Posts Tagged ‘Murwakala’

Buku “ Suyudana Lengser Keprabon. 20 Kisah Masterpiece di Jagad Pakeliran. “ oleh Ki Wisnoe Poerwo Tjarito dan Sri Wintala Achmad – 2011 – [ buku cerita wayang, puisi wayang ]


.

Buku SUYUDANA LENGSER KEPRABON oleh Ki Wisnoe Poerwo Tjarito dan Sri Wintala Achmad

Buku SUYUDANA LENGSER KEPRABON oleh Ki Wisnoe Poerwo Tjarito dan Sri Wintala Achmad

.

Data buku :

Ki Wisnoe Poerwo Tjarito, dan Sri Wintala Achmad  ;  “ Suyudana Lengser Keprabon. 20 Kisah Masterpiece di Jagad Pakeliran. “  ;  Yogyakarta  ;  IN AzNa Books  ;  Agustus 2011 = cetakan pertama  ;  ISBN 978-979-3194-95-0  ;  187 halaman  ;  gambar wayang  ;  Bahasa Indonesia.

.

Alamat penerbit :

IN AzNa Books,
Karanglo, 05 Tamanan Bantul, Yogyakarta.
Email : inaznabooks2011@yahoo.com

.

Lakon-lakon wayang yang diceritakan di dalam buku ini sebagai berikut :

Semar Turun di Tanah Jawa, Semar Gugat, Semar Bangun Kahyangan, Gareng Menjadi Raja, Petruk Menjadi Raja, Murwakala, Partadewa, Antasena Krama, Suyudana Lengser Keprabon, Wirata Parwa, Banjaran Abimanyu, Banjaran Karna Basusena, Banjaran Sengkuni, Bima Suci, Wejangan Dewa Ruci, Banjaran Pandawa, Parikesit Menjadi Raja, Arjuna di Rimba Tegasara.

.

Kemudian dimuat puisi karya Sri Wintala Achmad yaitu :

Suluk Karna, Suluk Siti Sendari, Suluk Srikandi, Suluk Semar, Suluk Kunthi Nalibrata, Suluk Duryudana, Suluk Distarata, Suluk Aswatama, Suluk Baladewa, Suluk Bisma, Suluk Arjuna, Suluk Kartamarma, Suluk Banowati, Suluk Samba, Burisrawa Kasmaran.

.

Dalam menceritakan lakon-lakon wayang tersebut di atas banyak dipakai kata / istilah Bahasa Jawa pedalangan , oleh karena itu penulis berusaha menjelaskan kata / istilah tersebut dengan menyusun suatu glosarium di akhir buku ini.

.

Kata Pendahuluan di buku SUYUDANA LENGSER KEPRABON oleh Ki Wisnoe Poerwo Tjarito dan Sri Wintala Achmad.

Kata Pendahuluan di buku SUYUDANA LENGSER KEPRABON oleh Ki Wisnoe Poerwo Tjarito dan Sri Wintala Achmad.

.

Pendahuluan 2 Suyudana Lengser Keprabon cmprs

.

Pendahuluan 3 Suyudana Lengser Keprabon cmprs

.

Cvr Suyudana Lengser Keprabon cmprs

.

Glosarium / daftar arti kata bahasa Jawa pedalangan di buku SUYUDANA LENGSER KEPRABON

Glosarium / daftar arti kata bahasa Jawa pedalangan di buku SUYUDANA LENGSER KEPRABON

.

Glosarium 2 Suyudana Lengser Keprabon cmprs

.

Dftr Isi 1 Suyudana Lengser Keprabon cmprs

.

Dftr Isi 2 Suyudana Lengser Keprabon cmprs

.

 

 

Advertisements

Buku ” Falsafah Wayang ” – Solichin – 2011


Data buku :

Solichin  ;  “ FALSAFAH WAYANG “  ;  Jakarta  ;  Sena Wangi  ;  Maret 2011 = cetakan pertama  ;  ISBN : 978-602-98956-0-5  ;  viii +296  ;  gambar wayang  ;  bahasa Indonesia.

Ditulis dari hasil penelitian kandungan falsafah dalam wayang kerjasama Sena Wangi dengan Fakultas Sastra ( Ilmu Budaya ) Universitas Gajah Mada Yogyakarta tahun 1998.

.

Alamat Penerbit Sena Wangi :
Gedung Pewayangan Kautaman,
Jl. Pintu I,
Taman Mini Indonesia Indah,
Jakarta Timur 13810

.

.

.

Alan R Drengson membagi filsafat menjadi tiga, yaitu (i) filsafat non-eksplisit, (ii) filsafat sistematis, dan (iii) filsafat kritis atau filsafat kreatif.

