Posts Tagged ‘falsafah hidup orang Jawa’

Buku ” AJARAN-AJARAN EMAS RAMAYANA – MAHABHARATA. ” – Petir Abimanyu – 2014 [ falsafah wayang ]


Data buku :

.

Petir Abimanyu  ;  ” AJARAN-AJARAN EMAS RAMAYANA – MAHABHARATA. Intisari Ajaran Luhur Dua Epos Klasik yang Relevan dengan Kondisi saat ini. ”  ;  Yogyakarta  ;  Laksana  ;  2014 = cetakan pertama  ;  ISBN : 978-602-296-038-4  ;  bahasa Indonesia.

.

Ajaran-ajaran Emas Ramayana dan Mahabharata pengarang Petir Abimanyu.

Ajaran-ajaran Emas Ramayana dan Mahabharata pengarang Petir Abimanyu.

.

 

Penerbit buku memberi gambaran umum mengenai buku ini kepada calon pembacanya sebagai berikut :

 

Ramayana dan Mahabharata … !

Dua epos klasik yang tentu sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Kepopuleran keduanya tidak tergantikan oleh epos-epos yang hadir setelah itu. Untuk menjaga kelestarian warisan budaya ini, kisah Ramayana dan Mahabharata diceritakan secara turun=temurun dalam sebuah lakon pewayangan, bentuk buku, dan film kolosal maupun serial drama.

Namun, tahukah Anda bahwa di balik kisah agung tersebut terdapat hikmah yang sangat berharga ?

Ajaran emas lengkap yang mungkin tidak akan pernah Anda temui di cerita lain. Bahkan, meskipun cerita ini sudah ada sejak zaman dahulu, ajarannya masih sangat relevan untuk diterapkan di kehidupan kita saat ini.

Lalu, ajaran-ajaran emas apakah yang termuat di dalam kitab Ramayana dan Mahabharata itu ?

Dan, bagaimana relevansinya dengan kehidupan modern seperti sekarang ini ?

 

Inilah buku yang akan mengupasnya secara eksklusif. Selain membahas tentang ajaran emas, buku ini juga menjelaskan secara ringkas kisah dan tokoh-tokoh yang terdapat di kedua epos tersebut. Dengan Bahasa yang sederhana, lugas, dan mudah dipahami membuat kalangan awam pun tidak akan mengalami kesulitan untuk memahaminya.

Buku ini sangat cocok bagi penikmat budaya, akademisi, peneliti, maupun umum untuk manambahh referensi yang dapat memperkaya khazanah intelektual dan pustaka Anda. Kehadiran buku ini dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi Anda dalam menjalani hidup hari ini dan esok.

.

Buku ” JANMA TAN KENA KINIRA. Mutiara Kebajikan Para Leluhur Jawa. ” – Gesta Bayuadhy – 2014 [ falsafah hidup orang Jawa ]


.

Pengantar dari Admin.

 

Dalam waktu kurang lebih sepuluh tahun ini banyak penulis bekerja sama dengan penerbit buku menerbitkan buku tentang Pitutur Luhur Para Leluhur Jawa. Petuah kebaikan berdasar kebajikan lokal. Demikian juga tentang wewaler, pepali, pamali yaitu hal-hal yang perlu dihindari untuk tidak dikerjakan. Petuah dan wewaler biasanya dulu disampaikan secara lisan turun temurun, dengan tujuan tercapainya kehidupan yang penuh dengan keselarasan, keserasian dan lemakmuran bersama.

 

Syukur bahwa sepuluh tahun belakangan ini banyak penulis bekerja sama dengan penerbit buku menerbitkan buku-buku seperti itu sebagai penyebaran petuah yang lebih efektif, lebih luas dan harapannya bisa terlaksanakan dengan kesadaran suka rela dari masyarakat. Mudah-mudahan terbitan buku tercetak nantinya akan diikuti dengan penyebaran digital.

 

Marilah membaca kembali, merenungkan dan menguatkan tekad untuk melaksanakan mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Insya Allah, hal-hal yang dikerjakan dengan kesungguhan disertai landasan tulus ikhlas akan tertular membesar dengan ridho Allah. Amin.

