_.html

 

Jayadrata (Sang) karya Kasidi ; 1.71 MB
http://www.4shared.com/photo/HaD8LUJHce/jayadrata__sang_-_karya_kasidi.html

 

Karna (Prabu) karya Kasidi ; 988 kB
http://www.4shared.com/photo/Eq-eX2LKba/karna__prabu_-_karya_kasidi-_d.html

 

Kresna (Sri Bathara) ; 879 kB
http://www.4shared.com/photo/ZVWDvhSTce/kresna__sri_bathara_-_dr_buku_.html

 

Kurupati (Prabu Anom) ; 1.70 MB
http://www.4shared.com/photo/Rb2aO0ucce/Kurupati__Prabu_Anom_-dr_buku_.html

 

Lesmana Mandrakumara karya Kasidi ; 1.33 MB
http://www.4shared.com/photo/5JfUEiW_ce/lesmana_mandrakumara-karya_kas.html

 

Matswapati ; 1.17 MB
http://www.4shared.com/photo/gdVTVcaKba/Matswapati__Prabu_-dr_buku_195.html

 

Rajamala (Sang) ; 2.22 MB
http://www.4shared.com/photo/QLoDK6BHce/rajamala__sang_-_dr_buku_1950a.html

 

Sangkuni (Arya) ; 1.33 MB
http://www.4shared.com/photo/rhNgNqgcba/Sangkuni__Arya_-_dr_buku_1950a.html

 

Satyarata (Prabu) karya D Tjarita ; 1.91 MB
http://www.4shared.com/photo/w_lM0jEvce/satyarata__prabu_-_karya_d_tja.html

 

Seta (Sang Arya)Srikandi (Wara) ; 1.43 MB
http://www.4shared.com/photo/XE8y51Qwba/seta__sang_arya_-_dr_buku_1950.html

.

Gambar wayang kulit purwa resolusi tinggi SETA dari buku tahun 1950-an.

Gambar wayang kulit purwa resolusi tinggi SETA dari buku tahun 1950-an.

.

 

Srikandi (Wara) karya D Tjarita ; 758 kB
http://www.4shared.com/photo/dmuYZpb1ba/srikandi__wara_-_karya_d_tjari.html

.

Gambar wayang kulit purwa resolusi tinggi SRIKANDI karya Darma Tjarita dari buku 1950-an.

Gambar wayang kulit purwa resolusi tinggi SRIKANDI karya Darma Tjarita dari buku 1950-an.

.

 

Wrekodara (Arya) ; 1.97 MB
http://www.4shared.com/photo/qaPb-a1hba/Wrekodara__Arya_-dr_buku_1950a.html

 

 

 

 

Catatan kegiatan :

Gambar-gambar wayang ini dipindai dalam beberapa tahap selama tahun 2013 di Tangerang Selatan. Ketikan draft blog dikerjakan di Seminyak, Bali pada bulan Mei 2014 dan bahan untuk file sharing serta posting alamat URL nya dilakukan di Terminal Sementara Keberangkatan Domestik Bandar Udara Ngurah Rai Bali ( sambil menunggu boarding pesawat ).

.

.

Lihat gambar-gambar wayang kulit purwa resolusi tinggi lainnya :

http://wayangpustaka.wordpress.com/daftar-gambar-wayang-purwa-dengan-resolusi-tinggi/

.

.

 

Tag :

gambar wayang kulit purwa resolusi tinggi, gambar wayang kulit purwa HQ, D Tjarita, Darma Tjarito, Kasidi, buku Bharata Yuddha jilid 2, Ki Siswoharsojo, Abimanyu, Sang Abimanyu, Bagadata, Prabu Bagadata, Baladewa, Prabu Baladewa, Banowati, Dewi Banowati, Bisma, Sang Wara Bisma, Bhisma, Kresna, Sri Bathara Kresna, Drestadyumna, Druna, Resi Druna, Durna, Drona, Dorna, Drupada, Prabu Drupada, Hanantareja, Wasi Hanantareja, Irawan, Raden Irawan, Jayadrata, Sang Jayadrata, Karna, Prabu Karna, Kurupati, Prabu Anom Kurupati, Lesmana Mandrakumara, Matswapati, Rajamala, Sang Rajamala, Sangkuni, Arya Sangkuni, Satyarata, Prabu Satyarata, Seta, Sang Arya Seta, Srikandi, Wara Srikandi, Wrekodara, Arya Wrekodara, Werkudara.

