Posts Tagged ‘Purbo Asmoro’

Buku “ GRAND OFFERING OF THE KINGS. Texts of a Wayang Kulit Tale Performed in Three Dramatic Styles. “ ; dalang : Ki Purbo Asmoro ; transkripsi Bahasa Inggris oleh Kathryn Emerson – 2013 – [ buku pedalangan jangkep dalam Bahasa Inggris ]


.

" GRAND OFFERING OF THE KINGS. Texts of a Wayang Purwa Tale Performanced in Three Dramatic Styles. " ; dalang Ki Purbo Asmoro ; transkripsi bahasa Inggris : Kathryn Emerson ; penerbit The Lontar Foundation.

” GRAND OFFERING OF THE KINGS. Texts of a Wayang Purwa Tale Performanced in Three Dramatic Styles. ” ; dalang Ki Purbo Asmoro ; transkripsi bahasa Inggris : Kathryn Emerson ; penerbit The Lontar Foundation.

.

Data buku :

GRAND OFFERING OF THE KINGS. Texts of a Wayang Kulit Tale Performed in Three Dramatic Styles. “  ;  dalang : Ki Purbo Asmoro  ;  penulis transkripsi dalam Bahasa Inggris oleh Kathryn Emerson  ;  Jakarta  ;  penerbit The Lontar Foundation  ;  ISBN-13: 9786029144000  ;  578 halaman  ;  Bahasa Inggris.
.
Buku ini adalah buku pedalangan jangkep dalam Bahasa Inggris. Merupakan terjemahan ke dalam Bahasa Inggris dari transkripsi pakeliran berbahasa Jawa Ki Purbo Asmoro lakon “ Sesaji Raja Suya “, serta dilengkapi dengan film / DVD pakeliran tersebut. Buku ini merupakan salah satu bagian dari Wayang Educational Package terbitan The Lontar Foundation.
.

Anda juga bisa melihat info ( dan membeli ) buku ini di laman Barnes and Noble.

Advertisements

Buku “ PERSEMBAHAN AGUNG PARA RAJA – SESAJI RAJA SUYA. Teks Pementasan Wayang Kulit Dalam Tiga Gaya. “ – Ki Purbo Asmoro, Sunardi – 2013 – [ buku pedalangan jangkep ]


.

Buku pedalangan jangkep SESAJI RAJA SUYA, dalang Ki Purbo Asmoro, transkripsi dalam bahasa Indonesia oleh Sunardi, penerbit The Lontar Foundation.

Buku pedalangan jangkep SESAJI RAJA SUYA, dalang Ki Purbo Asmoro, transkripsi dalam bahasa Indonesia oleh Sunardi, penerbit The Lontar Foundation.

.

PERSEMBAHAN AGUNG PARA RAJA – SESAJI RAJA SUYA. Teks Pementasan Wayang Kulit Dalam Tiga Gaya.

Dalang : Ki Purbo Asmoro, penerjemah ke bahasa Indonesia : Sunardi  ;  penerbit The Lontar Foundation  ;  Jakarta  ;  Nopember 2013 = cetakan pertama  ;  356 halaman  ;  Bahasa Indonesia.

Buku ini merupakan salah satu bagian dari Wayang Educational Package.

.

Ringkasan lakon tertulis di laman http://www.wayangedupackage.weebly.com/

Jarasandha, seorang raja jahat dan menakutkan, sedang meneror dunia—mengambil alih kekuasaan kerajaan-kerajaan lain, memenjarakan raja-raja yang adil dan dicintai rakyat, serta  memorak-porandakan kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Keluarga Pandawa, lima bersaudara, yang gagah berani, bersama-sama dengan Kresna, berencana mengadakan upacara persembahan khusus demi terciptanya kedamaian di dunia. Sementara itu, Jarasandha telah membuat perjanjian dengan kekuatan jahat dari dunia bawah, akan mengadakan persembahan dengan mengorbankan seratus nyawa raja-raja demi mempertahankan kekuatannya. Dia masih  membutuhkan tiga raja lagi karena ia telah menangkap sembilan puluh tujuh raja. Saat tiga pemimpin, Arjuna, Kresna, dan Bima berhadapan dengan Jarasandha di kerajaannya, Giribajra, terjadilah perdebatan hebat tentang kepercayaan, agama, dan ritual-ritualnya—Jarasandha bersikukuh dia berada di sisi yang benar, dan Kresna pun mendebat semua pandangannya. Puncak cerita adalah ketika akhirnya Pandawa berhasil mengadakan upacara persembahan tersebut, dan berbagai tantangan yang menghampiri ketenangan pikiran mereka memaksa mereka untuk menguji kepercayaan mereka sendiri.