 

Penulis Gesta Bayuadhy di tahun 2014 ini menghasilkan karya tiga buku berisi petuah kebajikan Jawa juga. Keistimewaan dari tiga buku tersebut adalah konsentrasi pada petuah kebajikan Jawa bagi seseorang untuk menanggapi dan bersikap di jaman yang penuh carut marut ini. Gesta Bayuadhy menyebutnya sebagai Jaman Edan ( jaman penuh kegilaan ) dan wolak waliking jaman ( jaman serba terjungkir balik ).

 

Inilah buku ketiga tersebut !

 

 

Data buku :

Gesta Bayuadhy  ;  “ JANMA TAN KENA KINIRA. Mutiara Kebajikan Para Leluhur Jawa. “  ;  Yogyakarta  ;  penerbit Laksana (kelompok penerbit DIVA Press)  ;  2014 = cetakan pertama  ;  240 halaman  ;  ISBN 978-602-296-061-4 ; Bahasa Indonesia.

 

Beberapa cuplikan :

 

Janma Tan Kena Kinira , kejutan-kejutan dari manusia yang tak terduga, martabat manusia tak boleh disepelekan.
Janma Pangawak Dewa , manusia bermoral tinggi.
Janma Tan Kena Nyalahke Pangeran , manusia menjalani takdir tanpa perlu mengeluhkan keadaan.
Rame Ing Gawe Sepi Ing Pamrih , penerapan kerja manusia dengan perhitungan yang matang.

Menang Tanpa Ngasorake , menang tanpa harus merendahkan pihak yang kalah, sikap rendah hati seorang pemenang.

Sekti Tanpa Aji-AJi , sakti tanpa harus mempunyai kekuatan ilmu bela diri, berwibawa tanpa sombong.

Aja Keminter Mundhak Keblinger , jangan merasa sok pintar nanti justru akan terjerumus.

.

Buku JANMA TAN KENA KINIRA karangan Gesta Bayuadhy.

Buku JANMA TAN KENA KINIRA karangan Gesta Bayuadhy.

.

janma, janma mara janma mati, janma tan kena kinira.

janma, janma mara janma mati, janma tan kena kinira.

.

janma tan kena kinira, golek kencana kang bisa tata jalma, janma pangawak dewa, dewa pangawak janma, janma ngratoni kadewatan

janma tan kena kinira, golek kencana kang bisa tata jalma, janma pangawak dewa, dewa pangawak janma, janma ngratoni kadewatan

.

janma tan kena kinira, janma nyuwun Gusti maringi, janma sakdrema nglakoni, janma bisa tanpa kuwasa, janma limpat seprapat tamat, janma punjuling apapak mrojol ing akerep

janma tan kena kinira, janma nyuwun Gusti maringi, janma sakdrema nglakoni, janma bisa tanpa kuwasa, janma limpat seprapat tamat, janma punjuling apapak mrojol ing akerep

.

janma tan kena kinira, janma pilihan tan bisa madhani Pangeran, janma sewu tan bisa ngluru kaluputan, janma tan kena nyalahke Pangeran, nasib janma tan kena kinaya ngapa

janma tan kena kinira, janma pilihan tan bisa madhani Pangeran, janma sewu tan bisa ngluru kaluputan, janma tan kena nyalahke Pangeran, nasib janma tan kena kinaya ngapa

.

rame ing gawe sepi ing pamrih, janma wani tumindak ala, janma sugih ora nyimpen, obah usike janma cakra manggilingan

rame ing gawe sepi ing pamrih, janma wani tumindak ala, janma sugih ora nyimpen, obah usike janma cakra manggilingan, janma tan kena kinira

.

mikul dhuwur mendhem jero, janma tan kena ingina, tepa selira, janma tan kena kinira

mikul dhuwur mendhem jero, janma tan kena ingina, tepa selira, janma tan kena kinira

.

ajining diri dumunung ing lathi, manjing ajur ajer, anak polah bapa kepradah, rumangsa bisa tan bisa rumangsa, janma tan kena kinira

ajining diri dumunung ing lathi, manjing ajur ajer, anak polah bapa kepradah, rumangsa bisa tan bisa rumangsa, janma tan kena kinira

.

ngungkurke kadonyan ngadhepi pati, ucal saka embanan, jor joran lan jur juran, urip iku urup, janma tan kena kinira

ngungkurke kadonyan ngadhepi pati, ucal saka embanan, jor joran lan jur juran, urip iku urup, janma tan kena kinira