.

[ akhir pemutakhiran 05 Mei 2014 ]

Advertisements

Ebook ” WAYANG DAN FILSAFAT NUSANTARA ” – Sri Mulyono – 1982, 1987, 1992


.

Data buku :

Sri Mulyono  ;  “ WAYANG DAN FILSAFAT NUSANTARA. (Seri Pustaka Wayang 11). “  ;  Jakarta  ;  penerbit CV Haji Masagung  ;  1992 = terbitan ketiga ( 1982 = pertama, 1987 = kedua )  ;  ISBN 979-412-033-2  ;  184 halaman  ;  bahasa Indonesia.

Catatan :

Penerbit CV Haji Masagung, Jakarta ( adalah eks penerbit PT Gunung Agung, penerbit PT Inti Idayu Press dan penerbit Yayasan Masagung ) , kala itu beralamat di Jl. Kwitang no.8, Jakarta 10420.

.

Buku WAYANG DAN FILSAFAT NUSANTARA - Sri Mulyono

Buku WAYANG DAN FILSAFAT NUSANTARA – Sri Mulyono

.

Hasil konservasi dalam dua bagian ; untuk keperluan study wayang ; dalam file digital format PDF ; dapat Anda unduh gratis di alamat-alamat :

.

Bagian 1  ( halaman 1 sampai dengan 94 )
http://www.4shared.com/office/ipFWVYx7/Wayang_dan_Filsafat_Nsntr1-_Sr.html

Bagian 2 ( halaman 95 sampai dengan akhir )
http://www.4shared.com/office/c0CZ7oF-/Wayang_dan_Filsafat_Nsntr2-_Sr.html

.

[ Untuk mengetahui hasil konservasi buku-buku wayang karya Sri Mulyono yang lain, silakan kunjungi halaman “ Buku-buku Wayang karya SriMulyono ditulis 1970 ~ 1980 an “. ]

.

Daftar Isi Buku WAYANG DAN FILSAFAT NUSANTARA karya Sri Mulyono

Daftar Isi Buku WAYANG DAN FILSAFAT NUSANTARA karya Sri Mulyono

.

DftrIsi2 Wyng Flsft Nsntr Sri Mulyono.

Kata Pengantar dari Boediardjo – Ketua Umum Yayasan NAWANGI [ Pewayangan Nasional Indonesia ] :

.

Pngntr1 Wyng Flsft Nsntr Sri Mulyono.

Pngntr2 Wyng Flsft Nsntr Sri Mulyono

Kata Pengantar oleh Boediardjo untuk Buku WAYANG DAN FILSAFAT NUSANTARA karya Sri Mulyono

.

.

Petikan tentang TAN KENA KINAYA NGAPA :

.

TAN KENA KINAYA NGAPA di buku WAYANG DAN FILSAFAT NUSANTARA karya Sri Mulyono

TAN KENA KINAYA NGAPA di buku WAYANG DAN FILSAFAT NUSANTARA karya Sri Mulyono

.

TanKenaKinayaNgapa2 cmprs.

TanKenaKinayaNgapa3 cmprs.

 

 

 

Ebook “Drona Rangsang” oleh Soenarto Timoer, 1982, 1993 – [cerita wayang]


Ebook “Drona Rangsang” oleh Soenarto Timoer

.

.

Data buku :

Soenarto Timoer  ;  “ Drona Rangsang “  ;  Jakarta  ;  Balai Pustaka  ;  1982 = cetakan pertama, 1993 = cetakan kedua  ;  60 halaman  ;  bahasa Jawa  ;  ISBN 979-407-462-4 .

.

Ebook / file konservasi  – untuk keperluan studi wayang – berupa file digital berformat PDF bisa diunduh gratis di URL :
http://www.4shared.com/office/WPbzQDTd/DronaRangsang-_Soenarto_Timoer.html

.

.

.

.

Contoh halaman tulisan :

.

.

Daftar Isi :

.

.

Buku “Kidung Malam” oleh Herjaka Hs, 2010 – [cerita wayang]


Buku “Kidung Malam” oleh Herjaka Hs.

.

.

