Posts Tagged ‘Kresna’

Konservasi Gambar Wayang Kulit Purwa dipindai dengan resolusi tinggi dari buku ” Bharata Yuddha jilid 2 ” oleh Ki Siswoharsojo – [ gambar wayang HQ ]


.

[ pemutakhiran 15 Mei 2014  , pemuatan daftar gambar dan almat URL nya : ]

.

Gambar wayang kulit purwa Jawa dari buku Bharata Yuddha jilid 2 oleh Ki Siswoharsojo terbitan akhir 1950 an. Gambar-gambar wayang gagrag Surakarta tersebut karya dari (antara lain) Kasidi, Darma Tjarita.

 

Abimanyu (Sang) karya D Tjarita ; 1.12 Mega Byte
http://www.4shared.com/photo/xBIKvzGnce/abimanyu__sang_-_karya_d_tjari.html

 

Bagadata (Prabu) karya D Tjarita ; 1.84 MB
http://www.4shared.com/photo/YSwrvMRDba/Bagadata__Prabu_-_karya_D_Tjar.html

 

Baladewa (Prabu) karya Kasidi ; 1.68 MB
http://www.4shared.com/photo/62XCZ0lfba/baladewa__prabu_-_karya_kasidi.html

.

Gambar wayang kulit purwa dengan resolusi tinggi BALADEWA karya Kasidi dari buku tahun 1950-an.

Gambar wayang kulit purwa dengan resolusi tinggi BALADEWA karya Kasidi dari buku tahun 1950-an.

.

 

Banowati (Dewi) karya Kasidi ; 825 kilo Byte
http://www.4shared.com/photo/vyW4x0c-ba/banowati__dewi_-karya_kasidi-_.html

 

Bisma (Sang Wara) karya D Tjarita ; 1.31 MB
http://www.4shared.com/photo/wD9NKNEXce/Bisma__Sang_Wara_-_karya_D_Tja.html

 

Drestadyumna karya Kasidi ; 1.28 MB
http://www.4shared.com/photo/7Yl9a7tOba/Drestadyumna-_karya_Kasidi-_dr.html

.

Gambar wayang kulit purwa resolusi tinggi DRESTADYUMNA karya Kasidi dari buku 1950-an.

Gambar wayang kulit purwa resolusi tinggi DRESTADYUMNA karya Kasidi dari buku 1950-an.

.

 

Druna (Resi) ; 1.28 MB
http://www.4shared.com/photo/8j3nXfOuba/Druna__Resi_-_dr_buku_1950an_c.html

 

Drupada (Prabu) ; 1.10 MB
http://www.4shared.com/photo/jybLk496ba/Drupada__Prabu_-dr_buku_1950an.html

 

Hanantareja (Wasi) karya Kasidi ; 1.45 MB
http://www.4shared.com/photo/gI4O21-vba/Hanantareja__Wasi_-_karya_Kasi.html

.

Gambar wayang kulit purwa HANANTAREJA karya Kasidi dari buku 1950-an.

Gambar wayang kulit purwa HANANTAREJA karya Kasidi dari buku 1950-an.

.

 

Irawan (Raden) ; 1.02 MB
http://www.4shared.com/photo/7cJ4iWs6ba/Irawan__Raden_-dr_buku_1950an_.html

 

Jayadrata (Sang) karya Kasidi ; 1.71 MB
http://www.4shared.com/photo/HaD8LUJHce/jayadrata__sang_-_karya_kasidi.html

 

Karna (Prabu) karya Kasidi ; 988 kB
http://www.4shared.com/photo/Eq-eX2LKba/karna__prabu_-_karya_kasidi-_d.html

 

Kresna (Sri Bathara) ; 879 kB
http://www.4shared.com/photo/ZVWDvhSTce/kresna__sri_bathara_-_dr_buku_.html

 

Kurupati (Prabu Anom) ; 1.70 MB
http://www.4shared.com/photo/Rb2aO0ucce/Kurupati__Prabu_Anom_-dr_buku_.html

 

Lesmana Mandrakumara karya Kasidi ; 1.33 MB
http://www.4shared.com/photo/5JfUEiW_ce/lesmana_mandrakumara-karya_kas.html

 

Matswapati ; 1.17 MB
http://www.4shared.com/photo/gdVTVcaKba/Matswapati__Prabu_-dr_buku_195.html

 