Buku “ MAHKOTA RAMA – MAKUTHARAMA. Teks Pementasan Wayang Kulit Dalam Tiga Gaya. “ diterjemahkan oleh Sugeng Nugroho – 2013 – [ buku pedalangan jangkep ]


.

Buku 'MAHKOTA RAMA" - teks pakeliran wayang purwa Jawa, diterjemahkan oleh Sugeng Nugroho, diterbitkan oleh The Lontar Foundation.

Buku ‘MAHKOTA RAMA” – teks pakeliran wayang purwa Jawa, diterjemahkan oleh Sugeng Nugroho, diterbitkan oleh The Lontar Foundation.

.

“ MAHKOTA RAMA – MAKUTHARAMA. Teks Pementasan Wayang Kulit Dalam Tiga Gaya. “

Dalang : Ki Purbo Asmoro, penerjemah ke bahasa Indonesia : Sugeng Nugroho  ;  penerbit The Lontar Foundation  ;  Jakarta  ;  Nopemeber 2013 = cetakan pertama  ;  352 halaman  ;  Bahasa Indonesia.

Buku ini merupakan salah satu bagian dari Wayang Educational Package.
.

Ringkasan lakon tertulis di laman http://www.wayangedupackage.weebly.com/ :
.

Dunia dilanda berbagai bencana alam (gempa bumi, tanah longsor, letusan gunung berapi, tsunami), menyebabkan penderitaan hebat bagi rakyat. Banyak pejabat negara korup mengambil keuntungan dari situasi tersebut, dan keadaan semakin buruk. Arjuna, ksatria dari keluarga Pandawa, bersumpah akan membantu. Dia mendapat ilham bahwa para dewa akan memberikan anugerah berupa wahyu kepemimpinan sejati kepada seseorang yang pantas menerimanya. Anugerah tersebut adalah ajaran kebijaksanaan kepemimpinan para leluhur yang diwariskan oleh Raja Rama yang termasyhur. Pada saat itu, Kurawa bersaudara yang jahat juga berusaha memiliki anugerah dewa tersebut. Cerita pun berkembang, termasuk berbagai kisah tambahan tentang tokoh-tokoh dari kisah Ramayana (Wibisana, Kumbakarna, Dasamuka) yang belum mendapatkan kedamaian di keabadian, dan masih berusaha memenuhi takdir mereka. Arjuna akhirnya bertemu dengan seorang petapa di pegunungan, dan menerima wahyu ajaran kepemimpinan yang akan menuntun ke masa depan yang lebih damai.

Buku “GAMELAN SCORES. Gamelan Notation for Six Wayang Kulit Performances. ” – Purbo Asmoro – 2013 – [ buku karawitan iringan pakeliran wayang kulit purwa ]


.

Pemutakhiran 12 Januari 2014 :

.

“ GAMELAN SCORES : Gamelan Notation for Six Wayang Kulit Performances. “ ;

by Purbo Asmoro (Author / Musical Arrangement)   , Suraji (Musical Notation) , Phil Acimovic (Editor)   , Kathryn Emerson (Editor)  ;  penerbit The Lontar Foundation  ;  Jakarta  ;  November 2013 = cetakan pertama  ; xxiv + 436 (460 p.) ;  22.9 x 15.2 x 3 cm; 760 gr. ;   paperback  ;  ISBN: 978-602-9144-00-0  ;  bahasa Inggris.

.

Overview tertulis di laman Barnes and Noble :
http://www.barnesandnoble.com/w/gamelan-scores-purbo-asmoro/1117672071?ean=9786029144031

This book contains notation for all the Javanese gamelan music (as well as sulukan and vocal chorus texts and melodies) presented in six wayang kulit performances that were filmed by the Lontar Foundation: Makutharama and Sesaji Raja Suya, each performed in classical style, contemporary-interpretive style, and condensed style. All gamelan accompaniment for these performances was arranged by renowned shadow master (dhalang), Purbo Asmoro.

.

Bisa lihat informasi lain di :
http://www.amazon.com/Gamelan-Scores-Javanese-Wayang-Dramatic/dp/6029144030/ref=sr_1_1?s=books&ie=UTF8&qid=1386869036&sr=1-1&keywords=gamelan+scores

.

