Posts Tagged ‘Sugeng Nugroho’

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Condenses Style. “ – Ki Purbo Asmoro – 2013.


DVD pakeliran wayang purwa Sesaji Raja Suya gaya padat, dalang Ki Purbo Asmoro.

DVD pakeliran wayang purwa Sesaji Raja Suya gaya padat, dalang Ki Purbo Asmoro.

 

.

DVD Rekaman Pakeliran Sesaji Raja Suya

Di tulisan sebelumnya Anda telah mengetahui tentang Wayang Educational Package. Yayasan Lontar / The Lontar Foundation – sebagai bagian dari paket – menerbitkan beberapa seri rekaman pakeliran Ki Purbo Asmoro. Lakon yang digelar adalah sama namun disajikan dengan tiga gaya berbeda , yaitu gaya “classic” ( klasik ), gaya “contemporary-interpretive” ( garapan ), dan gaya “condensed” ( padat ).

Seri rekaman tersebut akan diwartakan di blog ini secara berurutan. Yang KETIGA adalah pakeliran dengan gaya padat. Seri rekaman ini terdiri dari 1 DVD dengan panjang film rekaman 1 jam 59menit.

.

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Condenses Style. “

http://www.lontar.org/index.php?page=shop&id=198&cat=2&lang=en :

In this style developed among intellectual circles in Solo in the 1970s, a wayang is condensed down to anywhere from 30 minutes to 2 hours. Scenes are pared down to only what is considered important in terms of theme, message, and character development. Traditional conventions are secondary to dramatic purpose.

Dhalang:    Purbo Asmoro
English Subtitles: Kathryn Emerson
Indonesian Subtitles: Sugeng Nugroho and Wikan Satriati

Advertisements

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Contemporary-interpretive Style. “ – Ki Purbo Asmoro – 2013.


.

DVD Rekaman Pakeliran Sesaji Raja Suya

 

Di tulisan sebelumnya Anda telah mengetahui tentang Wayang Educational Package. Yayasan Lontar / The Lontar Foundation – sebagai bagian dari paket – menerbitkan beberapa seri rekaman pakeliran Ki Purbo Asmoro. Lakon yang digelar adalah sama Sesaji Raja Suya namun disajikan dengan tiga gaya berbeda , yaitu gaya “classic” ( klasik ), gaya “contemporary-interpretive” ( garapan ), dan gaya “condensed” ( padat ).

 

Seri rekaman tersebut akan diwartakan di blog ini secara berurutan. Yang KEDUA adalah pakeliran dengan gaya garapan. Seri rekaman ini terdiri dari 4 DVD dengan panjang film rekaman 6 jam 40 menit.

.

DVD pakeliran wayang purwa lakon Sesaji Raja Suya gaya garapan, dalang Ki Purbo Asmoro.

DVD pakeliran wayang purwa lakon Sesaji Raja Suya gaya garapan, dalang Ki Purbo Asmoro.

.

DVD “ Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Contemporary-interpretive Style. “

.

http://www.lontar.org/index.php?page=shop&id=197&cat=2&lang=en :

 

Purbo Asmoro developed this new all-night wayang structure in the late 1980s, based on the techniques used in the condensed style. Conventional structures are loosened, and each story is approached as an individual entity that may have specific dramatic requirements driving its shape and content. The resulting aesthetic is radically different from classical performances.

 

Dhalang:    Purbo Asmoro
English Subtitles: Kathryn Emerson
Indonesian Subtitles: Sugeng Nugroho and Wikan Satriati

DVD “ Makuthrama : A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Condensed Style. “ – 2013.


DVD Rekaman Pakeliran Makutharama

Di tulisan sebelumnya Anda telah mengetahui tentang Wayang Educational Package. Yayasan Lontar / The Lontar Foundation – sebagai bagian dari paket – menerbitkan beberapa seri rekaman pakeliran Ki Purbo Asmoro. Lakon yang digelar adalah sama namun disajikan dengan tiga gaya berbeda , yaitu gaya “classic” ( klasik ), gaya “contemporary-interpretive” ( garapan ), dan gaya “condensed” ( padat ).

Seri rekaman tersebut akan diwartakan di blog ini secara berurutan. Yang KETIGA adalah pakeliran dengan gaya padat. Seri rekaman ini terdiri dari 1 DVD dengan panjang film rekaman 2 jam 4 menit.

.

DVD rekaman pakeliran lakon Makutharama gaya padat oleh Ki Purbo Asmoro, penerbit The Lontar Foundation, Jakarta.

DVD rekaman pakeliran lakon Makutharama gaya padat oleh Ki Purbo Asmoro, penerbit The Lontar Foundation, Jakarta.