Filsafat non-eksplisit atau falsafah adalah butir-butir nilai dalam khasanah tradisi, adat dan budaya masyarakat yang sebagian tersimpan dalam bentuk kearifan lokal.

Tradisi lisan masyarakat sangat kaya falsafah yang menjadi pandangan hidup masyarakat dan aplikatif sebagai sikap dan perilaku.

Falsafah Wayang adalah filsafat non-eksplisit yang terkandung dalam pergelaran wayang. Karena sifatnya yang tidak eksplisit dan banyak yang simbolik, maka untuk memahami perlu mengkaji dan menafsirkan maknanya. Buku Falsafah Wayang ini membahas falsafah wayang.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Penulis Sri Teddy Rusdy.


Penulis Sri Teddy Rusdy.

Data di bawah ini diperoleh dari buku yang ditulisnya “ Ruwatan Sukerta dan Ki Timbul Hadiprayitno “ :

 

Sri Teddy Rusdy (STR) adalah pendiri dan Ketua Umum Yayasan Kertagama yang bertujuan mengembangkan pemikiran tradisi – budaya Nusantara. Pernah menjadi kolomnis di majalah Matra dan aktif mengikuti serta mengisi berbagai pertemuan budaya di lingkup nasional maupun internasional.

Sri sambil menjalankan Yayasan Kertagama menulis kreasi baru cerita-cerita wayang dan duduk sebagai Ketua Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia ( Senawangi ), anggauta Dewan Penasehat Persatuan Pedalangan Indonesia ( Pepadi ), pendiri sekaligus pembina Paguyuban Wayang Orang Wanita Sekar Pudak dan anggauta Dewan Pembina Sekretariat Nasionalk Keris Indonesia ( SNKI ).

.

 

.

( Pindaian sampul belakang buku ” Ruwatan Sukerta dan Ki Timbul Hadiprayitno ” )

 

Ebook “Pakem Pangruwatan Murwa Kala” oleh R. Tanojo, 1967 – [filsafat wayang, cerita wayang]


Salah satu buku yang disaranlan dibaca oleh peminat serius studi ruwatan.

.

.

Data buku :

Reproduksi buku : pengarang R. Tanojo  ;  “ Pakem Pangruwatan Murwa Kala. Ngemot sadjarah kadewatan ing nusa Djawa, sajen wajangan jeng angruwat, pakem pangruwatan Murwa Kala ganep dalah mantrane. Miturut pakem padhalangane Kjai Demang Reditanaja. “  ;  Sala  ;  Trijasa  ;  diperkirakan terbit 1967 an  ;  bahasa Jawa ; gambar wayang.

.

( di buku reproduksi ini tidak tertera nama penerbit dan tahun terbitannya. Admin Wayang Pustaka mengambil rujukan data ini dari data buku berjudul sama yang tercatat dalam buku “ Kepustakaan Wayang Purwa (Jawa) “.

 .

.

 

.

Buku reproduksi ini diperoleh dari membeli di pedagang buku bekas Alun-alun Utara Surakarta.

Dikonservasi di dan pada tanggal : Jakarta, Juni 2012
Dikonservasi oleh : Budi Adi Soewirjo, Jakarta, blog wayangpustaka

Ebook / file konservasi berbentuk file digital format PDF dapat Anda unduh secara gratis melalui URL :
http://www.4shared.com/office/cyD_LOAY/Pangruwatan_Murwa_Kala-_R_Tano.html

Buku “Ruwatan Sukerta dan Ki Timbul Hadiprayitno” oleh Sri Teddy Rusdy, 2012 – [filsafat wayang, cerita wayang]


.

Dengan membaca buku ini kita bisa menambah wawasan kita mengenai tiga hal. Pertama tentang apa itu ruwatan beserta ritualnya, kedua tentang siapa Ki Timbul Hadiprayitno dan ketiga tentang transkripsi pakeliran wayang kulit purwa lakon Murwakala berkaitan dengan ritual ruwatan.

Ibu Sri Teddy Rusdy tertarik kepada ruwatan karena ia melihat bahwa adat tradisi budaya Jawa ini – yang merupakan ritus masyarakat Jawa membersihkan sekaligus mencegah diri dari malapetaka – masih hidup di masyarakat Jawa saat ini bahkan yang berada di kota besar metropolitan Jakarta sekalipun.

Kemudian bagi Ibu Sri Teddy Rusdy, dalang Ki Timbul Hadiprayitno menarik karena ia adalah dalang legendaris yang paling setia memegang pakem-pakem pedalangan wayang purwa.

