Posts Tagged ‘Ranggawarsita’

Buku ” ENSIKLOPEDIA KEARIFAN JAWA. Menggali Mutiara Kearifan Jawa Berdasarkan Karya Agung Para Pujangga. ” oleh Sri Wintala Achmad – 2014 – [ falsafah hidup orang Jawa ]


.

Buku ENSIKLOPEDIA KERAIFAN JAWA oleh Sri Wintala Achmad - 2014

Buku ENSIKLOPEDIA KERAIFAN JAWA oleh Sri Wintala Achmad – 2014

.

Pengantar dari Penerbit :

 

Bangsa yang besar niscya menghargai warisan para leluhurnya. Tidak hanya warisan berupa budaya dan tradisi, namun pula buah karya sastra yang pernah digubah pada zamannya. Karya sastra yang sangat memikat untuk dibaca dan sarat dengan ajaran-ajaran kearifannya. Ajaran-ajaran yang berkaitan langsung dengan kehidupan manusia baik secara individual maupun social, serta menyentuh tentang hubungan transedental antara manusia dengan Tuhan.

 

Diakui oleh banyak pengamat sastra, bahwa karya sastra Jawa yang digubah para pujangga di masa silam, seperti : Arjunawiwaha karya Mpu Kanwa ; Smaradahana karya Mpu Dharmaja ; Nagarakretagama dan Niratha Prakretha karya Mpu Prapanca ; Sotasoma dan Arjunawijaya karya Mpu Tantular ; Lubdhaka dan Wrttasancaya karya Mpu Tanakung ; Kunjarakarna Dhanakathana karya Mpu Dusun ; Suluk Wali, Suluk Wujil, Suluk Wragul, dan lagu Tamba Ati karya Sunan Bonang ; Lagu Padhang Bulan karya Sunan Giri ; Ilir-ilir karya Sunan Kalijaga ; Sastra Gendhing karya Sultan Agung ; Wulangreh karya Pakubuwono IV ; Wedhatama karya Mangkunegoro IV ; serta Kalatidha, Jaka Lodhang, Sabdatama, Cemporet, dan Sabdajati karya R. Ng. Ranggawarsita III telah serupa mutiara Jawa terpendam karena sekian lama tak dikenal oleh masyarakatnya sendiri. Mutiara yang seharusnya kembali digali agar terkuak ajaran-ajaran yang tersirat di dalamnya.

 

Berpihak dari keprihatinan di muka, buku yang dilengkapi dengan mutiara-mutiara Jawa ini pantas untuk dihadirkan di ruang baca public. Hal ini dimaksudkan, agar masyarakat kembali mengenal karya-karya masterpiece serta ajaran-ajaran kearifan yang tersurat dan tersirat di dalamnya. Ajaran-ajaran yang sangat dibutuhkan ketika masyarakat mulai asing dengan warisan lelubuhnya sendiri.

 

 

Data buku :

 

Sri Wintala Achmad  ;  “ ENSIKLOPEDIA KEARIFAN JAWA. Menggali Mutiara Kearifan Jawa Berdasarkan Karya Agung Para Pujangga. “  ; Yogyakarta  ;  Araska  ;  April 2014 = cetakan pertama  ;  ISBN : 978-602-1676-75-2  ;  220 halaman  ;  bahasa Indonesia.

 

 

Penerbit ARASKA,
Pinang Merah Residence Kav.14,
Jl. Imogiri Barat, Bantul, Yogyakarta
Email : penerbit_araska@yahoo.com

.

Pendahuluan buku ENSIKLOPEDIA KEARIFAN JAWA karya Sri Wintala Achmad

Pendahuluan buku ENSIKLOPEDIA KEARIFAN JAWA karya Sri Wintala Achmad

.

Pendahuluan 2 Ensiklopedia Kearifan Jawa- Sri Wintala A cmprs

.

Pendahuluan 3 Ensiklopedia Kearifan Jawa- Sri Wintala A cmprs

.

Pendahuluan 4 Ensiklopedia Kearifan Jawa- Sri Wintala A cmprs

.

Pendahuluan 5 Ensiklopedia Kearifan Jawa- Sri Wintala A cmprs

.

Pendahuluan 6 Ensiklopedia Kearifan Jawa- Sri Wintala A cmprs

.

DAFTAR ISI :

.