.

DVD “ Makuthrama : A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Condensed Style. “

http://www.lontar.org/index.php?page=shop&id=195&cat=2&lang=en

In this style developed among intellectual circles in Solo in the 1970s, a wayang is condensed down to anywhere from 30 minutes to 2 hours. Scenes are pared down to only what is considered important in terms of theme, message, and character development. Traditional conventions are secondary to dramatic purpose.

Dhalang:    Purbo Asmoro
English Subtitles: Kathryn Emerson
Indonesian Subtitles: Sugeng Nugroho and Wikan Satriati

DVD “ Makutharama: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Contemporary-interpretive Style. “ – 2013.


DVD Rekaman Pakeliran Makutharama

Di tulisan sebelumnya Anda telah mengetahui tentang Wayang Educational Package. Yayasan Lontar / The Lontar Foundation – sebagai bagian dari paket – menerbitkan beberapa seri rekaman pakeliran Ki Purbo Asmoro. Lakon yang digelar adalah sama namun disajikan dengan tiga gaya berbeda , yaitu gaya “classic” ( klasik ), gaya “contemporary-interpretive” ( garapan ), dan gaya “condensed” ( padat ).

Seri rekaman tersebut akan diwartakan di blog ini secara berurutan. Yang KEDUA adalah pakeliran dengan gaya garapan. Seri rekaman ini terdiri dari 5 DVD dengan panjang film rekaman 7 jam 31 menit.

.

DVD rekaman pakeliran Makutharama gaya garapan oleh Ki Purbo Asmoro, penerbit The Lontar Foundation Jakarta.

DVD rekaman pakeliran Makutharama gaya garapan oleh Ki Purbo Asmoro, penerbit The Lontar Foundation Jakarta.

.

DVD “ Makutharama: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Contemporary-interpretive Style. “

http://www.lontar.org/index.php?page=shop&id=194&cat=2&lang=en

Purbo Asmoro developed this new all-night wayang structure in the late 1980s, based on the techniques used in the condensed style. Conventional structures are loosened, and each story is approached as an individual entity that may have specific dramatic requirements driving its shape and content. The resulting aesthetic is radically different from classical performances.

Dhalang:    Purbo Asmoro
English Subtitles: Kathryn Emerson
Indonesian Subtitles: Sugeng Nugroho and Wikan Satriati

DVD “ Makutharama : A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Palace Classical Style. “ – 2013


DVD Rekaman Pakeliran Makutharama

Di tulisan sebelumnya Anda telah mengetahui tentang Wayang Educational Package. Yayasan Lontar / The Lontar Foundation – sebagai bagian dari paket – menerbitkan beberapa seri rekaman pakeliran Ki Purbo Asmoro. Lakon yang digelar adalah sama namun disajikan dengan tiga gaya berbeda , yaitu gaya “classic” ( klasik ), gaya “contemporary-interpretive” ( garapan ), dan gaya “condensed” ( padat ).

Seri rekaman tersebut akan diwartakan di blog ini secara berurutan. Yang pertama adalah pakeliran dengan gaya klasik kraton Surakarta. Seri rekaman ini terdiri dari 5 DVD dengan panjang film rekaman 7 jam 31 menit.

.

DVD rekaman pakeliran Makutharama gaya klasik kraton Surakarta oleh dalang Ki Purbo Asmoro, terbitan The Lontar Foundation Jakarta.

DVD rekaman pakeliran Makutharama gaya klasik kraton Surakarta oleh dalang Ki Purbo Asmoro, terbitan The Lontar Foundation Jakarta.

.

DVD “ Makutharama : A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Palace Classical Style. “

http://www.lontar.org/index.php?page=shop&id=193&cat=2&lang=en :

In the classical style from the palaces of Solo, Central Java, all performance elements—the gamelan accompaniment, sung poetry, narration, dialogue, character development, movement techniques, and approach to theme—are based on a tradition codified some one-hundred years ago or more.

Dhalang:    Purbo Asmoro
English Subtitles: Kathryn Emerson
Indonesian Subtitles: Sugeng Nugroho and Wikan Satriati

Buku “ MAHKOTA RAMA – MAKUTHARAMA. Teks Pementasan Wayang Kulit Dalam Tiga Gaya. “ diterjemahkan oleh Sugeng Nugroho – 2013 – [ buku pedalangan jangkep ]


.

Buku 'MAHKOTA RAMA" - teks pakeliran wayang purwa Jawa, diterjemahkan oleh Sugeng Nugroho, diterbitkan oleh The Lontar Foundation.