Data buku :

Herjaka Hs  ;  “ Kidung Malam “  ;  Bantul, Yogyakarta  ;  Rumah Budaya Tembi  ;  Desember 2010 = cetakan pertama  ;  xv + 152 halaman  ;  gambar adegan wayang  ;  bahasa Indonesia  ;  ISBN 978-979-17402-2-7 .

Versi  cetak dari tampilan ber-seri naskah Kidung Malam di website Rumah Budaya Tembi.

Alamat penerbit :

Rumah Budaya Tembi,
Jl. Parangtritis Km 8,4
Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul
Yogyakarta
Tel : 0274 – 368000 , 368004
Fax : 0274 – 368001
Website : www.tembi.org  ;  www.tembi.net

.

.

.

.

.

.

.

.

.

‘Ebook’ ” Silsilah Wayang Purwa Mawa Carita ” jilid 7 karya S Padmosoekotjo.


‘ebook’ wayang, ‘ebook’ wayang purwa, buku wayang, buku wayang purwa, Pandawa, Korawa, Bharatayuddha, Prabu Kresna, Prabu Dretarastra, Bathara Indra, Karna, Bhagawadgita, Prabu Yudhistira, Resi Bhisma, Drona, Krepa, Prabu Salya, Uttara, Wirasangka, Sweta, Setyaki, Duryodana, Sang Sanga, Irawan, Abhimanyu, Jayadrata, Bhurisrawa, Dussasana, Salya,Aswatama, Widura, Sanjaya, Kunthi, Gandari, bangsa Yadawa, Dewi Kresna, Dropadi, penulis S Padmosoekotjo, penerbit CV Citra Jaya Murti, silsilah wayang, silsilah wayang purwa, byuha, wyuha, formasi prajurit tempur.
.

Data buku :

S Padmosoekotjo ; “ Silsilah Wayang Purwa Mawa Carita “ jilid 7 ; Surabaya ; CV Citra Jaya Murti ; 1992 = cetakan ke 3 ; 196 halaman ; aksara Latin ; bahasa Jawa ; diagram silsilah wayang, gambar gelar prajurit perang, gambar adegan wayang. [ ada catatan di dalam buku : 1986 = cetakan pertama, 1987 = cetakan kedua, 1992 = cetakan ketiga ] 
.

Buku ini adalah jilid terakhir berisi cerita mulai dari Kresna Duta ; uraian perang Bharatayuddha dari hari ke hari selama delapanbelas hari ; Bhagawad Gita ; sesudah perang Bharatayuddha sampai Pandawa muksa. 

Cerita perang dari hari ke hari disertai gambar-gambar “ pacak-barising prajurit utawi gelaring baris ( byuha, wyuha ) “ / “ formasi prajurit tempur “ yang dikutip dari buku karya Prof. Dr. R. M. Sutjipto Wirjosuparto berjudul “ Kakawin Bharatayuddha “. Misal formasi di hari ke tujuh : Bajrabyuha = formasi berbentuk tombak berujung tiga , Cakrabyuha = formasi bulat laksana senjata cakra. 

Bhagawad Gita mengutip tulisan gubahan bebas R Boedihardja yang dimuat berkala di majalah bahasa Jawa Jaya Baya terbitan tahun ke X nomor 48 ~ 50 dan dilanjutkan ke terbitan tahun ke XI nomor 1 ~ 3. Menurut S Padmosoekotjo, dari banyak tulisan gubahan bebas Bhagawad Gita yang pernah dibacanya, tulisan R Boedihardja adalah yang paling enak dimengerti dan disertai banyak catatan penjelasan.
.

‘Ebook’ buku jilid 7 ini dibagi menjadi 2 file yang bisa diunduh gratis di alamat URL :

 Bagian 1 : 
http://www.4shared.com/document/dyGdMGda/SWPMC_7_Bag1.html

 Bagian 2:
 http://www.4shared.com/document/9tjKCRRT/SWPMC_7_Bag2.html
.

Terlaksananya konservasi buku ini atas peran serta Paguyuban Pecinta Wayang (PPW) Jawa Timur ( email : ppw.jatim@yahoo.com ) dengan pengurus mas Ali Mustofa, Trenggalek (Ketua) dan mas Hendro Jatmiko, Sidoarjo (Bendahara) .