Rajamala (Sang) ; 2.22 MB
http://www.4shared.com/photo/QLoDK6BHce/rajamala__sang_-_dr_buku_1950a.html

 

Sangkuni (Arya) ; 1.33 MB
http://www.4shared.com/photo/rhNgNqgcba/Sangkuni__Arya_-_dr_buku_1950a.html

 

Satyarata (Prabu) karya D Tjarita ; 1.91 MB
http://www.4shared.com/photo/w_lM0jEvce/satyarata__prabu_-_karya_d_tja.html

 

Seta (Sang Arya)Srikandi (Wara) ; 1.43 MB
http://www.4shared.com/photo/XE8y51Qwba/seta__sang_arya_-_dr_buku_1950.html

.

Gambar wayang kulit purwa resolusi tinggi SETA dari buku tahun 1950-an.

Gambar wayang kulit purwa resolusi tinggi SETA dari buku tahun 1950-an.

.

 

Srikandi (Wara) karya D Tjarita ; 758 kB
http://www.4shared.com/photo/dmuYZpb1ba/srikandi__wara_-_karya_d_tjari.html

.

Gambar wayang kulit purwa resolusi tinggi SRIKANDI karya Darma Tjarita dari buku 1950-an.

Gambar wayang kulit purwa resolusi tinggi SRIKANDI karya Darma Tjarita dari buku 1950-an.

.

 

Wrekodara (Arya) ; 1.97 MB
http://www.4shared.com/photo/qaPb-a1hba/Wrekodara__Arya_-dr_buku_1950a.html

 

 

 

 

Catatan kegiatan :

Gambar-gambar wayang ini dipindai dalam beberapa tahap selama tahun 2013 di Tangerang Selatan. Ketikan draft blog dikerjakan di Seminyak, Bali pada bulan Mei 2014 dan bahan untuk file sharing serta posting alamat URL nya dilakukan di Terminal Sementara Keberangkatan Domestik Bandar Udara Ngurah Rai Bali ( sambil menunggu boarding pesawat ).

.

.

Lihat gambar-gambar wayang kulit purwa resolusi tinggi lainnya :

http://wayangpustaka.wordpress.com/daftar-gambar-wayang-purwa-dengan-resolusi-tinggi/

.

.

 

Tag :

gambar wayang kulit purwa resolusi tinggi, gambar wayang kulit purwa HQ, D Tjarita, Darma Tjarito, Kasidi, buku Bharata Yuddha jilid 2, Ki Siswoharsojo, Abimanyu, Sang Abimanyu, Bagadata, Prabu Bagadata, Baladewa, Prabu Baladewa, Banowati, Dewi Banowati, Bisma, Sang Wara Bisma, Bhisma, Kresna, Sri Bathara Kresna, Drestadyumna, Druna, Resi Druna, Durna, Drona, Dorna, Drupada, Prabu Drupada, Hanantareja, Wasi Hanantareja, Irawan, Raden Irawan, Jayadrata, Sang Jayadrata, Karna, Prabu Karna, Kurupati, Prabu Anom Kurupati, Lesmana Mandrakumara, Matswapati, Rajamala, Sang Rajamala, Sangkuni, Arya Sangkuni, Satyarata, Prabu Satyarata, Seta, Sang Arya Seta, Srikandi, Wara Srikandi, Wrekodara, Arya Wrekodara, Werkudara.

.

[ akhir pemutakhiran 05 Mei 2014 ]

Buku “SESAJI RAJA SUYA” – Purbo Asmoro – 2013 [buku pedalangan jangkep]


.

Buku pedalangan jangkep SESAJI RAJA SUYA - Purbo Asmoro

Buku pedalangan jangkep SESAJI RAJA SUYA – dalang : Purbo Asmoro – penulis teks pakeliran bahasa Jawa : Kathryn Emerson – penerbit The Lontar Foundation, Jakarta.

.

Data buku :

Dalang : Purbo Asmoro  , penulis teks pakeliran dalam bahasa Jawa : Kathryn Emerson  ” Sesaji Raja Suya. Teks Pagelaran Ringgit Purwa Wacucal Tigang Gagrag. ” ;  Jakarta  ;  Yayasan Lontar  ;  2013 = cetakan pertama  ;  xii +380 (392 p.) ; 22.9 x 15.2 x 2.5 cm.; 655 gr.; paperback  ;  ISBN 978-979-8083-97-6  ;  bahasa Jawa pedalangan.

.

.