Hal lain yang kebetulan terjadi adalah Ki Timbul Hadiprayitno – yang wafat pada bulan Mei 2011 – sebelum wafatnya berkesempatan mendalang ruwatan di Yayasan Kertagama Jakarta pada 18 Desember 2010. Yayasan Kertagama – dimana Ibu Sri Teddy Rusdy sebagai ketua pengurusnya – adalah suatu badan yang mempunyai visi mengangkat harkat dan martabat bangsa melalui wahana budaya.

Itulah hal-hal menarik yang mendorong Sri Teddy Rusdy menulis buku ini. Harapannya bahwa buku ini bisa (1) memberi pemahaman masyarakat terhadap lakon wayang Murwakala yang mengandung ajaran-ajaran budi luhur warisan budaya bangsa yang perlu disampaikan kepada generasi muda yang akan datang , dan (2) membuka wawasan kepada generasi muda mengenai nilai-nilai estetika dan etika yang ada dalam jagat pewayangan dan pedalangan.

.

Buku ini menarik untuk dibaca bagi siapa saja bahkan oleh orang yang sudah pernah membaca / menonton / mendengarkan lakon Murwakala disertai ritual ruwatannya. Struktur buku ini dibuat untuk (1) mendeskripsikan fakta tentang ruwatan di era sekarang ini yang ternyata masih terjadi dan dilaksanakan oleh sebagian masyarakat Jawa ; (2) mengetahui bentuk, struktur, dan penyajian cerita lakon wayang versi Ki Timbul Hadiprayitno KMT Cermo Manggolo ; dan (3) mengetahui makna dan simbol yang terkandung dalam lakon wayang Murwakala.

Hal istimewa bagi Admin blog Wayang Pustaka adalah buku ini memuat transkripsi pakeliran Ki Timbul Hadiprayitno dalam melaksanakan ruwatan dengan lakon Murwakala. Belum pernah ada buku pedalangan – yang diterbitkan [baca : dicetak] untuk masyarakat luas – yang berisi transkripsi pakeliran seperti ini.

Di akhir buku ini ada catatan penutup yang ditulis oleh budayawan Jawa – Mohamad Sobary berjudul “ Ritus Mencari ‘Keslametan’  “. Antara lain berujar : Batara Kala dalam wayang bisa ditafsirkan sebagai waktu. [ dalam bahasa Jawa, kata Kala berarti waktu ; kala enjang = waktu pagi ]. Konteks ‘ keslametan ‘ nya, orang yang mengabaikan waktu akan dicaplok waktu, dan hidupnya tak berharga.

Buku ditutup dengan Glosarium, kamus kecil berisi arti kata-kata / istilah-istilah dalam pewayangan dan pakeliran wayang kulit purwa.

.

Data buku ini :

Sri Teddy Rusdy  ;  “ Ruwatan Sukerta & Ki Timbul Hadiprayitno “  ;  Jakarta  ;  Yayasan Kertagama  ;  Maret 2012 = cetakan pertama  ;  xii + 202 halaman  ;  foto  ;  bahasa Indonesia  ;  ISBN 978-602-19954-0-2 .

.

.

.

Data tentang penerbit :

Yayasan Kertagama
Graha STR, Jl. Ampera Raya 11,
Kemang, Jakarta Selatan 12550
Tel : 021 – 781 3708
Email :
info@yayasankertagama.net
humaskertagama@gmail.com
Web site : http://www.yayasankertagama.net

.
.
 
Sumber foto : buku “Ruwatan Sukerta & Ki Timbul Hadiprayitno”
.

———— 

Bahan pengayaan :

Bagi peminat serius studi ruwatan , Admin blog Wayang Pustaka menyarankan [ sebaiknya ] membaca juga dua buku tersebut di bawah ini. Kedua buku tersebut sudah di konservasi oleh blog Wayang Pustaka dan ada file digital format PDF nya.

.

(1)

(Tim Penyusun) : H. Karkono Kamajaya, Sangkono Ciptowardoyo, Singgih Wibisono, Subalidinata, Yuwono Sri Suwito  ;  “ Ruwatan Murwakala. Suatu Pedoman.  “  ;  Yogyakarta  ;  Duta Wacana University Press  ;  1992 = cetakan pertama  ;  vii + 68 halaman  ;  foto  ;  bahasa Indonesia  ;  ISBN : 979-8139-20-8 .

.

(2)

Reproduksi buku : pengarang R. Tanojo  ;  “ Pakem Pangruwatan Murwa Kala. Ngemot sadjarah kadewatan ing nusa Djawa, sajen wajangan jeng angruwat, pakem pangruwatan Murwa Kala ganep dalah mantrane. Miturut pakem padhalangane Kjai Demang Reditanaja. “  ;  Sala  ;  Trijasa  ;  diperkirakan terbit 1967 an  ;  bahasa Jawa  ;  gambar wayang.