 

Daftar Isi buku jilid 7 ini :

 

 Contoh isi buku jilid 7 ini yang menceritakan tentang byuha (wyuha) / formasi prajurit tempur :

 

Ebook ‘ Dewaruci ‘ karya S.P. Adhikara


Ebook ‘ Dewaruci ‘ karya S.P. Adhikara

Yasadipoera I, SP Adhikara, Dewaruci, Bimasuci, Bima, Drona, Rukmuka, Rukmakala, Naga, Tirtapawitra, Tibrasara, Candramuka, Gadamadana, Bathara Indra, Bathara Bayu, Jalasangara, Wrekodara, penerbit ITB, penerbit Institut Teknologi Bandung.

 

Diunggah ke blog pertama kali 28 Mei 2011 oleh Budi Adi Soewirjo.

Data buku :

S. P. Adhikara (di-Indonesia-kan oleh) ,  “ Dewaruci “ ,  penerbit Institut Teknologi Bandung ,  Bandung ,  1984 cetakan 1,  29 halaman ,  bahasa Indonesia ,  gambar wayang.

 

Prakata S. P. Adhikara :

Cerita Dewaruci yang disajikan dalam buku ini merupakan terjemahan utuh cerita Bimasuci tulisan pujangga Yasadipoera I, pada tahun 1803. Terjemahan cerita ini tidak disertai analisis, interpretasi, dan lain sebagainya, mengingat tulisan ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin mengetahui cerita Bimasuci tulisan pujangga Yasadipoera I, tetapi tidak atau kurang paham bahasa Jawa.

Tulisan pujangga Yasadipoera I diawali dengan sebuah doa AWIGHNAM ASTU NAMAS SIDDHI, artinya : SEMOGA TIADA RINTANGAN, SEGALA PUJI TELAH SEMPURNA DIPANJATKAN.

Pada akhir tulisan tersebut, terdapat kolofon, yaitu catatan waktu selesainya menulis cerita dan kesimpulan cerita Bimasuci, yang dinyatakan dengan dua buah kalimat saja, ialah berturut-turut sebagai berikut : ‘ meletiking dahana goraning rat ‘ dan ‘ pamungkasing bramarawilasita ‘. Bagian ini terpaksa kami sertai ulasan secukupnya, agar dapat dipahami oleh para pembaca.

Desember 1983

S.P. Adhikara

Kolofon :

Berakhirnya ceritera kami, yang kami tulis dalam bahasa yang sederhana pada tahun 1803 tarikh Masehi atau tahun 1730 tarikh Jawa. Tahun selesainya menulis cerita ini, kami beri tanda untuk mudah mengingat-ngingat (sengkala), ‘ maletiking dahana goraning rat ‘ , artinya ‘ meloncatnya api menakutkan dunia ‘.

Meloncat (meletik) nilainya nol, api (dahana) bernilai tiga, takut (gora) berati tujuh, dan dunia (rat) nilainya satu. Jadi 0371 dapat dibaca ‘ meloncatnya api menakutkan dunia ‘. Tetapi apabila urutan angka dibalik menjadi 1730, yaitu tahun selesainya kami menulis cerita ini dan dapat dibaca ‘ dunia takut (bila) api meloncat ‘. Maksudnya, manusia dapat diibaratkan sebagai ‘ dunia ‘ dan sukma diibaratkan ‘ api ‘, jadi ‘ dunia takut (bila) api meloncat ‘ dapat diartikan ‘ manusia takut bila sukma lepas dari raga ‘ atau ‘ manusia takut (bila) menghadapi ajalnya ‘.

Hal ini tidak perlu terjadi karena ilmu pelepasan mengajak manusia hidup suci dan ajal itu merupakan berakhirnya hidup di dunia ini, yang kami singkat sebagai kalimat penutup karangan kami, ‘ pamungkasing bramara wilasita ‘ . ( pamungkasing = berakhirnya , bramara = kumbang , wilasa = bermain-main, sita = putih, lambang kesucian, wilasasita = bermain-main dalam kesucian ).

Maka ‘ berakhirnya kumbang bermain-main dalam kesucian ‘ dapat ditafsirkan ‘ ajal manusia yang hidup suci, karena ia telah mendalami ilmu pelepasan ‘ . Manusia tidak takut menghadapi lepasnya sukma dari raga.

Bukankah hidup suci itu inti sari ilmu pelepasan ?  Bukankah ilmu pelepasan itu ilmu yang diperlukan dalam menghadapi ajal ?  Untuk apa manusia takut menghadapi ajalnya, apabila ia telah mendalami ilmu pelepasan selagi ia hidup di bumi manusia ini !