Dikutip dari laman http://www.lontar.org :

For centuries, the people of Indonesia have revered and nurtured the art of wayang kulit, the shadow puppet theater. In 2003 the significance of this art form was recognized by UNESCO when it declared wayang a “masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity.” UNESCO has included wayang kulit in the Organization’s Intangible Heritage List and its proposed action plan calls for stronger support of puppeteers (dalang) and increased documentation. For full details see the UNESCO Intangible Heritage List.

In support of this goal, Lontar is producing a shadow theater educational package for use by educators to teach students the art, wisdom, and cultural knowledge found in the wayang tradition.

There are three major performance styles of wayang kulit performed today: “classic” (klasik), “contemporary-interpretive” (garapan), and “condensed” (padhat). Over the past several years Lontar has documented each of these performance styles twice and, from the large amount of footage obtained, will produce six films with subtitles in Indonesian and English. Lontar will also publish six complete performance scripts in three languages – Javanese, Indonesian and English – and a volume of musical notation.

With the filming of the six performances now complete, as well as the transcription of the plays and their translation into Indonesian and English, Lontar is now seeking additional funding to complete production of the educational packages.

Tag tambahan :

wayang kulit classical performance, wayang kulit contemporary interpretive performance, wayang kulit condensed performance, shadow theater documentation, wayang kulit complete performance script, shadow theater educational package, art, wisdom, cultural knowledge, musical notation, gamelan scores

.

Pemutakhiran 12 Januari 2014 :

Buku ini diluncurkan pada bulan Nopember 2013 di Jakarta. Buku ini merupakan salah satu bagian dari Wayang Educational Package. Di bawah ini informasi tambahan yang Admin peroleh mengenai buku ini.

.

Ringkasan tertulis di laman http://wayangedupackage.weebly.com/

Sesaji Raja Suya

Jarasandha, seorang raja jahat dan menakutkan, sedang meneror dunia—mengambil alih kekuasaan kerajaan-kerajaan lain, memenjarakan raja-raja yang adil dan dicintai rakyat, serta  memorak-porandakan kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Keluarga Pandawa, lima bersaudara, yang gagah berani, bersama-sama dengan Kresna, berencana mengadakan upacara persembahan khusus demi terciptanya kedamaian di dunia. Sementara itu, Jarasandha telah membuat perjanjian dengan kekuatan jahat dari dunia bawah, akan mengadakan persembahan dengan mengorbankan seratus nyawa raja-raja demi mempertahankan kekuatannya. Dia masih  membutuhkan tiga raja lagi karena ia telah menangkap sembilan puluh tujuh raja. Saat tiga pemimpin, Arjuna, Kresna, dan Bima berhadapan dengan Jarasandha di kerajaannya, Giribajra, terjadilah perdebatan hebat tentang kepercayaan, agama, dan ritual-ritualnya—Jarasandha bersikukuh dia berada di sisi yang benar, dan Kresna pun mendebat semua pandangannya. Puncak cerita adalah ketika akhirnya Pandawa berhasil mengadakan upacara persembahan tersebut, dan berbagai tantangan yang menghampiri ketenangan pikiran mereka memaksa mereka untuk menguji kepercayaan mereka sendiri.

.

.

Overview tertulis di lama Barnes and Noble :
http://www.barnesandnoble.com/w/sesaji-raja-suya-purbo-asmoro/1117742211?ean=9786029144017

Sesaji Raja Suya – The Grand Offering of the Kings

A terrifying and evil king, Jarasandha, is terrorizing the world-taking over countries, imprisoning just and popular kings, and ravaging havoc on communities around the world. The heroic Pandhawa family of five brothers craft a plan together with Kresna to put on a very special ceremony of offerings that will help forge peace in the world. Jarasandha, meanwhile, has made his own pact with the evil forces in the underworld, to sacrifice one hundred kings in order to secure his power. He needs three more leaders, as he has already taken control over ninety-seven. As the three leaders Arjuna, Kresna, and Bima face off with Jarasandha in his kingdom of Giribajra, a grand debate begins on the nature of belief, religion, and rituals-Jarasandha insisting he is in the right, and Kresna debating his every point. The story comes to a climax when the Pandhawa actually do go through with their ceremony of offerings, and various challenges to their own peace of mind force them to examine their own beliefs.

This book contains the original Javanese transcripts of Purbo Asmoro’s three live performances of Sesaji Raja Suya in classical, contemporary-interpretive, and condensed styles.