.

Buku GAMELAN SCORES ini merupakan salah satu bagian dari materi Wayang Educational Package terbitan The Lontar Foundation, Jakarta.

.

.

GAMELAN SCORES. dalang : Ki Purbo Asmoro, penulis notasi gamelan : Suraji, editor : Phil Acimovic , editor : Kathryn Emerson, penerbit : The Lontar Foundation.

GAMELAN SCORES. dalang : Ki Purbo Asmoro, penulis notasi gamelan : Suraji, editor : Phil Acimovic , editor : Kathryn Emerson, penerbit : The Lontar Foundation.

.

Buku “SESAJI RAJA SUYA” – Purbo Asmoro – 2013 [buku pedalangan jangkep]


.

Buku pedalangan jangkep SESAJI RAJA SUYA - Purbo Asmoro

Buku pedalangan jangkep SESAJI RAJA SUYA – dalang : Purbo Asmoro – penulis teks pakeliran bahasa Jawa : Kathryn Emerson – penerbit The Lontar Foundation, Jakarta.

.

Data buku :

Dalang : Purbo Asmoro  , penulis teks pakeliran dalam bahasa Jawa : Kathryn Emerson  ” Sesaji Raja Suya. Teks Pagelaran Ringgit Purwa Wacucal Tigang Gagrag. ” ;  Jakarta  ;  Yayasan Lontar  ;  2013 = cetakan pertama  ;  xii +380 (392 p.) ; 22.9 x 15.2 x 2.5 cm.; 655 gr.; paperback  ;  ISBN 978-979-8083-97-6  ;  bahasa Jawa pedalangan.

.

.

Dikutip dari laman http://www.lontar.org :

For centuries, the people of Indonesia have revered and nurtured the art of wayang kulit, the shadow puppet theater. In 2003 the significance of this art form was recognized by UNESCO when it declared wayang a “masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity.” UNESCO has included wayang kulit in the Organization’s Intangible Heritage List and its proposed action plan calls for stronger support of puppeteers (dalang) and increased documentation. For full details see the UNESCO Intangible Heritage List.

In support of this goal, Lontar is producing a shadow theater educational package for use by educators to teach students the art, wisdom, and cultural knowledge found in the wayang tradition.

There are three major performance styles of wayang kulit performed today: “classic” (klasik), “contemporary-interpretive” (garapan), and “condensed” (padhat). Over the past several years Lontar has documented each of these performance styles twice and, from the large amount of footage obtained, will produce six films with subtitles in Indonesian and English. Lontar will also publish six complete performance scripts in three languages – Javanese, Indonesian and English – and a volume of musical notation.

With the filming of the six performances now complete, as well as the transcription of the plays and their translation into Indonesian and English, Lontar is now seeking additional funding to complete production of the educational packages.

Tag tambahan :

wayang kulit classical performance, wayang kulit contemporary interpretive performance, wayang kulit condensed performance, shadow theater documentation, wayang kulit complete performance script, shadow theater educational package, art, wisdom, cultural knowledge, musical notation, gamelan scores

.

Pemutakhiran 12 Januari 2014 :

Buku ini diluncurkan pada bulan Nopember 2013 di Jakarta. Buku ini merupakan salah satu bagian dari Wayang Educational Package. Di bawah ini informasi tambahan yang Admin peroleh mengenai buku ini.

.

Ringkasan tertulis di laman http://wayangedupackage.weebly.com/

Sesaji Raja Suya

Jarasandha, seorang raja jahat dan menakutkan, sedang meneror dunia—mengambil alih kekuasaan kerajaan-kerajaan lain, memenjarakan raja-raja yang adil dan dicintai rakyat, serta  memorak-porandakan kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Keluarga Pandawa, lima bersaudara, yang gagah berani, bersama-sama dengan Kresna, berencana mengadakan upacara persembahan khusus demi terciptanya kedamaian di dunia. Sementara itu, Jarasandha telah membuat perjanjian dengan kekuatan jahat dari dunia bawah, akan mengadakan persembahan dengan mengorbankan seratus nyawa raja-raja demi mempertahankan kekuatannya. Dia masih  membutuhkan tiga raja lagi karena ia telah menangkap sembilan puluh tujuh raja. Saat tiga pemimpin, Arjuna, Kresna, dan Bima berhadapan dengan Jarasandha di kerajaannya, Giribajra, terjadilah perdebatan hebat tentang kepercayaan, agama, dan ritual-ritualnya—Jarasandha bersikukuh dia berada di sisi yang benar, dan Kresna pun mendebat semua pandangannya. Puncak cerita adalah ketika akhirnya Pandawa berhasil mengadakan upacara persembahan tersebut, dan berbagai tantangan yang menghampiri ketenangan pikiran mereka memaksa mereka untuk menguji kepercayaan mereka sendiri.