.

nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji aji, datan serik lamun ketama, janma tan kena kinira

nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji aji, datan serik lamun ketama, janma tan kena kinira

.

datan susah lamun kelangan, aja ketungkul marang kalungguhan, aja ketungkul marang kadonyan lan kemareman, aja keminter mundhak keblinger, janma tan kena kinira

datan susah lamun kelangan, aja ketungkul marang kalungguhan, aja ketungkul marang kadonyan lan kemareman, aja keminter mundhak keblinger, janma tan kena kinira

.

aja cidra mundhak cilaka, janma tan kena kinira

aja cidra mundhak cilaka, janma tan kena kinira

.

 

JANMA TAN JENA KINIRA karangan Gesta Bayuadhy

JANMA TAN JENA KINIRA karangan Gesta Bayuadhy

.

 

Buku ” WONG SUGIH MATI KELUWEN. Falsafah Kearifan Jawa di Tengah Zaman Edan. ” – Gesta Bayuadhy – Juni 2014 [ falsafah hidup orang Jawa ]


Buku WONG SUGIH MATI KELUWEN karya Gesta Bayuadhy

Buku WONG SUGIH MATI KELUWEN karya Gesta Bayuadhy

Pengantar 1 buku WONG SUGIH MATI KELUWEN

Pengantar 1 buku WONG SUGIH MATI KELUWEN

Renungan 2 Wong Sugih Mati keluwen- Gesta B cmprs

Renungan 3 Wong Sugih Mati keluwen- Gesta B cmprs

Renungan 4 Wong Sugih Mati keluwen- Gesta B cmprs

Renungan 5 Wong Sugih Mati keluwen- Gesta B cmprs

.

 

Kata pengantar untuk buku ini seperti tertulis di sampul belakang buku :

Manusia kini tengah hidup di abad modern. Zaman ini ditandai dengan kemajuan pesat di berbagai bidang.

Namun, di balik segala perkembangannya, manusia justru mengalami kemunduran dalam hal kemanusiaan.

Di luar aneka kemajuan secara fisik, zaman modern justru ditandai dengan sifat manusia yang egoistic dan individualis. Rasa kepedulian seakan menghilang.

Sebaliknya, perbuatan yang jelas salah tidak lagi tabu untuk dilakukan. Manusia mengejar materi dengan berbagai cara, tidak lagi menggubris halal atau haram. Kejahatan merajalela di setiap waktu dan tempat. Norma, adab, dan etika disingkirkan sedemikian rupa, sehingga keburukan yang dianggap tidak mungkin, justru tampak jelas di depan mata.

Secara lahiriah, manusia memang hidup di abad modern. Namun, kenyataaannya mereka seperti tengah hidup di zaman purba yang tidak mengenal aturan sama sekali.

Orang Jawa memiliki jurus ampuh untuk menghadapi kondisi wolak-waliking jaman ( keadaan zaman yang serba terbalik ), bahkan hingga mencapai taraf jaman edan ( zaman penuh kegilaan ) tersebut, yakni melalui falsafah Jawa yang diajarkan secara turun-temurun hingga meresap di dalam dirinya.

Berbagai falsafah di dalam buku ini disajikan secara ringkas, tetapi penuh makna dan mudah dipahami. Sehingga, dapat menjadi panduan bagi pembaca ( tidak hanya bagi orang Jawa ) agar sukses melewati berbagai tantangan zaman.

.

Data buku :

.

Gesta Bayuadhy  ;  ” WONG SUGIH MATI KELUWEN. Falsafah Kearifan Jawa di Tengah Zaman Edan. “  ;  Yogyakarta  ;  DIVA Press  ;  Juni 2014 = cetaka pertama  ;  275 halaman  ;  ISBN : 976-602-7968-79-0  ;  bahasa Indonesia.

.
.

Beberapa topic yang diulas di dalam buku ini :

Nguwongke ; memanusiakan manusia, menghargai harkat manusia.
Diuwongke ; dimanusiakan.
Sugih ; Kaya dan kekayaaan.
Mati raga dan mati keberadaan.

Keluwen ; lapas jasmani dan rohani
Wong sugih mati keluwen ; orang kaya mati kelaparan, ironi jaman.