‘Ebook’ buku ini bisa diunduh gratis di URL :

http://www.4shared.com/document/cFIDaUzx/Dewaruci_SP_Adhikara.html

Selamat membaca dan menikmati.
Salam dari Admin.

Ebook ‘ Nawaruci ‘ karya S.P. Adhikara


Ebook ‘ Nawaruci ‘ karya S.P. Adhikara

Empu Syiwamurti, Dr. Prijohoetomo, S.P. Adhikara, Nawaruci, Bima, Drona, penerbit Institut Teknologi Bandung.

 

Data buku :

S.P. Adhikara; ‘  Nawaruci ‘ ; Penerbit ITB ( Institut Teknologi Bandung ) ; Bandung ; 1984 ( cetakan ke 1 ) ; 97 halaman ; bahasa Indonesia ; bergambar wayang.

 

Prakata buku Nawaruci karangan S P Adhikara :


Cerita Nawaruci yang kami tulis dalam buku ini merupakan terjemahan utuh naskah cerita Nawaruci tulisan Empu Syiwamurti yang terdapat dalam disertasi Prijohoetomo. Pada tahun 1934, Prijohoetomo – almarhum Profesor Dr. Prijohoetomo, guru besar Fakultas Sastra, Universitas Gajah Mada – berhasil mendapat gelar doktor dalam bidang sastra dan filsafat di Rijksuniversiteit di Utrecht negeri Belanda. Adapun judul disertasinya : Nawaruci, sedang sub-judulnya, setelah kami terjemahkan, ialah ‘ Pengantar. Terjemahan Teks – Prosa Jawa – Tengahan. Dibandingkan dengan Bimasuci dalam Metrum Jawa Kuna. 

 
Naskah asli cerita Nawaruci masih ditulis tangan di atas daun lontar, dalam bahasa dan huruf Kawi dan dalam keadaan menyedihkan sejak lontar-lontar tersebut diperoleh. Banyak halaman yang hilang, tulisan yang tidak terbaca lagi, dan halaman-halaman yang rusak dimakan ngengat. Meskipun demikian dari beberapa naskah yang ada, Prijohoetomo telah berhasil menyusun kembali naskah cerita Nawaruci dan mengalihtuliskan (transkripsi) ke dalam huruf Latin dan menterjemahkan naskah ini ke dalam bahasa Belanda. 

Terjemahan cerita Nawaruci ke dalam bahasa Indonesia ini kami lakukan seharfiah mungkin. Istilah-istilah Kawi sejauh mungkin kami pertahankan dan kami tuliskan arti istilah-istilah tersebut, sesuai dengan yang terdapat dalam kamus Kawi. Pada umumnya Empu Syiwamurti sudah memberikan arti istilah Kawi yang nampaknya tidak umum dipakai, misalnya pancanhaka, dwi-dasyawarsa, murcha, syona kanaka warsa, dan lain sebagainya, tetapi untuk istilah natadewata, caturlokapala, panca-resi, jnana, jnana nirmala, siddha-purusa, dan sebagainya, tidak diberi penjelasan lebih lanjut, sehingga terpaksa kami carikan artinya dalam kamus Kawi. Dengan demikian kami berusaha agar terjemahan cerita ini seolah-olah tulisan Empu Syiwamurti sendiri, dalam bahasa Indonesia, pada tahun 1500 – 1613. 

Cerita Nawaruci digubah sebagai scenario atau lakon untuk pagelaran wayang kulit, jadi dapat dibagi menjadi babak-babak dan adegan-adegan. Prijohoetomo membagi certita tersebut menjadi delapan bab atau babak dan menurut pengamatan kami, terdapat tidak kurang dari empat puluh adegan. Kalau tiap-tiap adegan memerlukan waktu sepuluh sampai lima belas menit, maka pagelaran wayang kulit dengan lakon Nawaruci cukup padat untuk dimainkan semalam suntuk. Itulah sebabnya cerita Nawaruci ini ditutup dengan penggambaran suasana pagi hari menjelang matahari terbit. Dua adegan terakhir yang menggambarkan pesta untuk menyambut kedatangan kembali Bima dan penampilan Kunti bersama Dropadi yang telah selesai bersolek dan nampak cantik seperti puteri-puteri wayang itu, dapat diperagakan berturut-turut sebagai tari kemenangan Bima atau ‘ tayungan ‘ dan menarikan wayang golek terbuat dari kayu menggambarkan Dropadi. Dalam bahasa Jawa golek mempunyai dua arti, yaitu anak-anakan yang terbuat dari kayu atau dapat berarti ‘ mencari ‘. Maka dalang yang pada akhir pertunjukan wayang kulit menarikan wayang golek tersebut dapat diartikan ‘ Carilah ( golekana, bahasa Jawa ) inti sari cerita yang dipertunjukkan semalam suntuk tadi ‘. 