Daftar Isi 1 buku ENSIKLOPEDIA KEARIFAN JAWA karya Sri Wintala Achmad

Daftar Isi 1 buku ENSIKLOPEDIA KEARIFAN JAWA karya Sri Wintala Achmad

.

Dftr Isi 2 Ensiklopedia Kearifan Jawa- Sri Wintala A cmprs

.

Dftr Isi 3 Ensiklopedia Kearifan Jawa- Sri Wintala A cmprs

Buku ” INTISARI KITAB-KITAB ADILUHUNG JAWA TERLENGKAP. Gambaran, Ulasan dan Keistimewaannya. ” – Soedjipto Abimanyu – 2014 [ falsafah hidup orang Jawa ]


Data buku :

.

Soedjipto Abimanyu  ;  ” INTISARI KITAB-KITAB ADILUHUNG JAWA TERLENGKAP. Gambaran, Ulasan dan Keistimewaannya. ”  ;  Yogyakarta  ;  Laksana  ;  336 halaman  ;  ISBN ; 978-602-255-699-2  ;  bahasa Indonesia  ;  hard cover.

.

Buku INTISARI KITAB-KITAB ADILUHUNG JAWA TERLENGKAP susunan Soedjipto

Buku INTISARI KITAB-KITAB ADILUHUNG JAWA TERLENGKAP susunan Soedjipto Abimanyu.

.

Kata Pengantar buku INTISARI KITAB-KITAB ADILUHUNG JAWA TERLENGKAP susunan Soedjipto Abimanyu

Kata Pengantar buku INTISARI KITAB-KITAB ADILUHUNG JAWA TERLENGKAP susunan Soedjipto Abimanyu

.

Pngtr 2 IntisariKitab Adiluhung- Soedjipto A cmprs

.

Pngtr 3 IntisariKitab Adiluhung- Soedjipto A cmprs

.

Pngtr 4 IntisariKitab Adiluhung- Soedjipto A cmprs

.

Soedjipto Abimanyu memilih lima belas serat / karya tulisan lama sebagai berikut :

  1. Serat Jangka Jayabaya – Prabu Jayabaya
  1. Serat Kalatidha – Ranggawarsita
    [ ebook pembahasan Serat Kalatidha tulisan Karkono Partokusumo bisa di klik di sini ]
    https://wayangpustaka02.wordpress.com/?s=serat+kalatida

 

  1. Serat Wedharaga – Ranggawarsita
  2. Serat Candrarini – Ranggawarsita
  3. Serat Nitisruti – Pangeran Karanggayam
  4. Serat Darmawasita – Mangkunegara IV

 

  1. Serat Pepali – Ki Ageng Sela
    [ ebook Pepali Ki Ageng Selo ada di blog ini ]
    https://wayangpustaka02.wordpress.com/2012/02/26/ebook-pepali-ki-ageng-selo-karya-soetardi-soeryohoesodo-rm-1980/

 

  1. Serat Wulangreh – Pakubuwana IV
    [ ada beberapa buku & ebook di blog ini tentang Serat Wulang Reh ]
    https://wayangpustaka02.wordpress.com/?s=serat+wulang+reh

 

  1. Serat Sastra Gendhing – Sultan Agung

 

  1. Centhini
  2. Suluk Syeh Malaya – Sunan Kalijaga
  3. Suluk Sujinah
  4. Serat Sabdatama – Ranggawarsita

 

  1. Serat Wedhatama – Mangkunegara IV
    [ ada beberapa buku dan ebook di blog ini tentang Serat Wedhatama ]
    https://wayangpustaka02.wordpress.com/?s=wedhatama

 

  1. Serat Cipta Waskitha.
  2. .

Buku ” WONG SUGIH MATI KELUWEN. Falsafah Kearifan Jawa di Tengah Zaman Edan. ” – Gesta Bayuadhy – Juni 2014 [ falsafah hidup orang Jawa ]


Buku WONG SUGIH MATI KELUWEN karya Gesta Bayuadhy

Buku WONG SUGIH MATI KELUWEN karya Gesta Bayuadhy

Pengantar 1 buku WONG SUGIH MATI KELUWEN

Pengantar 1 buku WONG SUGIH MATI KELUWEN

Renungan 2 Wong Sugih Mati keluwen- Gesta B cmprs

Renungan 3 Wong Sugih Mati keluwen- Gesta B cmprs

Renungan 4 Wong Sugih Mati keluwen- Gesta B cmprs

Renungan 5 Wong Sugih Mati keluwen- Gesta B cmprs

.