Buku ‘MAHKOTA RAMA” – teks pakeliran wayang purwa Jawa, diterjemahkan oleh Sugeng Nugroho, diterbitkan oleh The Lontar Foundation.

.

“ MAHKOTA RAMA – MAKUTHARAMA. Teks Pementasan Wayang Kulit Dalam Tiga Gaya. “

Dalang : Ki Purbo Asmoro, penerjemah ke bahasa Indonesia : Sugeng Nugroho  ;  penerbit The Lontar Foundation  ;  Jakarta  ;  Nopemeber 2013 = cetakan pertama  ;  352 halaman  ;  Bahasa Indonesia.

Buku ini merupakan salah satu bagian dari Wayang Educational Package.
.

Ringkasan lakon tertulis di laman http://www.wayangedupackage.weebly.com/ :
.

Dunia dilanda berbagai bencana alam (gempa bumi, tanah longsor, letusan gunung berapi, tsunami), menyebabkan penderitaan hebat bagi rakyat. Banyak pejabat negara korup mengambil keuntungan dari situasi tersebut, dan keadaan semakin buruk. Arjuna, ksatria dari keluarga Pandawa, bersumpah akan membantu. Dia mendapat ilham bahwa para dewa akan memberikan anugerah berupa wahyu kepemimpinan sejati kepada seseorang yang pantas menerimanya. Anugerah tersebut adalah ajaran kebijaksanaan kepemimpinan para leluhur yang diwariskan oleh Raja Rama yang termasyhur. Pada saat itu, Kurawa bersaudara yang jahat juga berusaha memiliki anugerah dewa tersebut. Cerita pun berkembang, termasuk berbagai kisah tambahan tentang tokoh-tokoh dari kisah Ramayana (Wibisana, Kumbakarna, Dasamuka) yang belum mendapatkan kedamaian di keabadian, dan masih berusaha memenuhi takdir mereka. Arjuna akhirnya bertemu dengan seorang petapa di pegunungan, dan menerima wahyu ajaran kepemimpinan yang akan menuntun ke masa depan yang lebih damai.

Wayang Educational Package terbitan The Lontar Foundation – 2013 – [ buku dan materi pembelajaran pedalangan ]


.

Wayang Educational Package [ Paket Pendidikan Wayang ]
terbitan The Lontar Foundation Jakarta

.

Wayang Educational Package published bu The Lontar Foundation, Jakarta

Wayang Educational Package published bu The Lontar Foundation, Jakarta

.

Terdiri dari enam buku dalam Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Men-transkripsi-kan / menuliskan enam pakeliran penuh Ki Purbo Asmoro.
[ yaitu : lakon “ Makutharama “ dalam tiga gaya / gagrag : klasik, garapan, padat. Kemudian lakon “ Sesaji Raja Suya “, juga dengan tiga gaya / gagrag ].

Terjemahan ke dalam Bahasa Inggris oleh Kathryn Emerson.
Terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Sunardi dan Sugeng Nugroho.

Dilengkapi dengan film (dalam bentuk keeping DVD), dengan total panjang film 35 jam.
Juga dilengkapi dengan buku notasi gamelan pakeliran wayang kulit purwa dari enam pakeliran tersebut.

.

Wayang Educational Package published by The Lontar Foundation, Jakarta / Paket Pendidikan Wayang terbitan The Lontar Foundation, Jakarta

Wayang Educational Package published by The Lontar Foundation, Jakarta / Paket Pendidikan Wayang terbitan The Lontar Foundation, Jakarta

.
Alamat penerbit :

The Lontar Foundation
Jl Danau Laut Tawar no.53, Jakarta 10210
Tel : +62-21-574 6880 , Fax : +62-21-572 0353
www.lontar.org
email : contact@lontar.org

Facebook : The Lontar Foundation
Twitter : @LontarF

.

.
Tulisan / publikasi resmi dari penerbit :
http://www.lontar.org/index.php?page=program&id=16&lang=en

Wayang Educational Package

For centuries, the people of Indonesia have revered and nurtured the art of wayang kulit, the shadow puppet theater. In 2003 the significance of this art form was recognized by UNESCO when it declared wayang a “masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity.” UNESCO has included wayang kulit in the Orgnaization’s Intangible Heritage List and its proposed action plan calls for stronger support of puppeteers (dalang) and increased documentation. For full details see the UNESCO Intangible Heritage List.

In support of this goal, Lontar has produced the Wayang Educational Package for use by educators to teach students the art, wisdom, and cultural knowledge found in the wayang tradition through performances by the renowned Ki Purbo Asmoro.