Aja dumeh ; jangan mentang-mentang, jangan sok.
Pemimpin mblenjadi sumpah ; pemimpin mengingkari sumpah.
Kutha mlebu alas, alas mlebu kutha ; terjadi hukum rimba di masyarakat.
Wong mangan wong ; orang memangsanya sesamanya, betuk kekejaman yang tak terbayangkan.
Wong jahat diangkat wong suci dibenci ; Fakta di depan mata bahwa orang jahat malah diangkat orang suci malah dibenci.

Luwih utama ngapusi ; Kejujuran tidak lagi berharga, menipu dianggap perilaku lebih utama.
Ora bisa maling padha digething ; Kejahatan dijadikan kebiasaan tidak bias mencuri malah dibenci.
Raja ngumbar hawa napsu ; Angkara murka membawa keruntuhan tahta, raja / penguasa mengumbar hawa napsu jahat.
Laku sedheng bubrah jare gagah ; Kebanggaan yang bukan pada tempatnya, tindakan melenceng malah dikatakan gagah.
Akeh wong adol ngelmu ; Komersialisasi pendidikan yang melewati batas.

Isih bayi padha mbayi ; Masih “bayi” tapi sudah melahirkan, kerusakan moral yang memprihatinkan.
Dhandhang diunekake kuntul ; burung gagak dikatakan burung kuntul, hokum diperjualbelikan.
Prikamanungsan saya ilang ; perikamenusiaan makin hilang, menipisnya iman manusia.
Guru disatru ; Peralihan mental menuju permusuhan dan kehancuran.
Sing jujur kojur ; orang jujur malah kurang beruntung, kejujuran menjadi barang langka.

Sing gedhe kesasar ; pembesar / pemimpin menuju jalan yang salah.
Jaman edan ; puncak ironi jaman.

Ebook “ Serat Wulang Reh “ – Darusuprapta – 1982 [ falsafah hidup orang Jawa ]


Ebook “ Serat Wulang Reh “ – Darusuprapta – 1982  [ falsafah hidup orang Jawa ]

.

SERAT WU LANG REH dibahas oleh Darusuprapta, terbitan penerbit Citra Jaya.

SERAT WU LANG REH dibahas oleh Darusuprapta, terbitan penerbit Citra Jaya.

.

Daftar Isi buku SERAT WULANG REH dibahas oleh Darusuprapta.

Daftar Isi buku SERAT WULANG REH dibahas oleh Darusuprapta.

.

Data buku :

 

Darusuprapta, Drs  ;  SERAT WULANG REH “ – anggitan dalem Sri Pakubuwono IV, garapanipun [ dibahas oleh ] Drs. Darusuprapta  ;  Surabaya  ;  CV Citra Jaya  ;  1982 = cetakan pertama  ;  120 halaman  ;  bahasa Jawa  ;  huruf Latin dan huruf Jawa.

 

Untuk keperluan pembelajaran wayang dan falsafah hidup orang Jawa, buku ini di-konservasi menjadi file digital format PDF :

File pertama adalah halaman 1 sampai dengan 93. Huruf Latin. Anda dapat mengunduh gratis melalui URL :
http://www.4shared.com/office/aLbHx1khba/Srt_Wulang_Reh-_Darusuprapta_b.html

File kedua adalah halaman 94 sampai dengan 120. Huruf Jawa. Anda dapat mengunduh gratis melalui URL :
http://www.4shared.com/office/kVYTu9Dgce/Srt_Wulang_Reh-_Darusuprapta_b.html

.

Pambuka di buku SERAT WULAH REH dibahas oleh Darusuprapta.

Pambuka di buku SERAT WULAH REH dibahas oleh Darusuprapta.

.

Yang menarik di buku ini – dan jarang ada di buku lain – Darusuprapta menguraikan sejarah dan berbagai buku Wulang Reh yang ditulis beberapa penulis sebelumnya :

.

Hlm 11 Srt Wulang Reh- Darusuprata cmprs

.

Sejarah dan berbagai buku tentang Serat Wulang Reh.

Sejarah dan berbagai buku tentang Serat Wulang Reh.

.

Hlm 13 Srt Wulang Reh- Darusuprata cmprs

.