 

Kata pengantar untuk buku ini seperti tertulis di sampul belakang buku :

Manusia kini tengah hidup di abad modern. Zaman ini ditandai dengan kemajuan pesat di berbagai bidang.

Namun, di balik segala perkembangannya, manusia justru mengalami kemunduran dalam hal kemanusiaan.

Di luar aneka kemajuan secara fisik, zaman modern justru ditandai dengan sifat manusia yang egoistic dan individualis. Rasa kepedulian seakan menghilang.

Sebaliknya, perbuatan yang jelas salah tidak lagi tabu untuk dilakukan. Manusia mengejar materi dengan berbagai cara, tidak lagi menggubris halal atau haram. Kejahatan merajalela di setiap waktu dan tempat. Norma, adab, dan etika disingkirkan sedemikian rupa, sehingga keburukan yang dianggap tidak mungkin, justru tampak jelas di depan mata.

Secara lahiriah, manusia memang hidup di abad modern. Namun, kenyataaannya mereka seperti tengah hidup di zaman purba yang tidak mengenal aturan sama sekali.

Orang Jawa memiliki jurus ampuh untuk menghadapi kondisi wolak-waliking jaman ( keadaan zaman yang serba terbalik ), bahkan hingga mencapai taraf jaman edan ( zaman penuh kegilaan ) tersebut, yakni melalui falsafah Jawa yang diajarkan secara turun-temurun hingga meresap di dalam dirinya.

Berbagai falsafah di dalam buku ini disajikan secara ringkas, tetapi penuh makna dan mudah dipahami. Sehingga, dapat menjadi panduan bagi pembaca ( tidak hanya bagi orang Jawa ) agar sukses melewati berbagai tantangan zaman.

.

Data buku :

.

Gesta Bayuadhy  ;  ” WONG SUGIH MATI KELUWEN. Falsafah Kearifan Jawa di Tengah Zaman Edan. “  ;  Yogyakarta  ;  DIVA Press  ;  Juni 2014 = cetaka pertama  ;  275 halaman  ;  ISBN : 976-602-7968-79-0  ;  bahasa Indonesia.

.
.

Beberapa topic yang diulas di dalam buku ini :

Nguwongke ; memanusiakan manusia, menghargai harkat manusia.
Diuwongke ; dimanusiakan.
Sugih ; Kaya dan kekayaaan.
Mati raga dan mati keberadaan.

Keluwen ; lapas jasmani dan rohani
Wong sugih mati keluwen ; orang kaya mati kelaparan, ironi jaman.

Aja dumeh ; jangan mentang-mentang, jangan sok.
Pemimpin mblenjadi sumpah ; pemimpin mengingkari sumpah.
Kutha mlebu alas, alas mlebu kutha ; terjadi hukum rimba di masyarakat.
Wong mangan wong ; orang memangsanya sesamanya, betuk kekejaman yang tak terbayangkan.
Wong jahat diangkat wong suci dibenci ; Fakta di depan mata bahwa orang jahat malah diangkat orang suci malah dibenci.

Luwih utama ngapusi ; Kejujuran tidak lagi berharga, menipu dianggap perilaku lebih utama.
Ora bisa maling padha digething ; Kejahatan dijadikan kebiasaan tidak bias mencuri malah dibenci.
Raja ngumbar hawa napsu ; Angkara murka membawa keruntuhan tahta, raja / penguasa mengumbar hawa napsu jahat.
Laku sedheng bubrah jare gagah ; Kebanggaan yang bukan pada tempatnya, tindakan melenceng malah dikatakan gagah.
Akeh wong adol ngelmu ; Komersialisasi pendidikan yang melewati batas.

Isih bayi padha mbayi ; Masih “bayi” tapi sudah melahirkan, kerusakan moral yang memprihatinkan.
Dhandhang diunekake kuntul ; burung gagak dikatakan burung kuntul, hokum diperjualbelikan.
Prikamanungsan saya ilang ; perikamenusiaan makin hilang, menipisnya iman manusia.
Guru disatru ; Peralihan mental menuju permusuhan dan kehancuran.
Sing jujur kojur ; orang jujur malah kurang beruntung, kejujuran menjadi barang langka.

Sing gedhe kesasar ; pembesar / pemimpin menuju jalan yang salah.
Jaman edan ; puncak ironi jaman.