There are three major performance styles of wayang kulit performed today: “classic” (klasik), “contemporary-interpretive” (garapan), and “condensed” (padat). Over the past several years Lontar has documented each of these performance styles twice and, from the large amount of footage obtained, has produced six films with subtitles in Indonesian and English. Lontar has also published six complete performance scripts in three languages – Javanese, Indonesian and English – and a volume of musical notation.

With the filming of the six performances now complete, as well as the transcription of the plays and their translation into Indonesian and English, the Lontar Foundation’s  Wayang Educational Package is a landmark work. This package—with its 6 documentary films of 6 wayang performances and its 7 books (2 containing Javanese language transcripts of the 6 performances; 2 containing Indonesian translations of the Javanese texts; 2 with English translations of the Javanese text; and 1 book containing the gamelan notation for the pieces that were performed)—is structured in a highly systematic way, so as to promote the greatest potential possible for appreciation, understanding, and analysis of the wayang kulit tradition, particularly current-day performance practices.

.

Books

   Makutharama

Makutharama: Teks Pagelaran Ringgit Purwa Wacucal Tigang Gagrag

Mahkota Rama: Teks Pementasan Wayang Kulit dalam Tiga Gaya

Rama’s Crown: Texts of a Wayang Kulit Tale Performed in Three Dramatic Styles

   Sesaji Raja Suya

Sesaji Raja Suya:Teks Pagelaran Ringgit Purwa Wacucal Tigang Gagrag

Persembahan Agung Para Raja:Teks Pementasan Wayang Kulit dalam Tiga Gaya

The Grand Offering of the Kings: Texts of a Wayang Kulit Tale Performed in Three Dramatic Styles
.

.

   Gamelan Scores: Gamelan Notation for Six Wayang Kulit Performances
.

.

Films

   Makutharama

Makutharama: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Palace Classical Style. Duration: 7 hrs 31 mins

Makutharama: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Contemporary-interpretive Style. Duration: 7 hrs 31 mins

Makuthrama: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Condensed Style. Duration: 2 hrs 4 mins

   Sesaji Raja Suya

Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Village Clasical Style. Duration: 7 hrs 9 mins

Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Contemporary-interpretive Style. Duration: 6 hrs 40 mins

Sesaji Raja Suya: A Central Javanese Wayang Kulit Performance in Condenses Style. Durasi: 1 hrs 59 mins

.

.

Tambahan informasi dari laman Ki Purbo Asmoro
http://www.wayangedupackage.weebly.com/
.

“WAYANG UNTUK DUNIA”

“sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur”  (Deklarasi UNESCO, 2003)
.

LATAR BELAKANG

Pentingnya kesenian wayang kulit dalam dunia Internasional telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). UNESCO menghimbau untuk lebih banyak penciptaan publikasi dan rekaman audio visual Wayang. Inilah yang dilakukan oleh Yayasan Lontar selama 6 (enam) tahun kebelakang ini, dengan pembuatan “Paket Pendidikan Wayang”. Paket ini menghadirkan dua lakon yang terkenal: Makutharama (Mahkota Rama) yang bertema tentang kepemimpinan, dan Sesaji Raja Suya (Persembahan Agung para Raja) mengenai pertentangan antara keyakinan-keyakinan yang berbeda.
.

PENTINGNYA PAKET PENDIDIKAN WAYANG KARYA YAYASAN LONTAR

‘Paket Pendidikan Wayang’ karya Yayasan Lontar ini adalah sebuah karya yang monumental. Paket ini, dengan 6 film dokumenter dari 6 pertunjukan wayang ditempat yang berbeda, dan 7 buah buku (2 buku berisi transkrip bahasa Jawa, 2 buku berisi terjemahan Bahasa Indonesia dari teks Jawa, 2 buku berisi terjemahan Bahasa Inggris dari teks Jawa, dan 1 buku yang berisi notasi gamelan dari semua lagu)-tersusun dengan cara yang sangat sistematis, sehingga sangat memudahkan untuk proses apresiasi, pemahaman, dan analisa tradisi wayang kulit, terutama dalam praktek keseharian. Cara yang luar biasa sistematis ini belum pernah dilakukan sebelumnya.

Dengan tersedianya teks dari 6 lakon yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Indonesia, dan juga film pertunjukan wayang dengan subtitel dalam dua bahasa ini juga, masyarakat Internasional secara luas akan dapat melakukan studi menyeluruh tentang tradisi unik ini, di mana saja di dunia. Proses penerjemahan kedalam bahasa lain pun akan jauh lebih mudah, dengan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar (sudah ada rencana untuk menerjemahkan ke dalam bahasa Perancis, Jepang, dan Jerman.)