Mencari inti sari suatu cerita itu adalah kata-kata lain untuk menganalisis cerita itu. Analisis cerita Nawaruci kami sertakan sebagai lampiran buku ini, mengingat tulisan ini ditujukan kepada putera-puteri bangsa Indonesia, yang kurang atau tidak mengerti bahasa Jawa, agar mereka dapat menikmati cerita klasik Indonesia berasal dari daerah Jawa – Bali. 

Tulisan Empu Syiwamurti tersebut diawali dengan sebuah puji doa : ‘ Awighnam astu namas siddham ‘ ; artinya : ‘ Semoga tiada rintangan segala puji telah sempurna dipanjatkan ‘, dan ditutup dengan sebuah kolofon, yaitu catatan dari penulis cerita atau dari yang menulis ulang cerita serta tanggal selesai menulis cerita dan tempat menulis menulis ceritanya dan ditutup dengan doa puji. Akan tetapi sayang tahun selesainya mengutip atau menulis ceritanya tidak jelas, sebab hanya dinyatakan dengan dua angka. Menurut hasil penelitian Prijohoetomo cerita Nawaruci itu ditulis antara 1500 – 1613. 

Cerita Bimasuci yang ditulis oleh pujangga Jasadipoera I berbentuk puisi dalam bahasa Jawa Baru dan dalam metrum macapat pada tahun 1793, dan dalam metrum Jawa kuna pada tahun 1803 A.D. , merupakan saduran bebas cerita Nawaruci. Maksud pujangga Jasadipoera I menulis cerita Bimasuci berbentuk puisi dalam metrum macapat itu agar supaya cerita itu dapat mudah diingat karena dapat dinyanyikan, khususnya inti sari cerita tersebut. Cerita Bimasuci ini sudah kami terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan kami beri judul Dewaruci agar seragam dengan judul terjemahan cerita Nawaruci ini, dan diterbitkan oleh penerbit ITB ( Institut Teknologi Bandung ) juga.

Dua karya klasik Indonesia berasal dari Jawa – Bali tersebut mempunyai keindahan masing-masing dan dalam menterjemahkan kedua karya sastra tersebut kami berusaha untuk tidak merusak keindahan yang ada dalam tulisan itu.

Desember 1984
S.P. Adhikara.

Kolofon (asli) di naskah Nawaruci :

Demikianlah Ilmu Kebenaran Tanpa Cacat ( Tattwajnyana nirmala ), ditulis oleh Mpu Syiwamurti.

Selesai menulis Sang Hyang Tattwajnyana nirmala pada tahu Syaka 55, bulan Syrawana, tanggal 14, Hari Sabtu, wuku Wugu. Ditulis di kota Klungkung ( Swecchapura ), di tepi sungai, sebelah timur jalan. Maafkan kalau tulisan ini jelek serta segala kekurangannya, mengingat pekerjaan ini adalah dari seorang yang bodoh dan hanya sedikit memiliki inlu, yang didorong oleh keinginan turut menulis, yang bernama Jemuharsa.

Om Saraswatyai namah
Om gemung Ganapataye namah
Om Syri-Gurubhyo namah

Terjemahan :

Om, hormat dan puji kepada Saraswati
Om gemung, hormat dan puji kepada Ganapati
Om, hormat dan puji kepada Guru-guru, yang terhormat.

Pindaian / ‘ebook’ buku ini bisa diunduh gratis dalam dua file di URL :
http://www.4shared.com/document/tIjSLJaX/Adhikara_Nawaruci_0147.html
http://www.4shared.com/document/pT0s9jkx/Adhikara_Nawaruci_4897.html

Selamat membaca dan menikmati.
Salam dari Admin.