Buku ” KITAB NASIHAT HIDUP ORANG JAWA – Kearifan dan Kebajikan ” karya Iman Budhi Santosa – 2013 – (bagian 2 dari 4) – [ falsafah hidup orang Jawa ]


Bagian 2 dari 4.
.
Iman Budhi Santosa  ;  “ KITAB NASIHAT HIDUP ORANG JAWA – Kearifan dan Kebajikan “  ;  Yogyakarta  ;  Dipta  ;  September 2013 = cetakan pertama (edisi baru)  ;  ISBN : 978-602-255-297-0  ;  240 halaman  ;  bahasa Indonesia.

.

4.       Hukum, Keadilan, dan Kebenaran.

Bener Ketenger Becik Ketitik Ala Ketara,
Bolu Rambatan Lemah,
Denta Denti Kusuma Warsa Sarira Cakra,
Ngundhuh Wohing Pekerti,
Salah Mesthi Owah Bener Terus Nggejejer,
Sapa Teman Bakal Tinemu Sapa Salah Bakal Seleh,
Sing Goroh Growah,
Sura Sudira Jayaningrat Lebur dening Pangastuti,
Tebu Tuwuh Socane,
Wani Ngalah Luhur Wekasane,


5.      
Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan.

Blilu Tau Pinter Durung Nglakoni,
Darbe Kawruh Orang Ditangkarake Bareng Mati Tanpa Tilas,
Durniti Wiku Manik Retna Adi,
Durung Punjul Keselak Jujul Durung Pecus Keselak Besus,
Kebo Bule Mati Setra,
Kocak Tandha Lokak,
Murid Gurune Pribadi Guru Muride Pribadi Pamulangane Sengsarane Sesami Ganjarane Ayu lan Arume Sesami,
Ngelmu iku Kalakone Kanthi Laku,
Sinau Maca mawi Kaca Sinau Maos mawi Raos,
Wastra Lungsed ing Sampiran,
Yoga Angangga Yogi,


6.      
Kepercayaan dan Religiositas.

Agama Ageming Aji,
Eling Sangkan Paraning Dumadi,
Gusti Allah Ora Sare,
Kaineban Lawang Tobat,
Kridhaning Ati Ora bisa Mbedhah Kuthaning Pesthi,
Manungsa Winenang Ngudi Purba Wasesa ing Astane Gusti,
Ora Ana Kasekten kang Madhani Pepesthen Awit Pepesthen Ora Ana kang Bisa Murungake,
Siji Pesthi Loro Jodho Telu Wahyu Papat Kodrat Lima Bandha,

.

Buku ” KITAB NASIHAT HIDUP ORANG JAWA – Kearifan dan Kebajikan ” karya Iman Budhi Santosa – 2013 – (bagian 1 dari 4) – [ falsafah hidup orang Jawa ]


.

Iman Budi Santosa  ” KITAB NASIHAT HIDUP ORANG JAWA – Kearifan dan Kebajikan “  ;  Yogyakarta  ;  penerbit Dipta  ;  September 2013 = cetakan pertama (edisi baru)  ;  ISBN : 978-602-255-297-0  ;  240 halaman  ;  bahasa Indonesia.

Alamat Penerbit :

DIPTA,
Sampangan Gg. Perkutut no.325-B,
Jl. Wonosari, Baturetno,
Banguntapan, Yogyakarta.

Tel : (0274) 4353776, 7418727
Fax : (02740 4353776

Email : redaksi_divapress@yahoo.com
Blog : www.blogdivapress.com
Website : www.divapress-online.com

.

" KITAB NASIHAT HIDUP ORANG JAWA - Kearifan dan Kebajikan " karya Iman Budhi Santosa

” KITAB NASIHAT HIDUP ORANG JAWA – Kearifan dan Kebajikan ” karya Iman Budhi Santosa

.

.

" KITAB NASIHAT HIDUP ORANG JAWA - Kearifan dan Kebajikan " karya Iman Budhi Santosa

” KITAB NASIHAT HIDUP ORANG JAWA – Kearifan dan Kebajikan ” karya Iman Budhi Santosa

.
.

Iman Budhi Santosa menyatakan bahwa apabila disimak, kekuatan nilai pesan yang terkandung dalam peribahasa tradisional masih banyak yang relevan sebagai landasan sikap dan perilaku, serta pembentukan budi pekerti di era modern dan global. Semua itu dalam rangka mencegah terjadinya “erosi kepribadian bangsa”.