.

.

Overview tertulis di lama Barnes and Noble :
http://www.barnesandnoble.com/w/sesaji-raja-suya-purbo-asmoro/1117742211?ean=9786029144017

Sesaji Raja Suya – The Grand Offering of the Kings

A terrifying and evil king, Jarasandha, is terrorizing the world-taking over countries, imprisoning just and popular kings, and ravaging havoc on communities around the world. The heroic Pandhawa family of five brothers craft a plan together with Kresna to put on a very special ceremony of offerings that will help forge peace in the world. Jarasandha, meanwhile, has made his own pact with the evil forces in the underworld, to sacrifice one hundred kings in order to secure his power. He needs three more leaders, as he has already taken control over ninety-seven. As the three leaders Arjuna, Kresna, and Bima face off with Jarasandha in his kingdom of Giribajra, a grand debate begins on the nature of belief, religion, and rituals-Jarasandha insisting he is in the right, and Kresna debating his every point. The story comes to a climax when the Pandhawa actually do go through with their ceremony of offerings, and various challenges to their own peace of mind force them to examine their own beliefs.

This book contains the original Javanese transcripts of Purbo Asmoro’s three live performances of Sesaji Raja Suya in classical, contemporary-interpretive, and condensed styles.

Buku ” MAKUTHARAMA ” – Purbo Asmoro – 2013 [buku pedalangan jangkep]


.

Buku MAKUTHARAMA - Purbo Asmoro - Lontar

Buku MAKUTHARAMA – dalang : Purbo Asmoro – penulis teks pakeliran dalam Bahasa Jawa : Kathryn Emerson – penerbit The Lontar Foundation, Jakarta.

.

Data buku :

Dalang : Purbo Asmoro  ;  penulis teks pakeliran dalam bahasa Jawa : Kathryn Emerson ” MAKUTHARAMA. Teks Pagelaran Ringgit Purwa Wacucal Tigang Gagrag. “  ;  Jakarta  ;  Yayasan Lontar  ;  2013 = cetakan pertama  ;  xii +380 (392 p.) ; 22.9 x 15.2 x 2.5 cm; 655 gr.  ;  paperback  ; ISBN 978-979-8083-97-6  ;  bahasa Jawa pedalangan.

.

.

Diluncurkan medio April 2013.

Warga Indonesia sampun pinten-pinten abad laminipun sami kasengsem dhumateng pagelaran ringgit wacucal. Tetingalan menika sampun dipun-akeni ing jagad internasional malah dening UNESCO kakepyakaken minangka satunggaling wujud “kagunan tutur tinular adiluhung sarta warisan kabudayan ndonya”. UNESCO ugi netepaken lan angajak wontenipun program pendataan, pendokumentasian, penerbitan, lan perekaman audio-visual. Ananggapi ajakan kasebat, Lontar ngedalaken buku punika ingkang mujudaken salah satunggal saking pitung buku sanesipun, nem film dokumenter, sarta dokumentasi foto wayang sakothak.

Perlu kawuningan, bilih samangke wonten tigang gagrak pagelaran ringgit wacucal wonten Surakarta, inggih punika pagelaran gagrak klasik, gagrak garapan sedalu, sarta gagrag padat. Gagrak klasik inggih punika pagelaran ringgit wacucal ingkang taksih anggodheli paugeraning padhalangan ingkang sampun run-tumurun. Gagrag garapan sedalu inggih punika pagelaran ringgit wacucal ingkang lampahanipun dipun-garap manut sanggiting dhalang sarta anggadhahi sipat anyar utawi kontemporer, nanging danguning pagelaran taksih sami kaliyan gagrag klasik, inggih punika antawis pitung jam. Gagrag padat inggih punika pagelaran ringgit ingkang langkung nemenaken dhateng garap lampahan satemah wekdalipun langkung cekak.