Pendekatan penyajian Iman Budhi Santosa menarik karena, pertama, sekaligus mengelompokkan peribahasa tadi dalam kelompok-kelompok sikap atau perilaku manusia sehari-hari. Kedua, uraiannya diawali dengan menerjemahkan kata,  atau rangkaian kata, ke dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian memudahkan pembaca memahami kata maupun konteks dari peribahasa, serta memahami harapan dari peribahasa terkait dengan sikap atau perilaku di kehidupan manusia.

Informasi isi buku ini disajikan dalam empat bagian berturutan.
.
.
1.       Etika dan Tata Krama Pergaulan.

Aja Ngomong Waton, Nanging Ngomonga Nganggo Waton.
aja ngomong waton (jangan asal berbicara), nanging ngomonga nganggo waton (tetapi, bicaralah dengan menggunakan patokan atau alasan yang jelas).

Aja Rumangsa Bisa, Nanging Bisa Rumangsa.
Ajining Dhiri Dumunung ing Lathi, Ajining Raga saka Busana.

Giri Lusi, Janma Tan Kena Ingina.
giri (gunung), lusi (cacing Tanah), janma (manusia), tan kena ingina (tidak boleh dihina)
Jangan gampang menghina orang yang tampak miskin / sederhana. Mungkin saja justru orang tersebut memiliki kemampuan setinggi gunung.

Manjing Ajur Ajer.
Ngono Ya Ngono, Ning Aja Ngono.
Tepa Slira.
Witing Tresna Jalaran saka Kulina.
Wong Jawa Nggone Semu, Sinamun ing Samudana, Sesadone Ingadu Manis.
.
.

2.       Hubungan Orang Tua dan Anak.

Anak Polah Bapa Kapradhah, Bapa Kesulah Anak Kapolah.
Cilik Diitik-itik, Bareng Gedhe Dipasang Benik.

Dikempit Kaya Wade, Dijuju Kaya Manuk.
dikempit kaya wade (dikempit seperti kain dagangan), dijuju kaya manuk (disuapi seperti [anak] burung.

Kacang Mangsa Ninggala Lanjaran.

Kencana Katon Wingka.
kencana (emas berlian), katon (tampak), wingka (pecahan gerabah).

Kebo Kabotan Sungu.
Kebo Nusu Gudel.

Lambe Satumang Kari Samerang.
lambe satumang (bibir setebal bibir tungku), kari semerang (tinggal se[tebal] batang padi)

Mikul Dhuwur Mendhem Jero.
Nandur Pari Jero.
.
.

3.       Hubungan Sosial, Kekerabatan, dan Gotong Royong.

Curiga Manjing Warangka, Warangka Manjing Curiga.
Dagang Tuna Andum Bathi.
Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata.
Dudu Sanak Dudu Kadang, Yen Mati Melu Kelangan.
Ing Ngarsa Sung Tuladha, ing Madya Mangun Karsa, Tut Wari Handayani.
Kaya Suruh, Lumah Kurebe Beda, Yen Gineget Padha Rasane.
Napihi Wong Kewudan.

Renggang Gula Kumepyur Pulut.
renggang (jarak yang renggang), gula (gula), kumepyur (mengkristal kecil-kecil atau lembut), pulut (getah yang lengket).
Erat sekali ; tidak terpisahkan.

Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah.
Sapa Luwih Ora Kena Muni Luweh.
Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe.
Susah Padha Susah, Seneng Padha Seneng, Eling Padha Eling, Pring Padha Pring.

Tega Larane Ora Tega Patine.
tega larane (tega sakitnya), ora tega patine (tidak tega atas kematiannya).
Gambaran eratnya ikatan persaudaraan di Jawa. Misal, meskipun antar saudara sering bertengkar namun kalau terjadi penderitaan mereka tetap akan saling menolong.

Tepung Ropoh Sambung Kalen.

.

Buku ” Sastra Gendhing ” – Partini B – [buku falsafah hidup orang Jawa]


.

Buku SASTRA GENDHING - Partini

Buku SASTRA GENDHING – Partini

.

Sampul belakang buku SASTRA GENDHING - Partini B.

Sampul belakang buku SASTRA GENDHING – Partini B.

.

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 44 other followers