Tigang “teks” ingkang kawrat ing buku punika mujudaken seratan saking lampahan ingkang sami, ingkang dipun-gelar lumantar tigang gagrag klasik, garapan sedalu, sarta padat. Ing buku versi basa Inggris ugi dipun-jangkepi cathetan-cathetan kangge nggampilaken para nupiksa nguningani bab-bab ingkang dados tuk sumbering budaya, sejarah, sarta pikajenging lelucon ingkang mbok manawi radi angel dipun-mangertosi pikajenganipun tanpa wonten katrangan sawatawis. Kajawi punika, versi basa Inggris dipun-lampiraken teges-tegesing cakepan sulukan. Dene ing perangan bebuka kaaturaken bab beda-bedaning gagrag padhalangan antawisipun gagrak klasik, gagrag padat ingkang lain ring tahun 1970-nan, sarta gagrag garapan ingkang wiwit wonten iang taun 1990-nan.

“Paket Pendidikan Wayang” punika – jangkep mawi buku, film, lan foto – karancang kanthi cara ingkang sistematis supados nggampilaken para nupiksa anggenipun mirsani, ngaosi, ngraosaken, sarta mangertosi pagelaraning ringgit wacucal ing wekdal samangke.

  • Purbo Asmoro, dhalang ingkang anggelar lampahan-lampahan kaserat ing buku punika kalairaken ing Pacitan, Jawi Wetan, rikala tahun 1961. Minangka guru padhalangan ing Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, panjenenganipun saged ngedum wanci antawisipun mucal kaliyan ndhalang.
  • Yayasan Lontar madeg wiwit taun 1987, anggadhahi sedya nawekaken basa, sastra, lan budaya Indonesia. Buku punika mujudaken salah satunggal saking pitung buku ingkang kalebet “Paket Pendidikan Wayang”. Nyadhiyakaken awujud digital kagem para nupiksa, sarta saged dipun-undhuh tanpa prabeya kangge ancas non-komersil ing website Lontar (www.lontar.org). Wedalan awujud cetak lan elektronik teks kanthi basa Inggris saged dipun-pundhut kanthi prabeya ingkang mboten awis lumantar Amazon.com. Wedalan awujud elektronik teks kanthi basa Jawi lan basa Indonesia saged dipun-pendhet tanpa prabeya lumantar website Lontar (www.lontar.org).

.

.

CvrB Makutharama- Purbo Asmoro cmprs

.

.

Pemutakhiran 12 Januari 2014 :

.

Ringkasan lakon tertulis di laman http://wayangedupackage.weebly.com/ :

.

Dunia dilanda berbagai bencana alam (gempa bumi, tanah longsor, letusan gunung berapi, tsunami), menyebabkan penderitaan hebat bagi rakyat. Banyak pejabat negara korup mengambil keuntungan dari situasi tersebut, dan keadaan semakin buruk. Arjuna, ksatria dari keluarga Pandawa, bersumpah akan membantu. Dia mendapat ilham bahwa para dewa akan memberikan anugerah berupa wahyu kepemimpinan sejati kepada seseorang yang pantas menerimanya. Anugerah tersebut adalah ajaran kebijaksanaan kepemimpinan para leluhur yang diwariskan oleh Raja Rama yang termasyhur. Pada saat itu, Kurawa bersaudara yang jahat juga berusaha memiliki anugerah dewa tersebut. Cerita pun berkembang, termasuk berbagai kisah tambahan tentang tokoh-tokoh dari kisah Ramayana (Wibisana, Kumbakarna, Dasamuka) yang belum mendapatkan kedamaian di keabadian, dan masih berusaha memenuhi takdir mereka. Arjuna akhirnya bertemu dengan seorang petapa di pegunungan, dan menerima wahyu ajaran kepemimpinan yang akan menuntun ke masa depan yang lebih damai.

.

The world has been struck by multiple natural disasters (earthquakes, landslides, volcanic eruptions, tsunamis), causing great suffering for the common people. Various corrupt officials are taking advantage of the situation, and things are getting worse. Arjuna, the princely hero from the Pandhawa family, has vowed to do something to help. He hears of a gift of inspired leadership the gods are planning to hand down to a worthy mortal—the legendary King Rama’s philosophy of leadership from generations past. As the antagonist family of Kurawa brothers also struggles for possession of the god’s boon the story unfolds, including numerous secondary plots about characters from the Ramayana (Wibisana, Kumbakarna, Dasamuka) who have yet to have peace in eternity, and are still working out their destiny. Finally, Arjuna meets with an ascetic up in the mountains, and receives the philosophy of inspired leadership which will lead to a more peaceful future.

.

.

Buku ini merupakan salah satu bagian dari materi Wayang Educational Package.